alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 20 August 2022

Target Kasus Bulanan, KPH Gencar Razia

BANJARBARU  — Perambahan hutan di Banua seperti tak ada habisnya. Rabu (29/1) tadi, Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Kalsel bersama Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) KPH Kusan kembali menemukan 5 meter kubik kayu yang diduga hasil dari pembalakan liar.

Berbagai jenis kayu yang sudah diolah dan digergaji berbentuk papan tersebut, ditemukan di kawasan hutan tanaman rakyat (HTR) di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Kusan, Dawan mengungkapkan, kayu temuan itu memang diduga kuat hasil pembalakan liar di dalam kawasan hutan. “Namun, identitas pelakunya belum diketahui. Kami sudah mencari pemilik kayunya, tapi tidak menemukannya,” katanya.

Dia mengungkapkan, penemuan kayu tersebut berdasarkan informasi dari Kepala Desa Teluk Kepayang. “Katanya di kawasan itu ada perambahan hutan. Personel, Rabu (29/1) langsung menggelar patroli ke sana. Ternyata benar, ada banyak tumpukan kayu yang sudah diolah,” ungkapnya.

Kayu temuan selanjutkan dibawa ke Kantor KPH Kusan untuk barang bukti. 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel Haris Setiawan menyebut, temuan kayu ilegal di KPH Kusan menjadi kasus pertama tahun ini. “Saat ini masih didalami soal jenis kayu. Kalau memang pemiliknya tidak ditemukan, kayu akan kami lelang,” tuturnya.

Di Kusan Hulu sendiri ternyata sudah beberapa kali ditemukan kayu. “Setiap tahun pasti ada, tapi pemiliknya tak ditemukan,” ujarnya.

Disampaikannya, saat ini seluruh KPH gencar melakukan patroli, mereka ditarget Kepala Dinas Kalsel Hanif Faisol Nurofiq. “Satu KPH ditarget dapat kasus setiap bulannya. Bahkan, beberapa KPH harus dapat dua kasus. Entah itu temuan atau tangkapan,” pungkasnya. (ris/by/bin)

BANJARBARU  — Perambahan hutan di Banua seperti tak ada habisnya. Rabu (29/1) tadi, Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan Kalsel bersama Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) KPH Kusan kembali menemukan 5 meter kubik kayu yang diduga hasil dari pembalakan liar.

Berbagai jenis kayu yang sudah diolah dan digergaji berbentuk papan tersebut, ditemukan di kawasan hutan tanaman rakyat (HTR) di Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala Seksi Perlindungan Hutan KPH Kusan, Dawan mengungkapkan, kayu temuan itu memang diduga kuat hasil pembalakan liar di dalam kawasan hutan. “Namun, identitas pelakunya belum diketahui. Kami sudah mencari pemilik kayunya, tapi tidak menemukannya,” katanya.

Dia mengungkapkan, penemuan kayu tersebut berdasarkan informasi dari Kepala Desa Teluk Kepayang. “Katanya di kawasan itu ada perambahan hutan. Personel, Rabu (29/1) langsung menggelar patroli ke sana. Ternyata benar, ada banyak tumpukan kayu yang sudah diolah,” ungkapnya.

Kayu temuan selanjutkan dibawa ke Kantor KPH Kusan untuk barang bukti. 

Secara terpisah, Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut Kalsel Haris Setiawan menyebut, temuan kayu ilegal di KPH Kusan menjadi kasus pertama tahun ini. “Saat ini masih didalami soal jenis kayu. Kalau memang pemiliknya tidak ditemukan, kayu akan kami lelang,” tuturnya.

Di Kusan Hulu sendiri ternyata sudah beberapa kali ditemukan kayu. “Setiap tahun pasti ada, tapi pemiliknya tak ditemukan,” ujarnya.

Disampaikannya, saat ini seluruh KPH gencar melakukan patroli, mereka ditarget Kepala Dinas Kalsel Hanif Faisol Nurofiq. “Satu KPH ditarget dapat kasus setiap bulannya. Bahkan, beberapa KPH harus dapat dua kasus. Entah itu temuan atau tangkapan,” pungkasnya. (ris/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/