alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Baru Sepekan, Pohon Jokowi Meranggas

BANJARBARU – Pohon langka berjenis Mersawa yang ditanam Presiden RI Joko Widodo di Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesi pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 Sabtu (8/2) lalu kini cukup mengkhawatirkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kemarin, pohon berusia sekitar 20 tahun tersebut terlihat meranggas. Hal itu ditandai dengan daunnya yang mengering dan berguguran. Selain itu, rantingnya juga tampak kering dan tidak lagi ditumbuhi dedaunan segar.

Saat dikonfirmasi, Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru, Rusmana mengatakan bahwa mengeringnya pohon hal yang biasa terjadi ketika baru dipindahkan. “Apalagi pohon yang dipindahkan relatif besar. Jadi perlu waktu untuk beradaptasi,” ujarnya.

Dia memastikan, pohon Jokowi masih hidup walaupun daun dan rantingnya mengering. “Saya cek batang pohonnya masih segar dan hijau. Walaupun daun rontok, ini lebih karena transpirasi yang besar dibanding dengan daya hisap akar terhadap air dan nutrisi tanah. Artinya fungsi akar masih belum optimal,” jelasnya.

Meski begitu, menurutnya tindakan pemeliharaan harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Dengan cara rutin menyiramnya setiap pagi dan sore. “Pohon juga disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), untuk perangsang tunas dan akar,” ujarnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang serta ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap pekan, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya.

Dengan pemeliharaan yang masif, diharapkan Pohon Jokowi bisa terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. Pasalnya, memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut bakal menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq beberapa waktu lalu. “Iya, kalau bisa dipertahankan terus pohon akan jadi simbol Hutan Pers. Karena paling besar dan merupakan ciri khas hutan tropis Indonesia,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pohon Mersawa dipilih untuk ditanam Jokowi, selain menjadi salah satu tanaman khas Kalsel juga lantaran jenis pohon yang langka di Indonesia. “Tanaman ini sudah langka. Kami dapatkan dari Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, dipindahkan ke sini untuk dilestarikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pohon Mersawa bisa berumur hingga 200 tahun lebih dan tingginya bisa mencapai 50 hingga 60 meter. “Kalau yang ditanam Bapak Presiden ini umurnya sekitar 20 tahun,” tambahnya.

Berbarengan dengan penanaman pohon Mersawa, dalam rangkaian HPN 2020 dilakukan pula penanaman sebanyak 168 pohon endemik dari seluruh provinsi Indonesia dan tanaman sengon sebanyak 18.000 di area Hutan Pers.

Hanif menyampaikan, luas area Hutan Pers mencapai 6,3 hektare dan akan menjadi ikonik Kalsel. “Peresmian Hutan Pers sebagai permulaan dari kegiatan pembangunan kebun bibit desa (KBD) di Kalsel. Seperti diketahui, pemulihan kondisi daerah aliran sungai yang kritis perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan lahan kosong atau tidak produktif,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Pohon langka berjenis Mersawa yang ditanam Presiden RI Joko Widodo di Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesi pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 Sabtu (8/2) lalu kini cukup mengkhawatirkan.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, kemarin, pohon berusia sekitar 20 tahun tersebut terlihat meranggas. Hal itu ditandai dengan daunnya yang mengering dan berguguran. Selain itu, rantingnya juga tampak kering dan tidak lagi ditumbuhi dedaunan segar.

Saat dikonfirmasi, Peneliti Litbang Kementerian LHK Banjarbaru, Rusmana mengatakan bahwa mengeringnya pohon hal yang biasa terjadi ketika baru dipindahkan. “Apalagi pohon yang dipindahkan relatif besar. Jadi perlu waktu untuk beradaptasi,” ujarnya.

Dia memastikan, pohon Jokowi masih hidup walaupun daun dan rantingnya mengering. “Saya cek batang pohonnya masih segar dan hijau. Walaupun daun rontok, ini lebih karena transpirasi yang besar dibanding dengan daya hisap akar terhadap air dan nutrisi tanah. Artinya fungsi akar masih belum optimal,” jelasnya.

Meski begitu, menurutnya tindakan pemeliharaan harus terus dilakukan untuk kelangsungan hidup pohon. Dengan cara rutin menyiramnya setiap pagi dan sore. “Pohon juga disemprot pupuk daun yang mengandung ZPT (Zat Pengatur Tumbuh), untuk perangsang tunas dan akar,” ujarnya.

Penyemprotan pupuk dimaksud Rusmana, dilakukan pada batang dan daun, cabang serta ranting pohon. “Dilakukan sekali tiap pekan, pada sore hari setelah jam 4 sore, atau pagi hari sebelum jam 9 pagi,” jelasnya.

Dengan pemeliharaan yang masif, diharapkan Pohon Jokowi bisa terus berkembang menjadi kebanggaan warga banua. Pasalnya, memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut bakal menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq beberapa waktu lalu. “Iya, kalau bisa dipertahankan terus pohon akan jadi simbol Hutan Pers. Karena paling besar dan merupakan ciri khas hutan tropis Indonesia,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, pohon Mersawa dipilih untuk ditanam Jokowi, selain menjadi salah satu tanaman khas Kalsel juga lantaran jenis pohon yang langka di Indonesia. “Tanaman ini sudah langka. Kami dapatkan dari Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, dipindahkan ke sini untuk dilestarikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pohon Mersawa bisa berumur hingga 200 tahun lebih dan tingginya bisa mencapai 50 hingga 60 meter. “Kalau yang ditanam Bapak Presiden ini umurnya sekitar 20 tahun,” tambahnya.

Berbarengan dengan penanaman pohon Mersawa, dalam rangkaian HPN 2020 dilakukan pula penanaman sebanyak 168 pohon endemik dari seluruh provinsi Indonesia dan tanaman sengon sebanyak 18.000 di area Hutan Pers.

Hanif menyampaikan, luas area Hutan Pers mencapai 6,3 hektare dan akan menjadi ikonik Kalsel. “Peresmian Hutan Pers sebagai permulaan dari kegiatan pembangunan kebun bibit desa (KBD) di Kalsel. Seperti diketahui, pemulihan kondisi daerah aliran sungai yang kritis perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan lahan kosong atau tidak produktif,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/