alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 20 August 2022

Pohon Jokowi Jadi Simbol Hutan Pers

BANJARMASIN – Pohon Mersawa dengan tinggi sekitar lebih dari 10 meter tertancap di tengah-tengah Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel. Tanaman dengan nama latin Anisoptera Marginata Korth ini merupakan pohon yang ditanam oleh Presiden RI Joko Widodo dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalsel, Sabtu (8/2).

Memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut bakal menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq baru-baru tadi. “Iya, kalau bisa dipertahankan terus pohon akan jadi simbol Hutan Pers. Karena paling besar dan merupakan ciri khas hutan tropis Indonesia,” katanya.

Dia mengungkapkan, pohon Mersawa dipilih untuk ditanam Jokowi, selain menjadi salah satu tanaman khas Kalsel juga lantaran jenis pohon yang langka di Indonesia. “Tanaman ini sudah langka. Kami dapatkan dari Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, dipindahkan ke sini untuk dilestarikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pohon Mersawa bisa berumur hingga 200 tahun lebih dan tingginya bisa mencapai 50 hingga 60 meter. “Kalau yang ditanam Bapak Presiden ini umurnya sekitar 20 tahun,” tambahnya.

Berbarengan dengan penanaman pohon Mersawa, dalam rangkaian HPN 2020 dilakukan pula penanaman sebanyak 168 pohon endemik dari seluruh provinsi Indonesia dan tanaman sengon sebanyak 18.000 di area Hutan Pers.

Hanif menyampaikan, luas area Hutan Pers mencapai 6,3 hektare dan akan menjadi ikon Kalsel. “Peresmian Hutan Pers sebagai permulaan dari kegiatan pembangunan kebun bibit desa (KBD) di Kalsel. Seperti diketahui, pemulihan kondisi daerah aliran sungai yang kritis perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan lahan kosong atau tidak produktif,” ucapnya.

Selain Hutan Pers, dalam puncak HPN 2020 Jokowi juga meresmikan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, yang sebelumnya diberi nama Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T). “Jadi ada dua prasasti yang ditandatangani Jokowi pada saat yang bersamaan,” sebutnya.

Hanif mengklaim, Hutan Pers dan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia hanya ada di Kalsel. Karena, menurutnya sebelumnya belum pernah ada peresmian dua jenis hutan tersebut di provinsi lain.

“Sepertinya untuk taman belum ada yang diresmikan oleh Presiden, kecuali di Kalsel ini. Suatu kebanggaan kita semua sebagai rakyat Kalsel,” ungkapnya.

Dalam peresmian itu, Jokowi didampingi sejumlah kabinetnya. Seperti, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Polhukam Mahfud MD, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Terkait Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Hanif menyampaikan, kawasan itu dibangun sejalan dengan program revolusi hijau yang diinisiasi Gubernur Kalsel.

“Pemprov Kalsel telah melakukan berbagai upaya nyata dalam mengurangi dan menangani lahan kritis. Salah satunya ialah dengan membangun miniatur hutan hujan tropis yang merupakan ciri khas dari hutan di Kalsel,” katanya.

Lanjutnya, pembangunan hutan hujan tropis berdasarkan SK Gubernur Kalsel nomor 29 pada Januari 2018 tentang Penunjukkan Lokasi Miniatur Hutan Hujan Tropis pada Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel. “Total luasnya sekitar 90 hektare,” ucapnya.

Dia menjelaskan, selain untuk mengurangi lahan kritis pembangunan hutan hujan tropis merupakan salah satu upaya Pemprov Kalsel untuk mempertahankan keberadaan hutan tropis. Serta, menjaga kelestarian pohon endemik yang ada di dalamnya. Seperti, Ulin dan beberapa jenis Meranti.

“Beberapa pohon endemik yang tumbuh di hutan hujan tropis sudah jarang ditemukan, bahkan terancam punah,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARMASIN – Pohon Mersawa dengan tinggi sekitar lebih dari 10 meter tertancap di tengah-tengah Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel. Tanaman dengan nama latin Anisoptera Marginata Korth ini merupakan pohon yang ditanam oleh Presiden RI Joko Widodo dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Kalsel, Sabtu (8/2).

