alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Banjir, Jadi Hiburan Warga HSU

AMUNTAI – Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mempunyai dua persepsi saat kedatangan banjir setiap tahun. Air luapan Sungai Tabalong, Nagara, dan Tabalong yang berkumpul di Amuntai, beberapa hari belakangan ini.

Kiriman air melimpah tersebut membuat sebagai jalan di kabupaten ini tergenang, dengan ketinggian bervariasi. Mulai semata kaki hingga lutut. Genangan ini justru menjadi hiburan bagi warga, khususnya anak-anak dan remaja. Mereka seolah bermain di kolam renang gratis saja.

Abdan, salah satu warga Kebun Sari mengaku memilih membawa anak-anaknya untuk berenang di Jalan Ahmad Yani. Ini hal yang kerap dilakukan warga untuk menghibur anaknya. Main air di jalanan.

“Dulu, kejadian ini pernah terjadi di akhir 2014. Sekarang datang lagi di awal tahun 2020 ini. Tahun ini cukup tinggi, sebab meski sudah ada peninggian jalan, air tetap tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Yusuf mengaku cemas sebab air hampir masuk ke kediamannya di Desa Jumba. “Kami memang langganan banjir. Namun ini rumah sudah didek dan ditinggikan masih saja air masuk ke dalam.

Jadi bisa diperkirakan banjir ini lebih besar dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. Bahkan desa ini di beberapa wilayah memang kerap terendam banjir tahunan.

Wakil Bupati HSU, H Husairi Abdi Lc meminta warganya agar berhati-hati dan waspada, agar dampak banjir tidak merugikan warga. Misalkan mengamankan harta benda dan alat listrik yang mudah menghantar arus. Kepada BPBD, Husairi meninstruksikan agar terus memonitor tinggi air dan meningkatkan fungsi rescue atau pertolongan bagi warga. (mar/ema)

AMUNTAI – Warga Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mempunyai dua persepsi saat kedatangan banjir setiap tahun. Air luapan Sungai Tabalong, Nagara, dan Tabalong yang berkumpul di Amuntai, beberapa hari belakangan ini.

Kiriman air melimpah tersebut membuat sebagai jalan di kabupaten ini tergenang, dengan ketinggian bervariasi. Mulai semata kaki hingga lutut. Genangan ini justru menjadi hiburan bagi warga, khususnya anak-anak dan remaja. Mereka seolah bermain di kolam renang gratis saja.

Abdan, salah satu warga Kebun Sari mengaku memilih membawa anak-anaknya untuk berenang di Jalan Ahmad Yani. Ini hal yang kerap dilakukan warga untuk menghibur anaknya. Main air di jalanan.

“Dulu, kejadian ini pernah terjadi di akhir 2014. Sekarang datang lagi di awal tahun 2020 ini. Tahun ini cukup tinggi, sebab meski sudah ada peninggian jalan, air tetap tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Yusuf mengaku cemas sebab air hampir masuk ke kediamannya di Desa Jumba. “Kami memang langganan banjir. Namun ini rumah sudah didek dan ditinggikan masih saja air masuk ke dalam.

Jadi bisa diperkirakan banjir ini lebih besar dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. Bahkan desa ini di beberapa wilayah memang kerap terendam banjir tahunan.

Wakil Bupati HSU, H Husairi Abdi Lc meminta warganya agar berhati-hati dan waspada, agar dampak banjir tidak merugikan warga. Misalkan mengamankan harta benda dan alat listrik yang mudah menghantar arus. Kepada BPBD, Husairi meninstruksikan agar terus memonitor tinggi air dan meningkatkan fungsi rescue atau pertolongan bagi warga. (mar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/