alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 11 August 2022

Gusti Makmur Jadi Prioritas DKPP

BANJARMASIN – Kasus dugaan pelanggaran etik yang Ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur menjadi prioritas Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Laporan yang masuk tinggal disidangkan.

Anggota DKPP RI, Prof Teguh Prasetyo mengungkapkan kasus ini tengah dilakukan verifikasi dan telaahan. Usai itu, akan ditentukan jadwal sidang etiknya. “Kasus ini menjadi prioritas kami untuk ditangani,” ujar Teguh di Banjarmasin, Kamis (6/2) tadi.

Apalagi sebutnya, yang bersangkutan sudah ditahan oleh aparat penegak hukum belum lama tadi. Sehingga, kasus ini pun terangnya harus ditangani cepat. “Yang ditangani DKPP bukan hanya perkara ini. Ada kasus etik lain juga, tapi jika sudah lengkap sesegeranya disidangkan,” janjinya.

Dia memastikan, sidang etik nanti tak akan digelar di DKPP RI di Jakarta. Alasannya adalah untuk menekan biaya dan efesiensi. Dicontohkannya seperti kasus etik di Garut dan Wahyu Setiawan yang sidang di KPK RI. “Majelis yang akan datang ke sini (Kalsel) seperti sidang-sidang yang lalu. Kami tinggal minta izin ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sementara, salah seorang sumber di DKPP RI mengungkapkan, berkas laporan yang disampaikan Bawaslu Banjarmasin ke DKPP RI sudah lengkap dan tinggal disidangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Penyidik Polres Banjarbaru telah merampungkan berkas perkara Gusti Makmur. Berkas dugaan pencabulan terhadap anak yang dilakukan saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Silvia Desty Rosalina sendiri membenarkan jika mereka sudah menerima berkas perkara dengan tersangka atas nama Gusti Makmur pada 3 Februari 2020 lalu. “Ya kami pelajari dulu, kelengkapan formil dan materilnya,” ujarnya.

Sesuai ketentuan pasal 138 dan 109, bahwa Kejari Banjarbaru hanya punya waktu tujuh hari untuk mempelajari berkas perkara ini. (mof/ran)

BANJARMASIN – Kasus dugaan pelanggaran etik yang Ketua KPU Banjarmasin, Gusti Makmur menjadi prioritas Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Laporan yang masuk tinggal disidangkan.

Anggota DKPP RI, Prof Teguh Prasetyo mengungkapkan kasus ini tengah dilakukan verifikasi dan telaahan. Usai itu, akan ditentukan jadwal sidang etiknya. “Kasus ini menjadi prioritas kami untuk ditangani,” ujar Teguh di Banjarmasin, Kamis (6/2) tadi.

Apalagi sebutnya, yang bersangkutan sudah ditahan oleh aparat penegak hukum belum lama tadi. Sehingga, kasus ini pun terangnya harus ditangani cepat. “Yang ditangani DKPP bukan hanya perkara ini. Ada kasus etik lain juga, tapi jika sudah lengkap sesegeranya disidangkan,” janjinya.

Dia memastikan, sidang etik nanti tak akan digelar di DKPP RI di Jakarta. Alasannya adalah untuk menekan biaya dan efesiensi. Dicontohkannya seperti kasus etik di Garut dan Wahyu Setiawan yang sidang di KPK RI. “Majelis yang akan datang ke sini (Kalsel) seperti sidang-sidang yang lalu. Kami tinggal minta izin ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sementara, salah seorang sumber di DKPP RI mengungkapkan, berkas laporan yang disampaikan Bawaslu Banjarmasin ke DKPP RI sudah lengkap dan tinggal disidangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Penyidik Polres Banjarbaru telah merampungkan berkas perkara Gusti Makmur. Berkas dugaan pencabulan terhadap anak yang dilakukan saat ini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Banjarbaru.

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru, Silvia Desty Rosalina sendiri membenarkan jika mereka sudah menerima berkas perkara dengan tersangka atas nama Gusti Makmur pada 3 Februari 2020 lalu. “Ya kami pelajari dulu, kelengkapan formil dan materilnya,” ujarnya.

Sesuai ketentuan pasal 138 dan 109, bahwa Kejari Banjarbaru hanya punya waktu tujuh hari untuk mempelajari berkas perkara ini. (mof/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/