Memiliki ukuran paling besar dibandingkan ratusan tanaman lain yang juga ditanam di lokasi itu, pohon khas Kalsel tersebut bakal menjadi simbol Hutan Pers Taman Species Endemik Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq baru-baru tadi. “Iya, kalau bisa dipertahankan terus pohon akan jadi simbol Hutan Pers. Karena paling besar dan merupakan ciri khas hutan tropis Indonesia,” katanya.

Dia mengungkapkan, pohon Mersawa dipilih untuk ditanam Jokowi, selain menjadi salah satu tanaman khas Kalsel juga lantaran jenis pohon yang langka di Indonesia. “Tanaman ini sudah langka. Kami dapatkan dari Balai Penelitian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Banjarbaru, dipindahkan ke sini untuk dilestarikan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pohon Mersawa bisa berumur hingga 200 tahun lebih dan tingginya bisa mencapai 50 hingga 60 meter. “Kalau yang ditanam Bapak Presiden ini umurnya sekitar 20 tahun,” tambahnya.

Berbarengan dengan penanaman pohon Mersawa, dalam rangkaian HPN 2020 dilakukan pula penanaman sebanyak 168 pohon endemik dari seluruh provinsi Indonesia dan tanaman sengon sebanyak 18.000 di area Hutan Pers.

Hanif menyampaikan, luas area Hutan Pers mencapai 6,3 hektare dan akan menjadi ikon Kalsel. “Peresmian Hutan Pers sebagai permulaan dari kegiatan pembangunan kebun bibit desa (KBD) di Kalsel. Seperti diketahui, pemulihan kondisi daerah aliran sungai yang kritis perlu dilakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dan lahan kosong atau tidak produktif,” ucapnya.

Selain Hutan Pers, dalam puncak HPN 2020 Jokowi juga meresmikan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, yang sebelumnya diberi nama Miniatur Hutan Hujan Tropis (MH2T). “Jadi ada dua prasasti yang ditandatangani Jokowi pada saat yang bersamaan,” sebutnya.

Hanif mengklaim, Hutan Pers dan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia hanya ada di Kalsel. Karena, menurutnya sebelumnya belum pernah ada peresmian dua jenis hutan tersebut di provinsi lain.

“Sepertinya untuk taman belum ada yang diresmikan oleh Presiden, kecuali di Kalsel ini. Suatu kebanggaan kita semua sebagai rakyat Kalsel,” ungkapnya.

Dalam peresmian itu, Jokowi didampingi sejumlah kabinetnya. Seperti, Menteri PUPR Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Menteri Polhukam Mahfud MD, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto.

Terkait Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Hanif menyampaikan, kawasan itu dibangun sejalan dengan program revolusi hijau yang diinisiasi Gubernur Kalsel.

“Pemprov Kalsel telah melakukan berbagai upaya nyata dalam mengurangi dan menangani lahan kritis. Salah satunya ialah dengan membangun miniatur hutan hujan tropis yang merupakan ciri khas dari hutan di Kalsel,” katanya.

Lanjutnya, pembangunan hutan hujan tropis berdasarkan SK Gubernur Kalsel nomor 29 pada Januari 2018 tentang Penunjukkan Lokasi Miniatur Hutan Hujan Tropis pada Kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel. “Total luasnya sekitar 90 hektare,” ucapnya.

Dia menjelaskan, selain untuk mengurangi lahan kritis pembangunan hutan hujan tropis merupakan salah satu upaya Pemprov Kalsel untuk mempertahankan keberadaan hutan tropis. Serta, menjaga kelestarian pohon endemik yang ada di dalamnya. Seperti, Ulin dan beberapa jenis Meranti.

“Beberapa pohon endemik yang tumbuh di hutan hujan tropis sudah jarang ditemukan, bahkan terancam punah,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/