alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Dugaan Bom Hebohkan Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU – Sejumlah personel dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel, Kamis (30/1) kemarin berdatangan ke Bandara Internasional Syamsudin Noor. Mereka datang untuk menindaklanjuti adanya temuan barang yang diduga bom.

Dengan mengenakan pakaian lengkap, Tim Penjinak Bom (Jibom) tampak memeriksa barang yang dicurigai di dalam terminal kedatangan domestik. Sedangkan di luar terminal sejumlah personel Brimob yang lain terlihat berjaga-jaga untuk mensterilkan lokasi.

Selama proses penanganan, tak seorang pun diperbolehkan masuk ke dalam terminal kedatangan. Termasuk para awak media yang datang untuk meliput kejadian tersebut.

Beberapa menit kemudian Tim Jibom keluar membawa barang yang dicurigai dengan dibungkus pembungkus khusus berwarna coklat. Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke Mako Sat Brimob Polda Kalsel.

Usai kondisi dinyatakan aman, Komandan Detasemen Gegana Kompol I Nyoman Suhardika menyampaikan, apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah simulasi dalam agenda Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke – 106 yang digelar PT Angkasa Pura I. “Walaupun cuma simulasi penanganan bom yang kami lakukan tetap sesuai SOP,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam simulasi tersebut pihaknya menurunkan dua unit personel. Yakni, Unit Jipom dan Unit Wanteror. “Kita bersyukur kegiatan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose menyampaikan, pelaksanaan latihan PKD merupakan komitmen mereka dalam mewujudkan layanan bandara berskala global dalam aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan terbaik. “Kegiatan PKD ini, fungsinya untuk koordinasi, komunikasi, komando, serta sinkronisasi antar unit dan instansi,” ucapnya.

Lanjutnya, latihan PKD terdiri dari tiga rangkaian kegiatan simulasi, yaitu latihan terkait penanganan ancaman keamanan bandara (Aviation Security Exercise), latihan penanganan kebakaran (Domestic Fire Exercise), dan latihan penanganan kecelakaan pesawat udara (Aircraft Accident Exercise). “Untuk Aircraft Accident Exercise tahun ini beda, karena kita lakukan pada malam hari,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam Domestic Fire Exercise, dilakukan simulasi kebakaran yang terjadi pada bus penumpang yang sedang menuju area parking stand. Sedangkan untuk simulasi Airport Security Exercise kesigapan personel diuji dalam penanganan kondisi darurat seperti ancamam bom atau aksi teror.

Sedangkan pada latihan Aircraft Accident Exercise, disimulasikan pesawat Meratus Air yang berjenis Boeing 737-900 ER (PK-MRT) mengalami kegagalan pada saat landing hingga pesawat terhempas ke Selatan runway Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dalam skenarionya digambarkan pula dari jumlah 192 penumpang dan 8 kru pesawat Meratus Air, sebanyak 20 korban dinyatakan meninggal dunia, 20 orang mengalami luka berat, 60 orang luka sedang. Serta, 100 lainnya luka ringan.

“Suasana simulasi dalam setiap latihan dirancang sedemikian rupa mendekati kondisi nyata, dimana korban jiwa, korban luka, api, dan semua kondisi darurat yang terjadi ditangani sesuai dengan pedoman yang tertuang di dalam Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Programme (ASP),” imbuh Wendo.

Dia menambahkan, dalam latihan PKD juga dilakukan penanganan pasca kejadian. Misalnya penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters & meeters, serta penanganan terhadap media melalui simulasi kegiatan media handling.

“Secara keseluruhan kegiatan latihan PKD ini tidak mengganggu jalannya operasional dan layanan di Bandara Internasional Syamsudin Noor,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Sejumlah personel dari Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Kalsel, Kamis (30/1) kemarin berdatangan ke Bandara Internasional Syamsudin Noor. Mereka datang untuk menindaklanjuti adanya temuan barang yang diduga bom.

Dengan mengenakan pakaian lengkap, Tim Penjinak Bom (Jibom) tampak memeriksa barang yang dicurigai di dalam terminal kedatangan domestik. Sedangkan di luar terminal sejumlah personel Brimob yang lain terlihat berjaga-jaga untuk mensterilkan lokasi.

Selama proses penanganan, tak seorang pun diperbolehkan masuk ke dalam terminal kedatangan. Termasuk para awak media yang datang untuk meliput kejadian tersebut.

Beberapa menit kemudian Tim Jibom keluar membawa barang yang dicurigai dengan dibungkus pembungkus khusus berwarna coklat. Barang tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke Mako Sat Brimob Polda Kalsel.

Usai kondisi dinyatakan aman, Komandan Detasemen Gegana Kompol I Nyoman Suhardika menyampaikan, apa yang mereka lakukan hanyalah sebuah simulasi dalam agenda Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke – 106 yang digelar PT Angkasa Pura I. “Walaupun cuma simulasi penanganan bom yang kami lakukan tetap sesuai SOP,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam simulasi tersebut pihaknya menurunkan dua unit personel. Yakni, Unit Jipom dan Unit Wanteror. “Kita bersyukur kegiatan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose menyampaikan, pelaksanaan latihan PKD merupakan komitmen mereka dalam mewujudkan layanan bandara berskala global dalam aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan terbaik. “Kegiatan PKD ini, fungsinya untuk koordinasi, komunikasi, komando, serta sinkronisasi antar unit dan instansi,” ucapnya.

Lanjutnya, latihan PKD terdiri dari tiga rangkaian kegiatan simulasi, yaitu latihan terkait penanganan ancaman keamanan bandara (Aviation Security Exercise), latihan penanganan kebakaran (Domestic Fire Exercise), dan latihan penanganan kecelakaan pesawat udara (Aircraft Accident Exercise). “Untuk Aircraft Accident Exercise tahun ini beda, karena kita lakukan pada malam hari,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam Domestic Fire Exercise, dilakukan simulasi kebakaran yang terjadi pada bus penumpang yang sedang menuju area parking stand. Sedangkan untuk simulasi Airport Security Exercise kesigapan personel diuji dalam penanganan kondisi darurat seperti ancamam bom atau aksi teror.

Sedangkan pada latihan Aircraft Accident Exercise, disimulasikan pesawat Meratus Air yang berjenis Boeing 737-900 ER (PK-MRT) mengalami kegagalan pada saat landing hingga pesawat terhempas ke Selatan runway Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Dalam skenarionya digambarkan pula dari jumlah 192 penumpang dan 8 kru pesawat Meratus Air, sebanyak 20 korban dinyatakan meninggal dunia, 20 orang mengalami luka berat, 60 orang luka sedang. Serta, 100 lainnya luka ringan.

“Suasana simulasi dalam setiap latihan dirancang sedemikian rupa mendekati kondisi nyata, dimana korban jiwa, korban luka, api, dan semua kondisi darurat yang terjadi ditangani sesuai dengan pedoman yang tertuang di dalam Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Programme (ASP),” imbuh Wendo.

Dia menambahkan, dalam latihan PKD juga dilakukan penanganan pasca kejadian. Misalnya penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters & meeters, serta penanganan terhadap media melalui simulasi kegiatan media handling.

“Secara keseluruhan kegiatan latihan PKD ini tidak mengganggu jalannya operasional dan layanan di Bandara Internasional Syamsudin Noor,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/