alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

CATAT..! Kasus SDN Antasan Besar 7 Tak Sepele

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin akhirnya menyambangi SDN Antasan Besar 7. Mereka ingin melihat langsung kondisi sekolah di Banjarmasin Tengah itu.

Kunjungan lapangan itu dilakukan kemarin (21/2) pagi. Guna memastikan apakah benar kerusakan sekolah lantaran terdampak pembangunan Hotel Pyramid Suite di Jalan Skip Lama, beberapa tahun lalu.

“Kami melihat ada enam kelas yang tidak bisa digunakan. Bukan karena bangunan tua, tapi memang terdampak proyek bangunan hotel,” sebut Ketua Komisi IV Matnor Ali.

Selain itu, Komisi IV melihat fakta lain. Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari limbah hotel dibuang di area tanah sekolah. Sehingga baunya masuk ke dalam ruangan. Akibatnya kelas tak bisa difungsikan.

“Bahkan patok yang sudah ditentukan pemko sebagai batas wilayah, sudah terlampau jauh dibangun tembok oleh pihak hotel,” sebut politikus Partai Golkar itu.

Bagi Matnor, ini bukan masalah sepele. Karena itu, pihaknya akan menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan Banjarmasin.

“Terlebih dahulu kami akan rapat bersama Dinas PUPR, DLH, DPMPTSP, Bagian Hukum Pemko Banjarmasin dan komisi-komisi di dewan. Saya lihat terkait dengan semua komisi,” tuturnya

Intinya, ada beberapa hal yang ingin digali Komisi IV. Soal Izin Mendirikan Bangungan (IMB), Amdal, dan juga soal aset.

“Untuk masalah aset, akan kami lihat sertifikat sekolah dan akan diukur dengan patok yang ada,” katanya.

Menurut Matnor, sekolah itu harus tetap dipertahankan. Karena berprestasi dan telah berpredikat A. Jika ada kemungkinan untuk direlokasi, maka kewenangan itu diserahkan kepada Disdik dan Dinas PUPR.

“Komisi IV akan terus mengawal sampai tuntas. Ini jadi semangat kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Banjarmasin Nuryadi menyebut, bahwa sekolah itu memang mengalami penurunan kualitas bangunan.

“Tahun 2018 kondisi bangunan itu aman. Tahun 2019 ini baru terlihat retak-retak,” sebutnya.

Nuryadi berjanji pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. Karena, persoalan ini tak hanya melibatkan Disdik.

“Karena di sana banyak yang terlibat. Seperti masalah asetnya, IMB bangunannya, faktor lingkungan limbahnya juga ada,” jelasnya.

Pihak hotel sendiri, berjanji takkan lepas tangan. Jika memang benar bangunan mereka lah penyebab kerusakan tersebut. “Kami akan menangani persoalan ini,” kata Owner Pyramid Suite, Herris, beberapa waktu lalu. (nur/at/fud)

BANJARMASIN – Komisi IV DPRD Banjarmasin akhirnya menyambangi SDN Antasan Besar 7. Mereka ingin melihat langsung kondisi sekolah di Banjarmasin Tengah itu.

Kunjungan lapangan itu dilakukan kemarin (21/2) pagi. Guna memastikan apakah benar kerusakan sekolah lantaran terdampak pembangunan Hotel Pyramid Suite di Jalan Skip Lama, beberapa tahun lalu.

“Kami melihat ada enam kelas yang tidak bisa digunakan. Bukan karena bangunan tua, tapi memang terdampak proyek bangunan hotel,” sebut Ketua Komisi IV Matnor Ali.

Selain itu, Komisi IV melihat fakta lain. Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) dari limbah hotel dibuang di area tanah sekolah. Sehingga baunya masuk ke dalam ruangan. Akibatnya kelas tak bisa difungsikan.

“Bahkan patok yang sudah ditentukan pemko sebagai batas wilayah, sudah terlampau jauh dibangun tembok oleh pihak hotel,” sebut politikus Partai Golkar itu.

Bagi Matnor, ini bukan masalah sepele. Karena itu, pihaknya akan menggelar rapat bersama Dinas Pendidikan Banjarmasin.

“Terlebih dahulu kami akan rapat bersama Dinas PUPR, DLH, DPMPTSP, Bagian Hukum Pemko Banjarmasin dan komisi-komisi di dewan. Saya lihat terkait dengan semua komisi,” tuturnya

Intinya, ada beberapa hal yang ingin digali Komisi IV. Soal Izin Mendirikan Bangungan (IMB), Amdal, dan juga soal aset.

“Untuk masalah aset, akan kami lihat sertifikat sekolah dan akan diukur dengan patok yang ada,” katanya.

Menurut Matnor, sekolah itu harus tetap dipertahankan. Karena berprestasi dan telah berpredikat A. Jika ada kemungkinan untuk direlokasi, maka kewenangan itu diserahkan kepada Disdik dan Dinas PUPR.

“Komisi IV akan terus mengawal sampai tuntas. Ini jadi semangat kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Banjarmasin Nuryadi menyebut, bahwa sekolah itu memang mengalami penurunan kualitas bangunan.

“Tahun 2018 kondisi bangunan itu aman. Tahun 2019 ini baru terlihat retak-retak,” sebutnya.

Nuryadi berjanji pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya. Karena, persoalan ini tak hanya melibatkan Disdik.

“Karena di sana banyak yang terlibat. Seperti masalah asetnya, IMB bangunannya, faktor lingkungan limbahnya juga ada,” jelasnya.

Pihak hotel sendiri, berjanji takkan lepas tangan. Jika memang benar bangunan mereka lah penyebab kerusakan tersebut. “Kami akan menangani persoalan ini,” kata Owner Pyramid Suite, Herris, beberapa waktu lalu. (nur/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/