alexametrics
22.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Bersuhu Tubuh Tinggi Setelah Pulang Dari Cina, 4 Mahasiswa Dipantau Dinkes

BANJARBARU – Isu Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) telah sampai ke Banua. Empat mahasiswa asal Kalsel yang datang dari Cina tengah dipantau oleh Dinas Kesehatan lantaran terdeteksi bersuhu badan panas di atas rata-rata saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu (8/2) tadi.

Suhu badan empat mahasiswa berasal dari Kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tabalong dan Hulu Sungai Tengah tersebut diketahui panas tinggi ketika melintasi alat Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh yang dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin di terminal kedatangan bandara.

Karena bersuhu tubuh panas, keempat mahasiswa berinisial MFA, MS, AY dan MSN itu langsung dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut dan dilakukan pengawasan selama masa inkubasi 14 hari di daerah asal masing-masing. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah mereka terjangkit virus corona atau tidak.

Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim tak menampik bahwa ada empat mahasiswa dari Cina terdeteksi bersuhu tubuh panas. Namun, dia menolak jika Dinkes disebut mengawasi keempat mahasiswa tersebut.

“Kami hanya melakukan pemantauan, bukan pengawasan. Sebab, kemungkinan mereka tidak terinfeksi virus corona. Karena walaupun panas, tapi saat diperiksa suhu tubuh mereka di bawah 38 derajat celsius,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemantauan dilakukan hanya untuk antisipasi. Pasalnya, keempat mahasiswa tersebut sebenarnya sudah dinyatakan sehat oleh otoritas bandara di Thailand dan Soekarno Hatta.

“Jadi mereka ini bukan dari Wuhan. Tapi dari Nanjing, China. Sehingga, saat libur kuliah mereka boleh pulang via Thailand dan Jakarta. Dari sana mereka dinyatakan sehat,” ungkapnya.

Muslim tak yakin ke empat mahasiswa itu bisa pulang ke Banua jika mereka dari Wuhan. “Kalau dari Wuhan mereka pasti ikut rombongan yang dikarantina di Natuna,” kata Muslim.

Lalu bagaimana kondisi mereka saat ini? Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinkes masing-masing daerah yang memantaunya keempat mahasiswa tersebut dalam kondisi baik-baik saja. “Karena saat diperiksa juga tidak ada gejala terinveksi virus, seperti demam dan lain-lain,” ungkapnya.

Meski begitu, Muslim menyampaikan, selama masa pemantauan para mahasiswa itu diminta menggunakan alat pelindung diri, seperti masker. “Mereka juga diminta makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.

Diawasi Selama 14 Hari

SEMENTARA ITU, begitu mendengar kabar tersebut Dinas Kesehatan HST setempat langsung melakukan koordinasi dan antisipasi dengan pihak Puskesmas untuk melakukan investigasi. Salah satunya, yakni dengan mengunjungi kediaman MFA di Kecamatan Pandawan, kemarin (9/2) sore.

“Dari hasil yang didapat, kondisi MFA tampak sehat,” beber Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) di Dinas Kesehatan Kabupaten HST, Salahuddin.

Salahuddin membeberkan bahwa sementara ini, pihaknya juga berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah pengawasan terhadap yang bersangkutan melalui orang tuanya. Pengawasan, dilakukan selama 14 hari ke depan.

“Apabila ada gejala-gejala mengarah ke Virus Corona, maka sesegera mungkin membawanya ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Guna mendapatkan penanganan dan tindakan lebih lanjut,” tuntasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tapin Nurul, mengatakan pihaknya juga sudah menjemput seorang mahasiswa Tapin berinisal MS bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ulang lengkap di KKP Bandara, mereka aman dan bisa dibawa,” ucapnya.

Pemerintah Tanah Laut juga sudah memantau AY, mahasiswa Cina sepulang dari Nianjing Cina. Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Minggu (9/2) mengatakan mahasiswa itu sehat. “Negatif untuk Corona,” ucapnya melalui pesan Whatsapp.

Nina menyebutkan, setelah mendapat rekomendasi dari Provinsi, pihaknya langsung melakukan pemantauan, bahkan pihak Puskesmas Takisung sudah bertatap muka dengan mahasiswa tersebut. “Terus dipantau selama 14 hari,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong Taufiqurrahman mengatakan mahasiswa Tabalong berinisial MSN, berada di Banjarbaru bersama orang tuanya dan sedang dalam pengawasan dinas kesehatan daerah setempat. “Dia dikarantina di rumahnya tersebut,” katanya.

Selama empat belas hari remaja yang lahir 18 Mei 2000 itu dikarantina dan mendapatkan pantauan rutin.
Sejak didapati bersuhu tubuh tinggi sepulangnya dari Nianjing, Cina oleh otoritas Bandara Syamsudin Noor Sabtu kemarin, kini kondisinya mulai membaik. “Kondisi terakhir stabil suhu badannya dan tidak demam lagi,” cetusnya. (ris/war/dly/ard/ibn/ay/ran/ema)

BANJARBARU – Isu Virus Corona atau Novel Coronavirus (nCov) telah sampai ke Banua. Empat mahasiswa asal Kalsel yang datang dari Cina tengah dipantau oleh Dinas Kesehatan lantaran terdeteksi bersuhu badan panas di atas rata-rata saat tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Sabtu (8/2) tadi.

