alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Haji Denny Terjun Langsung Bantu Korban Banjir

AMUNTAI – Sebagian wilayah Hulu Sungai Utara mengalami bencana banjir. Bakal calon Gubernur Kalsel Prof Dr H Denny Indrayana bersama relawan terjun langsung ke lokasi. Mereka mencoba meringankan beban para korban banjir dengan memberikan bantuan.

Pada hari Senin (10/2) Haji Denny mengunjungi Hulu Sungai Utara. Ia terjun bersama relawan dari empat daerah yakni Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara sendiri. Mereka juga didukung oleh kehadiran Gerakan Emak Emak (Gema) Kalsel Berhijrah. 

Ada tiga lokasi yang dikunjungi Haji Denny selama di sana yakni Amuntai Utara, Tambalangan dan Pasar Amuntai Tengah. Di sana pakar hukum tata negara ini memberikan bantuan makanan siap saji diantaranya biskuit, mi, air mineral dan pakaian layak pakai. 

“Informasi yang dihimpun relawan di lapangan memang makanan siap saji dan pakaian layak pakai yang diperlukan, jadi kita berikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Haji Denny kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Usai berkunjung ke Amuntai, Haji Denny langsung kembali ke Banjarbaru dan tiba sekitar pukul dua dinihari pada Selasa (11/2). Ia kemudian menyempatkan Salat Subuh berjemaah di Masjid Al Jafri Banjarbaru. Kemudian paginya ia kembali bertolak menuju Astambul dan kemudian ke Tunggul Irang juga untuk meninjau lokasi banjir sekaligus memberikan bantuan.

“Yang tidak pernah ketinggalan para emak-emak juga turut terjun langsung membantu. Saya bersama-sama Galuh Milenial yang merupakan komunitas relawan emak-emak,” sebutnya.

Haji Denny menilai bencana banjir yang rutin terjadi saat musim hujan harus dicari solusi permanen. Salah satu yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengetahui penyebabnya. “Apa sebabnya perlu dicek. Kalau memang karena kerusakan lingkungan tentu harus ada langkah nyata untuk membenahi masalah ini,” ujarnya.

Jika kerusakan lingkungan terjadi karena dampak investasi pada sektor sumber daya alam maka perlu dilakukan evaluasi atas investasi tersebut. Menurutnya investasi sangat diperlukan oleh daerah namun tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan.

“Untuk mengatasi masalah juga perlu dibangun tanggul atau sumur resapan. Tentu ini melibatkan pemerintah kabupaten dan provinsi. Pada intinya dampak dari bencana harus terus dikurangi kedepan. Masyarakat harus bisa hidup layak dan nyaman serta tenang setiap musim hujan. Jangan sampai bencana ini terus terjadi,” harapnya. (*/tas)

AMUNTAI – Sebagian wilayah Hulu Sungai Utara mengalami bencana banjir. Bakal calon Gubernur Kalsel Prof Dr H Denny Indrayana bersama relawan terjun langsung ke lokasi. Mereka mencoba meringankan beban para korban banjir dengan memberikan bantuan.

Pada hari Senin (10/2) Haji Denny mengunjungi Hulu Sungai Utara. Ia terjun bersama relawan dari empat daerah yakni Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara sendiri. Mereka juga didukung oleh kehadiran Gerakan Emak Emak (Gema) Kalsel Berhijrah. 

Ada tiga lokasi yang dikunjungi Haji Denny selama di sana yakni Amuntai Utara, Tambalangan dan Pasar Amuntai Tengah. Di sana pakar hukum tata negara ini memberikan bantuan makanan siap saji diantaranya biskuit, mi, air mineral dan pakaian layak pakai. 

“Informasi yang dihimpun relawan di lapangan memang makanan siap saji dan pakaian layak pakai yang diperlukan, jadi kita berikan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Haji Denny kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Usai berkunjung ke Amuntai, Haji Denny langsung kembali ke Banjarbaru dan tiba sekitar pukul dua dinihari pada Selasa (11/2). Ia kemudian menyempatkan Salat Subuh berjemaah di Masjid Al Jafri Banjarbaru. Kemudian paginya ia kembali bertolak menuju Astambul dan kemudian ke Tunggul Irang juga untuk meninjau lokasi banjir sekaligus memberikan bantuan.

“Yang tidak pernah ketinggalan para emak-emak juga turut terjun langsung membantu. Saya bersama-sama Galuh Milenial yang merupakan komunitas relawan emak-emak,” sebutnya.

Haji Denny menilai bencana banjir yang rutin terjadi saat musim hujan harus dicari solusi permanen. Salah satu yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengetahui penyebabnya. “Apa sebabnya perlu dicek. Kalau memang karena kerusakan lingkungan tentu harus ada langkah nyata untuk membenahi masalah ini,” ujarnya.

Jika kerusakan lingkungan terjadi karena dampak investasi pada sektor sumber daya alam maka perlu dilakukan evaluasi atas investasi tersebut. Menurutnya investasi sangat diperlukan oleh daerah namun tetap harus memperhatikan kondisi lingkungan.

“Untuk mengatasi masalah juga perlu dibangun tanggul atau sumur resapan. Tentu ini melibatkan pemerintah kabupaten dan provinsi. Pada intinya dampak dari bencana harus terus dikurangi kedepan. Masyarakat harus bisa hidup layak dan nyaman serta tenang setiap musim hujan. Jangan sampai bencana ini terus terjadi,” harapnya. (*/tas)

Most Read

Artikel Terbaru

/