alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Saturday, 13 August 2022

Ahmad Yani Sudah Dipermak, Giliran Trotoar Hasan Basry

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin sudah merombak total trotoar di Ahmad Yani. Dari kilometer satu, hingga enam. Tahun ini, giliran Jalan Hasan Basry.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan pembangunan trotoar itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IX.

Konsep trotoarnya sama seperti di Jalan Ahmad Yani. Menunjang untuk segala aktivitas pejalan kaki, termasuk bagi kaum difabel. “Supaya dari Selatan Banjarmasin ke ujung Utara, sarana pedestrian dan trotoar ramah difabel bisa dipergunakan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.

Menyediakan trotoar untuk pejalan kaki memang menjadi kewajiban pemerintah. Bahkan diamanatkan dalam Undang-Undang 22 Tahun 2009. Termasuk juga untuk kaum difabel. Yang memiliki hak sama dan menjadi prioritas bagi pemerintah.

Pemko berkomitmen untuk mengembalikan fungsi trotoar yang ada kota ini. Bukan untuk kendaraan bermotor. Apalagi lahan berjualan pedagang kaki lima (PKL). “Kami sudah membenahi trotoar di Jalan Ahmad Yani. Ke depan semua kawasan akan dibangun seperti itu,” tuturnya.

Berapa dana yang akan dikucurkan Balai Jalan Nasional? Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor menyebut sekitar Rp10 miliar. “Kebetulan ini memang jadi usulan kami juga,” katanya.

Yang ditata seluruhnya. Dari Jembatan Kembar Pangeran sampai Rumah Sakit Ansari Saleh di Kayu Tangi Ujung. Sisi kanan dan kiri jalan, arah keluar maupun masuk dalam kota.

Proyek pembangunan trotoar sendiri sudah memasuki tahap lelang. Tinggal menunggu prosesnya tuntas. “Menunggu dari balai saja,” ucapnya.

Pertimbangan pemko untuk merombak trotoar Hasan Basry masuk akal. Di sana ada Universitas Lambung Mangkurat, kampus terbesar di Kalsel. Juga ada banyak sekolah. Aktivitas pejalan kaki tergolong banyak.

“Jadi patut dibuatkan trotoar yang standar. Selain memenuhi estetika, juga ramah bagi kaum difabel,” tuntasnya.(nur/dye/ema)

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin sudah merombak total trotoar di Ahmad Yani. Dari kilometer satu, hingga enam. Tahun ini, giliran Jalan Hasan Basry.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan pembangunan trotoar itu nantinya akan dibantu oleh Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IX.

Konsep trotoarnya sama seperti di Jalan Ahmad Yani. Menunjang untuk segala aktivitas pejalan kaki, termasuk bagi kaum difabel. “Supaya dari Selatan Banjarmasin ke ujung Utara, sarana pedestrian dan trotoar ramah difabel bisa dipergunakan secara maksimal oleh masyarakat,” katanya.

Menyediakan trotoar untuk pejalan kaki memang menjadi kewajiban pemerintah. Bahkan diamanatkan dalam Undang-Undang 22 Tahun 2009. Termasuk juga untuk kaum difabel. Yang memiliki hak sama dan menjadi prioritas bagi pemerintah.

Pemko berkomitmen untuk mengembalikan fungsi trotoar yang ada kota ini. Bukan untuk kendaraan bermotor. Apalagi lahan berjualan pedagang kaki lima (PKL). “Kami sudah membenahi trotoar di Jalan Ahmad Yani. Ke depan semua kawasan akan dibangun seperti itu,” tuturnya.

Berapa dana yang akan dikucurkan Balai Jalan Nasional? Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor menyebut sekitar Rp10 miliar. “Kebetulan ini memang jadi usulan kami juga,” katanya.

Yang ditata seluruhnya. Dari Jembatan Kembar Pangeran sampai Rumah Sakit Ansari Saleh di Kayu Tangi Ujung. Sisi kanan dan kiri jalan, arah keluar maupun masuk dalam kota.

Proyek pembangunan trotoar sendiri sudah memasuki tahap lelang. Tinggal menunggu prosesnya tuntas. “Menunggu dari balai saja,” ucapnya.

Pertimbangan pemko untuk merombak trotoar Hasan Basry masuk akal. Di sana ada Universitas Lambung Mangkurat, kampus terbesar di Kalsel. Juga ada banyak sekolah. Aktivitas pejalan kaki tergolong banyak.

“Jadi patut dibuatkan trotoar yang standar. Selain memenuhi estetika, juga ramah bagi kaum difabel,” tuntasnya.(nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/