alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Dukung Nadjmi-Jaya, Kans Golkar-Gerindra Berkoalisi

BANJARBARU – Pasangan petahana Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan nampaknya bakal memiliki banyak dukungan partai politik untuk bisa melenggang ke Pilkada Banjarbaru 2020. Pasalnya, selain Golkar, Partai Gerindra juga disebut-sebut condong ke mereka.

Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani Syahran mengungkapkan, Partai Gerindra hampir dipastikan mendukung Nadjmi-Jaya dalam Pilkada Banjarbaru. Meski, SK rekomendasi dari DPP belum turun. “Insya Allah Nadjmi-Jaya. Kita tinggal menunggu SK dari DPP,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Syahriani mengaku sudah berbicara dengan pasangan Nadjmi-Jaya mengenai dukungan mereka. “Tapi masih sebatas pembicaraan lisan,” paparnya.

Kalau memang Gerindra nantinya mendukung Nadjmi-Jaya maka partai besutan Prabowo Subiyanto ini punya kans berkoalisi dengan Golkar pada Pilkada Banjarbaru. Dalam beberapa hari terakhir beredar kabar Golkar juga condong ke pasangan petahana.

Ditanya terkait hal itu, Syahriani mengaku belum mengetahui tentang kabar arah dukungan Golkar. “Saya belum tahu tentang kabar itu (Golkar condong ke Nadjmi-Jaya). Tapi untuk sementara tetap (Gerindra mendukung Nadjmi-Jaya), belum ada perubahan,” ujarnya.

Sebelumnya, kabar arah dukungan Golkar ke pasangan Nadjmi-Jaya dikuatkan oleh pernyataan Ketua Harian Golkar Kalsel, H Supian HK.

Dia menyampaikan, melihat peluang dua kader Golkar, yakni Nadjmi sebagai Ketua DPD (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) SOKSI Kalsel dan AR Iwansyah selaku Ketua DPD Golkar Banjarbaru yang sama-sama maju dalam Pilkada 2020. Nadjmi lah menurutnya yang lebih berpeluang. “Melihat kekuatan keduanya, kuat Nadjmi,” kata H Supian.

Meski begitu, menurut H Supian, DPD Golkar Kalsel tetap menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Karena itu sudah menjadi aturan dalam partai, daerah akan mengikuti keputusan di pusat. “Yang menetapkan tetap DPP, DPD taat kepada aturan partai,” jelasnya.

AR Iwansyah sendiri maju sebagai wakilnya Aditya Mufti Ariffin. Pasangan Aditya-Iwansyah ini telah mengantongi SK dukungan dari PPP.

Sementara itu, terkait arah dukungan Golkar dan Gerindra, Darmawan Jaya Setiawan, wakilnya Nadjmi Adhani saat dimintai keterangan nampaknya lebih yakin mendapatkan dukungan dari Gerindra. Pasalnya, untuk dukungan Golkar dia mengaku belum menerima informasi. “Insya Allah dukungan Gerindra ke Nadjmi-Jaya,” ujarnya.

Jika memang Golkar dan Gerindra berkoalisi untuk mendukung Nadjmi-Jaya, maka pasangan petahana ini punya modal 15 kursi dalam keikutsertaan mereka di Pilkada Banjarbaru. Karena, sebelumnya Nadjmi-Jaya sudah menerima SK dukungan dari NasDem yang mempunyai empat kursi. Sementara Golkar memiliki lima kursi dan Gerindra punya enam kursi.

Dimintai tanggapan dari pasangan penantang: Aditya-Iwansyah terkait kemungkinan banyaknya kursi yang dimiliki petahana, Aditya tidak merespons pesan whatsapp wartawan.

Sebelumnya, Aditya juga masih enggan buka-bukaan partai mana saja yang sudah memberikan lampu hijau kepada mereka. “Ya kita lihat saja dalam beberapa waktu yang akan datang,” ujarnya.

Baru mengantongi SK dukungan dari PPP, Aditya-Iwansyah masih perlu mencari koalisi. Pasalnya, PPP hanya punya modal empat kursi, sehingga masih perlu dua kursi untuk bisa maju dalam Pilkada Banjarbaru.

Sementara itu, sejumlah partai politik di Banjarbaru hingga kini masih belum menentukan arah dukungan lantaran menunggu kabar dari pimpinan pusat. Ketua DPD PKS Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli menuturkan bahwa mereka sedang menunggu surat rekomendasi dari DPP. “Insya Allah beberapa saat lagi. Mungkin bulan ini rekomendasi sudah keluar,” tuturnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, Wartono juga demikian. Dia mengaku masih menunggu rekomendasi dari pusat. “Insya Allah akhir Maret sudah ada,” singkatnya. (ris/ema)

BANJARBARU – Pasangan petahana Nadjmi Adhani – Darmawan Jaya Setiawan nampaknya bakal memiliki banyak dukungan partai politik untuk bisa melenggang ke Pilkada Banjarbaru 2020. Pasalnya, selain Golkar, Partai Gerindra juga disebut-sebut condong ke mereka.

