alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Rapat Berlangsung Panas, Kadis Sempat Dibentak, Izin Lingkungan SPBU Dipertanyakan

KOTABARU – Lamanya proses perizinan SPBU di Desa Cantung milik PT Sinar Pamukan Permai berbuntut panjang. Dewan mencecar pemerintah daerah di rapat kerja, Senin (27/1) tadi, dengan tudingan menghambat investasi.

Dalam rapat kerja itu, Ketua Komisi III DPRD Kotabaru, Soeji Hendra bahkan sempat membentak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arif Fadillah. Ia marah, karena menilai Arif banyak bercanda saat rapat itu. “Maksud bapak tertawa-tawa begitu apa? Tolong fokus pak,” ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Arif terlihat beberapa kali tertawa. Juga acap menjelaskan sesuatu yang bukan menjadi fokus masalah. Termasuk menyinggung anggaran Pokran (pokok pikiran dewan).

Menurut Putra, mestinya Arif menanggapi secara jelas mengapa perizinan lingkungan SPBU yang sudah lama berdiri itu belum ke luar. Sementara, dari data yang ia dapat, banyak SPBU baru berdiri namun sudah mendapatkan izin lingkungan. “Jangan sampai pemerintah dibilang menghambat investasi,” cecarnya.

Arif sendiri setelah menjelaskan panjang lebar, di akhir rapat akhirnya mengakui bahwa dirinya memang belum meneken izin milik Sinar Pamukan Permai. Alasannya, dia harus hati-hati. “Izin lingkungan tidak bisa sembarangan. Harus hati-hati. Kalau ada apa-apa saya yang tanggung,” ujarnya.

Terkait bentakan Soeji, Arif mengatakan dirinya tertawa agar suasana cair. “Biasa kan kita orang timur begitu,” ucapnya.

Terpisah, salah satu pengusaha Fuad kepada Radar Banjarmasin bercerita panjang. Ia mengaku diacuhkan pemerintah. “Didiamkan. Padahal semua berkas sudah kami penuhi. Setahun tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Dampaknya, SPBU miliknya dibekukan Pertamina. “Kami sudah lama di sini melayani masyarakat. Yang jadi soal, SPBU yang lain-lain, bahkan yang baru sudah terbit izinnya. Kenapa kami belum,” tekannya.

Data yang diperoleh wartawan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotabaru, tahun ini baru ada delapan SPBU yang ada izin lingkungannya. (zal/ema)

KOTABARU – Lamanya proses perizinan SPBU di Desa Cantung milik PT Sinar Pamukan Permai berbuntut panjang. Dewan mencecar pemerintah daerah di rapat kerja, Senin (27/1) tadi, dengan tudingan menghambat investasi.

Dalam rapat kerja itu, Ketua Komisi III DPRD Kotabaru, