alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Ada Api di Bandara, Harus Tetap Tenang

BANJARBARU – Sebuah pesawat rakitan dari papan kayu dalam beberapa hari terakhir tampak terlihat di area landasan pacu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pesawat menyerupai pesawat asli itu rencananya digunakan untuk latihan keselamatan penerbangan yang digelar otoritas bandara.

Kegiatan sendiri rencananya dilaksanakan pada Kamis (30/1) hari ini, dengan melibatkan para anggota pemadam kebakaran bandara, Airnav Indonesia, Avsec (Aviation Security) dan lain-lain.

Dalam adegan simulasi, replika pesawat yang ada di dekat landasan pacu bakal dijadikan objek suatu pesawat yang seolah-olah mengalami insiden atau crash yang mengakibatkan kebakaran dan mengancam keselamatan semua penumpang di dalamnya.

Tapi karena petugas fire security, Avsec, Airnav dan lain-lain sudah sigap, maka penumpang aman dan dapat tertolong dengan selamat.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria mengatakan, karena dalam simulasi dimungkinkan ada api di kawasan bandara maka masyarakat diimbau untuk tetap tenang. “Kalau ada api jangan khawatir dan tetap tenang. Karena hanya sebuah simulasi,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam simulasi nantinya ada tiga kegiatan yang mereka gelar. Yakni, latihan penanganan kecelakaan pesawat (aircraft accident exercise), latihan pemadaman lokal (domestic fire exercise) dan latihan menjaga keselamatan pengguna jasa penerbangan (aviation security exercise). “Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 Wita,” ungkapnya.

Dibeberkannya, simulasi latihan keselamatan penerbangan selama ini memang rutin mereka laksanakan. Tujuannya, untuk melatih komunikasi dan koordinasi antar pihak dalam penanggulangan keadaan darurat. “Jadi, apa saja tindakan yang dilakukan pada saat adanya insiden dapat kita tentukan,” ujarnya.

Aditya memastikan, simulasi tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan. Meski digelar pada siang hari, ketika bandara sedang melayani penerbangan. “Jelas tidak mengganggu, karena semua sudah direncanakan dengan matang,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Sebuah pesawat rakitan dari papan kayu dalam beberapa hari terakhir tampak terlihat di area landasan pacu Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pesawat menyerupai pesawat asli itu rencananya digunakan untuk latihan keselamatan penerbangan yang digelar otoritas bandara.

Kegiatan sendiri rencananya dilaksanakan pada Kamis (30/1) hari ini, dengan melibatkan para anggota pemadam kebakaran bandara, Airnav Indonesia, Avsec (Aviation Security) dan lain-lain.

Dalam adegan simulasi, replika pesawat yang ada di dekat landasan pacu bakal dijadikan objek suatu pesawat yang seolah-olah mengalami insiden atau crash yang mengakibatkan kebakaran dan mengancam keselamatan semua penumpang di dalamnya.

Tapi karena petugas fire security, Avsec, Airnav dan lain-lain sudah sigap, maka penumpang aman dan dapat tertolong dengan selamat.

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria mengatakan, karena dalam simulasi dimungkinkan ada api di kawasan bandara maka masyarakat diimbau untuk tetap tenang. “Kalau ada api jangan khawatir dan tetap tenang. Karena hanya sebuah simulasi,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam simulasi nantinya ada tiga kegiatan yang mereka gelar. Yakni, latihan penanganan kecelakaan pesawat (aircraft accident exercise), latihan pemadaman lokal (domestic fire exercise) dan latihan menjaga keselamatan pengguna jasa penerbangan (aviation security exercise). “Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 Wita,” ungkapnya.

Dibeberkannya, simulasi latihan keselamatan penerbangan selama ini memang rutin mereka laksanakan. Tujuannya, untuk melatih komunikasi dan koordinasi antar pihak dalam penanggulangan keadaan darurat. “Jadi, apa saja tindakan yang dilakukan pada saat adanya insiden dapat kita tentukan,” ujarnya.

Aditya memastikan, simulasi tidak akan mengganggu aktivitas penerbangan. Meski digelar pada siang hari, ketika bandara sedang melayani penerbangan. “Jelas tidak mengganggu, karena semua sudah direncanakan dengan matang,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/