Ketua DPC Gerindra Banjarbaru Syahriani Syahran mengungkapkan, Partai Gerindra hampir dipastikan mendukung Nadjmi-Jaya dalam Pilkada Banjarbaru. Meski, SK rekomendasi dari DPP belum turun. “Insya Allah Nadjmi-Jaya. Kita tinggal menunggu SK dari DPP,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Syahriani mengaku sudah berbicara dengan pasangan Nadjmi-Jaya mengenai dukungan mereka. “Tapi masih sebatas pembicaraan lisan,” paparnya.

Kalau memang Gerindra nantinya mendukung Nadjmi-Jaya maka partai besutan Prabowo Subiyanto ini punya kans berkoalisi dengan Golkar pada Pilkada Banjarbaru. Dalam beberapa hari terakhir beredar kabar Golkar juga condong ke pasangan petahana.

Ditanya terkait hal itu, Syahriani mengaku belum mengetahui tentang kabar arah dukungan Golkar. “Saya belum tahu tentang kabar itu (Golkar condong ke Nadjmi-Jaya). Tapi untuk sementara tetap (Gerindra mendukung Nadjmi-Jaya), belum ada perubahan,” ujarnya.

Sebelumnya, kabar arah dukungan Golkar ke pasangan Nadjmi-Jaya dikuatkan oleh pernyataan Ketua Harian Golkar Kalsel, H Supian HK.

Dia menyampaikan, melihat peluang dua kader Golkar, yakni Nadjmi sebagai Ketua DPD (Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) SOKSI Kalsel dan AR Iwansyah selaku Ketua DPD Golkar Banjarbaru yang sama-sama maju dalam Pilkada 2020. Nadjmi lah menurutnya yang lebih berpeluang. “Melihat kekuatan keduanya, kuat Nadjmi,” kata H Supian.

Meski begitu, menurut H Supian, DPD Golkar Kalsel tetap menyerahkan sepenuhnya kepada DPP. Karena itu sudah menjadi aturan dalam partai, daerah akan mengikuti keputusan di pusat. “Yang menetapkan tetap DPP, DPD taat kepada aturan partai,” jelasnya.

AR Iwansyah sendiri maju sebagai wakilnya Aditya Mufti Ariffin. Pasangan Aditya-Iwansyah ini telah mengantongi SK dukungan dari PPP.

Sementara itu, terkait arah dukungan Golkar dan Gerindra, Darmawan Jaya Setiawan, wakilnya Nadjmi Adhani saat dimintai keterangan nampaknya lebih yakin mendapatkan dukungan dari Gerindra. Pasalnya, untuk dukungan Golkar dia mengaku belum menerima informasi. “Insya Allah dukungan Gerindra ke Nadjmi-Jaya,” ujarnya.

Jika memang Golkar dan Gerindra berkoalisi untuk mendukung Nadjmi-Jaya, maka pasangan petahana ini punya modal 15 kursi dalam keikutsertaan mereka di Pilkada Banjarbaru. Karena, sebelumnya Nadjmi-Jaya sudah menerima SK dukungan dari NasDem yang mempunyai empat kursi. Sementara Golkar memiliki lima kursi dan Gerindra punya enam kursi.

Dimintai tanggapan dari pasangan penantang: Aditya-Iwansyah terkait kemungkinan banyaknya kursi yang dimiliki petahana, Aditya tidak merespons pesan whatsapp wartawan.

Sebelumnya, Aditya juga masih enggan buka-bukaan partai mana saja yang sudah memberikan lampu hijau kepada mereka. “Ya kita lihat saja dalam beberapa waktu yang akan datang,” ujarnya.

Baru mengantongi SK dukungan dari PPP, Aditya-Iwansyah masih perlu mencari koalisi. Pasalnya, PPP hanya punya modal empat kursi, sehingga masih perlu dua kursi untuk bisa maju dalam Pilkada Banjarbaru.

Sementara itu, sejumlah partai politik di Banjarbaru hingga kini masih belum menentukan arah dukungan lantaran menunggu kabar dari pimpinan pusat. Ketua DPD PKS Banjarbaru, A Nur Irsan Finazli menuturkan bahwa mereka sedang menunggu surat rekomendasi dari DPP. “Insya Allah beberapa saat lagi. Mungkin bulan ini rekomendasi sudah keluar,” tuturnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, Wartono juga demikian. Dia mengaku masih menunggu rekomendasi dari pusat. “Insya Allah akhir Maret sudah ada,” singkatnya. (ris/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/