Suhu badan empat mahasiswa berasal dari Kabupaten Tapin, Tanah Laut, Tabalong dan Hulu Sungai Tengah tersebut diketahui panas tinggi ketika melintasi alat Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh yang dipasang Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banjarmasin di terminal kedatangan bandara.

Karena bersuhu tubuh panas, keempat mahasiswa berinisial MFA, MS, AY dan MSN itu langsung dibawa oleh Dinas Kesehatan untuk penanganan lebih lanjut dan dilakukan pengawasan selama masa inkubasi 14 hari di daerah asal masing-masing. Hal ini dilakukan guna memastikan apakah mereka terjangkit virus corona atau tidak.

Saat dikonfirmasi terkait kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Muslim tak menampik bahwa ada empat mahasiswa dari Cina terdeteksi bersuhu tubuh panas. Namun, dia menolak jika Dinkes disebut mengawasi keempat mahasiswa tersebut.

“Kami hanya melakukan pemantauan, bukan pengawasan. Sebab, kemungkinan mereka tidak terinfeksi virus corona. Karena walaupun panas, tapi saat diperiksa suhu tubuh mereka di bawah 38 derajat celsius,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemantauan dilakukan hanya untuk antisipasi. Pasalnya, keempat mahasiswa tersebut sebenarnya sudah dinyatakan sehat oleh otoritas bandara di Thailand dan Soekarno Hatta.

“Jadi mereka ini bukan dari Wuhan. Tapi dari Nanjing, China. Sehingga, saat libur kuliah mereka boleh pulang via Thailand dan Jakarta. Dari sana mereka dinyatakan sehat,” ungkapnya.

Muslim tak yakin ke empat mahasiswa itu bisa pulang ke Banua jika mereka dari Wuhan. “Kalau dari Wuhan mereka pasti ikut rombongan yang dikarantina di Natuna,” kata Muslim.

Lalu bagaimana kondisi mereka saat ini? Dia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Dinkes masing-masing daerah yang memantaunya keempat mahasiswa tersebut dalam kondisi baik-baik saja. “Karena saat diperiksa juga tidak ada gejala terinveksi virus, seperti demam dan lain-lain,” ungkapnya.

Meski begitu, Muslim menyampaikan, selama masa pemantauan para mahasiswa itu diminta menggunakan alat pelindung diri, seperti masker. “Mereka juga diminta makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” pungkasnya.

Diawasi Selama 14 Hari

SEMENTARA ITU, begitu mendengar kabar tersebut Dinas Kesehatan HST setempat langsung melakukan koordinasi dan antisipasi dengan pihak Puskesmas untuk melakukan investigasi. Salah satunya, yakni dengan mengunjungi kediaman MFA di Kecamatan Pandawan, kemarin (9/2) sore.

“Dari hasil yang didapat, kondisi MFA tampak sehat,” beber Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (Kabid P2P) di Dinas Kesehatan Kabupaten HST, Salahuddin.

Salahuddin membeberkan bahwa sementara ini, pihaknya juga berkoordinasi dan melakukan langkah-langkah pengawasan terhadap yang bersangkutan melalui orang tuanya. Pengawasan, dilakukan selama 14 hari ke depan.

“Apabila ada gejala-gejala mengarah ke Virus Corona, maka sesegera mungkin membawanya ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Guna mendapatkan penanganan dan tindakan lebih lanjut,” tuntasnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tapin Nurul, mengatakan pihaknya juga sudah menjemput seorang mahasiswa Tapin berinisal MS bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

“Setelah dilakukan pemeriksaan ulang lengkap di KKP Bandara, mereka aman dan bisa dibawa,” ucapnya.

Pemerintah Tanah Laut juga sudah memantau AY, mahasiswa Cina sepulang dari Nianjing Cina. Kepala Dinas Kesehatan Tala Nina Sandra saat dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Minggu (9/2) mengatakan mahasiswa itu sehat. “Negatif untuk Corona,” ucapnya melalui pesan Whatsapp.

Nina menyebutkan, setelah mendapat rekomendasi dari Provinsi, pihaknya langsung melakukan pemantauan, bahkan pihak Puskesmas Takisung sudah bertatap muka dengan mahasiswa tersebut. “Terus dipantau selama 14 hari,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong Taufiqurrahman mengatakan mahasiswa Tabalong berinisial MSN, berada di Banjarbaru bersama orang tuanya dan sedang dalam pengawasan dinas kesehatan daerah setempat. “Dia dikarantina di rumahnya tersebut,” katanya.

Selama empat belas hari remaja yang lahir 18 Mei 2000 itu dikarantina dan mendapatkan pantauan rutin.
Sejak didapati bersuhu tubuh tinggi sepulangnya dari Nianjing, Cina oleh otoritas Bandara Syamsudin Noor Sabtu kemarin, kini kondisinya mulai membaik. “Kondisi terakhir stabil suhu badannya dan tidak demam lagi,” cetusnya. (ris/war/dly/ard/ibn/ay/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/