alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 11 August 2022

Satpol PP Obok-Obok Hotel

BANJARMASIN – Puluhan orang terjaring razia Satpol PP Kota Banjarmasin, Selasa (11/2) pagi. Ditemukan di sejumlah kamar hotel di Banjarmasin.

Razia hotel kelas melati itu berlangsung di Hotel Pelangi Jalan Sutoyo S, Hotel Rajawali Jalan H Anang Adenansi, dan Hotel Gondola di Jalan RE Martadinata. Ada 18 orang tak memiliki identitas. Lima pasangan bukan muhrim. Tiga lainnya menenggak minuman keras.

Semuanya diangkut truk menuju markas Satpol PP di Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan. Mereka didata, dibina, sekaligus membuat perjanjian tidak mengulangi lagi. “Bahkan satu pasangan di bawah umur kami amankan,” kata Komandan Peleton IV, Rizkan Wahyudi.

Sebanyak 29 personel diturunkan. Mereka menemukan hotel yang menjual minuman keras (miras) tanpa bisa memperlihatkan surat izin resmi. Ada 30 miras dalam kemasan kaleng dan botol disita. “Akan kami panggil pemilik miras untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurutnya, jadwal razia dilakukan tak menentu. Bisa pagi, siang, sore, malam, atau dini hari. Sebelum penertiban, pihaknya memantau hotel yang diduga sering dijadikan sebagai tempat mesum. “Satpol PP kerjanya 24 jam. Sebelum tindakan, evaluasi dulu (hasil pengamatan, Red),” terangnya.

Resepsionis Hotel Gondola, Faisal mengatakan tidak mengetahui apakah miras yang dijual pihaknya memiliki izin resmi. Dia hanya karyawan hotel. “Saya kerja di sini baru tiga bulan. Cuma disuruh menjual saja,” ucapnya. (gmp/dye/ema)

BANJARMASIN – Puluhan orang terjaring razia Satpol PP Kota Banjarmasin, Selasa (11/2) pagi. Ditemukan di sejumlah kamar hotel di Banjarmasin.

Razia hotel kelas melati itu berlangsung di Hotel Pelangi Jalan Sutoyo S, Hotel Rajawali Jalan H Anang Adenansi, dan Hotel Gondola di Jalan RE Martadinata. Ada 18 orang tak memiliki identitas. Lima pasangan bukan muhrim. Tiga lainnya menenggak minuman keras.

Semuanya diangkut truk menuju markas Satpol PP di Jalan KS Tubun, Banjarmasin Selatan. Mereka didata, dibina, sekaligus membuat perjanjian tidak mengulangi lagi. “Bahkan satu pasangan di bawah umur kami amankan,” kata Komandan Peleton IV, Rizkan Wahyudi.

Sebanyak 29 personel diturunkan. Mereka menemukan hotel yang menjual minuman keras (miras) tanpa bisa memperlihatkan surat izin resmi. Ada 30 miras dalam kemasan kaleng dan botol disita. “Akan kami panggil pemilik miras untuk dimintai keterangan,” ujarnya.

Menurutnya, jadwal razia dilakukan tak menentu. Bisa pagi, siang, sore, malam, atau dini hari. Sebelum penertiban, pihaknya memantau hotel yang diduga sering dijadikan sebagai tempat mesum. “Satpol PP kerjanya 24 jam. Sebelum tindakan, evaluasi dulu (hasil pengamatan, Red),” terangnya.

Resepsionis Hotel Gondola, Faisal mengatakan tidak mengetahui apakah miras yang dijual pihaknya memiliki izin resmi. Dia hanya karyawan hotel. “Saya kerja di sini baru tiga bulan. Cuma disuruh menjual saja,” ucapnya. (gmp/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/