alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Demi Jalan, Ayo Bebaskan Lahan

BANJARMASIN – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin mengklaim sepanjang 1.204,30 kilometer jalan di Kalsel telah berstatus mantap. Hanya tinggal 76,12 Km saja yang masih perlu diperbaiki.

Kepala Bidang Perencanaan BBPJN XI Banjarmasin Syauqi Kamal mengatakan klaim itu berdasarkan hasil dari pengujian kerataan jalan pada semester II tahun 2019 tadi.

Jalan nasional di Kalsel dengan kondisi baik sepanjang 493,80 Km atau 41,06 persen. Sementara, jalan dengan kondisi sedang mencapai 632,65 Km atau 52,60 persen. Sedangkan jalan dengan kondisi rusak ringan sepanjang 70,73 Km atau 5,88 persen, rusak berat sepanjang 5,39 Km atau 0,45 persen.

“Kita patut berbangga, meski masih ada yang tak mantap. Tapi sepanjang 1.126,45 Km atau 93,66 persen jalan nasional di Kalsel dalam kondisi mantap,” papar Syauqi. 

Diungkapkannya, capaian kondisi jalan nasional di semester II tersebut mengalami peningkatan jika dibandingakan pada saat semester I tahun 2019. Kala itu beber Syauqi, kondisi jalan rusak berat mencapai 79,42 Km atau 6,60 persen. Sementara, rusak ringan sepanjang 182,35 Km atau 15,16 persen.

“Pada semester I, kondisi jalan mantap hanya 78,23 persen. Sedangkan tak mantap mencapai 21,77 persen,” sebutnya.

Tahun ini, BBPJN XI Banjarmasin mendapat suntikan dana APBN mencapai Rp917.967.879.000. Dengan uang sebanyak itu, pihaknya tak hanya melakukan penanangan dan pembangunan jembatan, sebagian juga dialokasikan untuk penanangan jalan nasional di Kalsel.

Dibeberkan Syauqi, kondisi ruas jalan yang dinilai kurang mantap ada di ruas Jalan Simpang Serapat Marabahan, Jalan Gubernur Syarkawie hingga ke Jalan Ahmad Yani Hulu Sungai Selatan. “Ada yang masih jelek, seperti berlubang. Juga ada sedikit yang bergelombang,” bebernya.

Tak hanya itu, dari yang seharusnya lebar jalan nasional mencapai 7 meter masih ada jalan nasional yang lebarnya hanya 4 meter. Tentu, dengan kondisi ini, sangat membahayakan bagi pengendara. “Semua jalan nasional menjadi prioritas. Tapi yang di Jalan Gubernur Syarkawi hingga ke Hulu Sungai Selatan menjadi penekanan tahun ini untuk ditangani,” tambahnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah agar sama-sama menyelesaikan soal pembebasan lahan. Pasalnya, ketika lahan tak beres. Tak mungkin pihaknya bekerja untuk melebarkan jalan. 

Dia mencontohkan pelebaran jalan nasional di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti hingga Simpang Serapat. Anggaran untuk pekerjaan pelebaran jalan ungkapnya sudah tersedia. Namun, karena lahan tak beres, pihaknya pun tak bisa melakukan lelang pekerjaan.

“Sama-sama lah, dukungan harus semua pihak agar bisa selesai sesuai target. Kami juga akan dipertanyakan oleh pemerintah pusat, kenapa tak bisa melelangkan,” tukasnya.

Selain pelebaran jalan, Syauqi mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan membangun jembatan di Jalan Ahmad Yani di kawasan Martapura. Yakni di Jembatan Antasan Senor. Saat ini BBPJN XI Banjarmasin tengah melakukan koordinasi dengan Pemkab Banjar untuk dilakukan pembebasan lahan. (mof)

BANJARMASIN – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin mengklaim sepanjang 1.204,30 kilometer jalan di Kalsel telah berstatus mantap. Hanya tinggal 76,12 Km saja yang masih perlu diperbaiki.

Kepala Bidang Perencanaan BBPJN XI Banjarmasin Syauqi Kamal mengatakan klaim itu berdasarkan hasil dari pengujian kerataan jalan pada semester II tahun 2019 tadi.

Jalan nasional di Kalsel dengan kondisi baik sepanjang 493,80 Km atau 41,06 persen. Sementara, jalan dengan kondisi sedang mencapai 632,65 Km atau 52,60 persen. Sedangkan jalan dengan kondisi rusak ringan sepanjang 70,73 Km atau 5,88 persen, rusak berat sepanjang 5,39 Km atau 0,45 persen.

“Kita patut berbangga, meski masih ada yang tak mantap. Tapi sepanjang 1.126,45 Km atau 93,66 persen jalan nasional di Kalsel dalam kondisi mantap,” papar Syauqi. 

Diungkapkannya, capaian kondisi jalan nasional di semester II tersebut mengalami peningkatan jika dibandingakan pada saat semester I tahun 2019. Kala itu beber Syauqi, kondisi jalan rusak berat mencapai 79,42 Km atau 6,60 persen. Sementara, rusak ringan sepanjang 182,35 Km atau 15,16 persen.

“Pada semester I, kondisi jalan mantap hanya 78,23 persen. Sedangkan tak mantap mencapai 21,77 persen,” sebutnya.

Tahun ini, BBPJN XI Banjarmasin mendapat suntikan dana APBN mencapai Rp917.967.879.000. Dengan uang sebanyak itu, pihaknya tak hanya melakukan penanangan dan pembangunan jembatan, sebagian juga dialokasikan untuk penanangan jalan nasional di Kalsel.

Dibeberkan Syauqi, kondisi ruas jalan yang dinilai kurang mantap ada di ruas Jalan Simpang Serapat Marabahan, Jalan Gubernur Syarkawie hingga ke Jalan Ahmad Yani Hulu Sungai Selatan. “Ada yang masih jelek, seperti berlubang. Juga ada sedikit yang bergelombang,” bebernya.

Tak hanya itu, dari yang seharusnya lebar jalan nasional mencapai 7 meter masih ada jalan nasional yang lebarnya hanya 4 meter. Tentu, dengan kondisi ini, sangat membahayakan bagi pengendara. “Semua jalan nasional menjadi prioritas. Tapi yang di Jalan Gubernur Syarkawi hingga ke Hulu Sungai Selatan menjadi penekanan tahun ini untuk ditangani,” tambahnya.

Dia meminta kepada pemerintah daerah agar sama-sama menyelesaikan soal pembebasan lahan. Pasalnya, ketika lahan tak beres. Tak mungkin pihaknya bekerja untuk melebarkan jalan. 

Dia mencontohkan pelebaran jalan nasional di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti hingga Simpang Serapat. Anggaran untuk pekerjaan pelebaran jalan ungkapnya sudah tersedia. Namun, karena lahan tak beres, pihaknya pun tak bisa melakukan lelang pekerjaan.

“Sama-sama lah, dukungan harus semua pihak agar bisa selesai sesuai target. Kami juga akan dipertanyakan oleh pemerintah pusat, kenapa tak bisa melelangkan,” tukasnya.

Selain pelebaran jalan, Syauqi mengungkapkan, tahun ini pihaknya akan membangun jembatan di Jalan Ahmad Yani di kawasan Martapura. Yakni di Jembatan Antasan Senor. Saat ini BBPJN XI Banjarmasin tengah melakukan koordinasi dengan Pemkab Banjar untuk dilakukan pembebasan lahan. (mof)

Most Read

Artikel Terbaru

/