alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Saturday, 13 August 2022

Ditanya Alasan Mencuri Motor, Maling: Karena Kuncinya Ada di Situ

RANTAU – Cacatan tersendiri diungkapkan Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno saat konferensi pers hasil operasi Jaran Intan 2020. Yakni kebanyakan pencurian sepeda motor akibat kelalaian masyarakat sendiri.

“Dari hasil ini, mereka yang melakukan aksi pencurian tidak ada secara paksa, tapi karena ada kesempatan,” ucapnya, Kamis (20/2).

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Dengan cara mengecek kendaraan tersebut saat parkir. Kalau perlu diberi kunci tambahan. “Apa yang kita ungkap ini bisa menjadi pelajaran bersama untuk selalu hati-hati,” ujarnya.

Adapun dalam pengungkapan pada operasi Jaran 2020, ada 10 kasus dengan 9 pelaku yang dapat diamankan dan 7 unit barang bukti, ditambah temuan barang bukti sebanyak 13 unit.

“Untuk masyarakat yang merasa kehilangan motor, bisa datang ke Polres Tapin. Karena ada 13 unit temuan. Bawa juga surat menyurat untuk membuktikan,” tuturnya.

Salah seorang pelaku, Abdullah (40), warga Desa Kalumpang Kecamatan Bungur, sudah dua kali melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor.  “Saya mengambil sepeda motor korban yang ada kuncinya di sepeda motor,” katanya.

Sementara Iwan Setiawan (35), warga Desa Harapan Massa Kecamatan Tapin Selatan, melakukan penggelapan sepeda motor, karena kesal dengan bos tempatnya bekerja.

“Saya telah lama bekerja. Tapi tidak juga dipinjamkan kendaraan untuk menunjang kerja. Ada karyawan baru, yang bersangkutan langsung dipinjamkan,” ucapnya kesal. (dly/ema)

RANTAU – Cacatan tersendiri diungkapkan Kapolres Tapin, AKBP Eko Hadi Prayitno saat konferensi pers hasil operasi Jaran Intan 2020. Yakni kebanyakan pencurian sepeda motor akibat kelalaian masyarakat sendiri.

“Dari hasil ini, mereka yang melakukan aksi pencurian tidak ada secara paksa, tapi karena ada kesempatan,” ucapnya, Kamis (20/2).

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Dengan cara mengecek kendaraan tersebut saat parkir. Kalau perlu diberi kunci tambahan. “Apa yang kita ungkap ini bisa menjadi pelajaran bersama untuk selalu hati-hati,” ujarnya.

Adapun dalam pengungkapan pada operasi Jaran 2020, ada 10 kasus dengan 9 pelaku yang dapat diamankan dan 7 unit barang bukti, ditambah temuan barang bukti sebanyak 13 unit.

“Untuk masyarakat yang merasa kehilangan motor, bisa datang ke Polres Tapin. Karena ada 13 unit temuan. Bawa juga surat menyurat untuk membuktikan,” tuturnya.

Salah seorang pelaku, Abdullah (40), warga Desa Kalumpang Kecamatan Bungur, sudah dua kali melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor.  “Saya mengambil sepeda motor korban yang ada kuncinya di sepeda motor,” katanya.

Sementara Iwan Setiawan (35), warga Desa Harapan Massa Kecamatan Tapin Selatan, melakukan penggelapan sepeda motor, karena kesal dengan bos tempatnya bekerja.

“Saya telah lama bekerja. Tapi tidak juga dipinjamkan kendaraan untuk menunjang kerja. Ada karyawan baru, yang bersangkutan langsung dipinjamkan,” ucapnya kesal. (dly/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/