alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 9 August 2022

Mengenal Legislator yang Suka Menulis: Sebagai Pedoman Sesama Anggota Dewan

Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah. Apapun latar belakang pendidikannya, mereka dituntut bisa menjalankan tugas itu. Itulah yang memicu Karli Hanafi Kalianda untuk menulis buku tentang pembentukan perda.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

PRIA yang akrab disapa Karli ini menceritakan mengapa sampai muncul pemikiran untuk membuat buku tersebut. Menurutnya, selama ini tidak semua anggota dewan mempunyai latar belakang di bidang hukum.

Sementara bagi seorang legislator, otomatis harus bisa membuat perda atau undang-undang. Sesuai namanya, legislasi berarti produk hukum yang telah disahkan badan legislatif.

“Dengan buku ini saya mencoba membantu kawan-kawan. Semoga bisa menjadi pedoman dalam pembentukan suatu perda,” tutur Karli.

Proses penulisannya, terang politikus Partai Golkar itu, selama beberapa bulan terakhir ia rajin menghimpun data-data dari berbagai literatur.

Tanpa kendala berarti, buku itu akhirnya rampung ditulis. Cetakan awal sebanyak 500 eksemplar. Sebagian sudah diserahkan ke perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat, sebagian lagi dibagikan di gedung dewan.

“Pembuatan buku ini selama enam bulan. Tak terlalu sulit, paling-paling hanya perlu menuntun yang mengetik naskah saja,” ujarnya.

Buku tersebut berisi apa saja yang perlu dilakukan sebelum membuat rancangan peraturan daerah (raperda). Misalnya, mulai teknik rancangan, bagaimana bentuknya, penelitian, teori perundang-undangan, hingga filosofinya.

“Bisa digunakan oleh anggota dewan dan pemerintah daerah, sebagai pedoman membuat perda,” harapnya.

Menanggapi buku berjudul ‘Legal Drafting Panduan Peraturan Daerah’ ini, anggota dewan dari Fraksi Gerindra Kalsel, M Lutfi Syaifuddin menilainya amat bagus. Bisa menambah khazanah pengetahuan. “Sebagai bahan literasi untuk menambah pengetahuan,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Karli sudah menulis setidaknya 13 judul buku. Fokus pendidikan politikus senior Banua itu pada bidang hukum administrasi. (fud/ema)

Salah satu tugas anggota DPRD adalah membuat peraturan daerah. Apapun latar belakang pendidikannya, mereka dituntut bisa menjalankan tugas itu. Itulah yang memicu Karli Hanafi Kalianda untuk menulis buku tentang pembentukan perda.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

PRIA yang akrab disapa Karli ini menceritakan mengapa sampai muncul pemikiran untuk membuat buku tersebut. Menurutnya, selama ini tidak semua anggota dewan mempunyai latar belakang di bidang hukum.

Sementara bagi seorang legislator, otomatis harus bisa membuat perda atau undang-undang. Sesuai namanya, legislasi berarti produk hukum yang telah disahkan badan legislatif.

“Dengan buku ini saya mencoba membantu kawan-kawan. Semoga bisa menjadi pedoman dalam pembentukan suatu perda,” tutur Karli.

Proses penulisannya, terang politikus Partai Golkar itu, selama beberapa bulan terakhir ia rajin menghimpun data-data dari berbagai literatur.

Tanpa kendala berarti, buku itu akhirnya rampung ditulis. Cetakan awal sebanyak 500 eksemplar. Sebagian sudah diserahkan ke perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat, sebagian lagi dibagikan di gedung dewan.

“Pembuatan buku ini selama enam bulan. Tak terlalu sulit, paling-paling hanya perlu menuntun yang mengetik naskah saja,” ujarnya.

Buku tersebut berisi apa saja yang perlu dilakukan sebelum membuat rancangan peraturan daerah (raperda). Misalnya, mulai teknik rancangan, bagaimana bentuknya, penelitian, teori perundang-undangan, hingga filosofinya.

“Bisa digunakan oleh anggota dewan dan pemerintah daerah, sebagai pedoman membuat perda,” harapnya.

Menanggapi buku berjudul ‘Legal Drafting Panduan Peraturan Daerah’ ini, anggota dewan dari Fraksi Gerindra Kalsel, M Lutfi Syaifuddin menilainya amat bagus. Bisa menambah khazanah pengetahuan. “Sebagai bahan literasi untuk menambah pengetahuan,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, Karli sudah menulis setidaknya 13 judul buku. Fokus pendidikan politikus senior Banua itu pada bidang hukum administrasi. (fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/