alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Ketua Dekranasda Hj Anisah Rasyidah Wahid. Ajak Pelaku Industri Pangan HSU Kreatif

AMUNTAI – Industri rumah tangga dan penganan menjadi perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Buktinya kegiatan pelatihan teknis pengelolaan pangan digelar pada Kamis (20/2) tadi di Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan.

“Saya mengajak pelaku Industri rumahan yang didominasi para ibu dan remaja desa agar terus  mengembangkan dan selalu mempertahankan kemampuan dalam memproduksi berbagai olahan pangan nantinya. Dan juga harus kreatif dalam melihat pasar,” kata Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid pada kesempatan tersebut.

Bunda Anisah begitu sapaan akrabnya yang hadir dalam peninjauan kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan juga menekankan agar para peserta dapat semaksimal mungkin memanfaatkan waktu pelatihan kali ini dengan sebaik mungkin.

Tidak hanya sebatas pelatihan saja, Anisah juga mengharapkan agar hasil dari pelatihan nantinya dapat direalisasikan dalam wujud nyata. Bahkan, Anisah berujar bakal memonitoring perkembangan masing-masing desa usai mengikuti program pelatihan teknis pengolahan pangan ini.

Menurut Anisah, pelatihan ini tidak hanya sekedar pelatihan pengolahan pangan semata, akan tetapi merupakan sebuah program pemerintah yang harus direalisasikan karena menggunakan sejumlah dana.

“Apabila kurang mengerti tanyakan kepada instrukturnya. Jadi para peserta dapat mengajarkan kembali di desa. Dengan harapan agar mengangkat harkat martabat dan kesejahteraan keluarga,” sampainya.

Sementara dalam peninjauannya tersebut, disamping didampingi Kepala Dispersip HSU Hj Lailatannur Raudah, Anisah juga mengajak Kepala Bank Kalsel Cabang Amuntai Fachriza Nor Asli sembari memantau proses pengolahan berbagai penganan khas HSU.

Diantaranya, berbagai kue yang berbahan dasar dari tepung talipuk atau tepung dari biji teratai yang merupakan kue khas Amuntai.

Sementara itu, Kabid Perindustrian-UKM Disperindagkop HSU H M Yani, mengemukakan rangkaian program kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga terkait  industri rumahan di beberapa desa di wilayah kerjanya.

Terlebih khusus bagi desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan yang tahun 2020 ini bakal mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang lomba UP2K tingkat Nasional.

“Kami harap tidak hanya memiliki berbagai kemampuan keterampilan tradisional tetapi warga desa juga diharapkan dapat menghasilkan produk produk olahan pangan seperti yang kali ini dilaksanakan,” inginnya.

Adapun kegiatan pelatihan yang diselenggarakan terdiri dari 20 peserta kaum ibu-ibu dan remaja di beberapa desa di Kabupaten HSU. Dimana mereka diajarkan cara pengolahan berbagai penganan kue kering dan kegiatan. (mar)

AMUNTAI – Industri rumah tangga dan penganan menjadi perhatian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dan pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Buktinya kegiatan pelatihan teknis pengelolaan pangan digelar pada Kamis (20/2) tadi di Desa Kota Raja Kecamatan Amuntai Selatan.

“Saya mengajak pelaku Industri rumahan yang didominasi para ibu dan remaja desa agar terus  mengembangkan dan selalu mempertahankan kemampuan dalam memproduksi berbagai olahan pangan nantinya. Dan juga harus kreatif dalam melihat pasar,” kata Ketua Dekranasda HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid pada kesempatan tersebut.

Bunda Anisah begitu sapaan akrabnya yang hadir dalam peninjauan kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan juga menekankan agar para peserta dapat semaksimal mungkin memanfaatkan waktu pelatihan kali ini dengan sebaik mungkin.

Tidak hanya sebatas pelatihan saja, Anisah juga mengharapkan agar hasil dari pelatihan nantinya dapat direalisasikan dalam wujud nyata. Bahkan, Anisah berujar bakal memonitoring perkembangan masing-masing desa usai mengikuti program pelatihan teknis pengolahan pangan ini.

Menurut Anisah, pelatihan ini tidak hanya sekedar pelatihan pengolahan pangan semata, akan tetapi merupakan sebuah program pemerintah yang harus direalisasikan karena menggunakan sejumlah dana.

“Apabila kurang mengerti tanyakan kepada instrukturnya. Jadi para peserta dapat mengajarkan kembali di desa. Dengan harapan agar mengangkat harkat martabat dan kesejahteraan keluarga,” sampainya.

Sementara dalam peninjauannya tersebut, disamping didampingi Kepala Dispersip HSU Hj Lailatannur Raudah, Anisah juga mengajak Kepala Bank Kalsel Cabang Amuntai Fachriza Nor Asli sembari memantau proses pengolahan berbagai penganan khas HSU.

Diantaranya, berbagai kue yang berbahan dasar dari tepung talipuk atau tepung dari biji teratai yang merupakan kue khas Amuntai.

Sementara itu, Kabid Perindustrian-UKM Disperindagkop HSU H M Yani, mengemukakan rangkaian program kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan ini merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga terkait  industri rumahan di beberapa desa di wilayah kerjanya.

Terlebih khusus bagi desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan yang tahun 2020 ini bakal mewakili Kalimantan Selatan dalam ajang lomba UP2K tingkat Nasional.

“Kami harap tidak hanya memiliki berbagai kemampuan keterampilan tradisional tetapi warga desa juga diharapkan dapat menghasilkan produk produk olahan pangan seperti yang kali ini dilaksanakan,” inginnya.

Adapun kegiatan pelatihan yang diselenggarakan terdiri dari 20 peserta kaum ibu-ibu dan remaja di beberapa desa di Kabupaten HSU. Dimana mereka diajarkan cara pengolahan berbagai penganan kue kering dan kegiatan. (mar)

Most Read

Artikel Terbaru

/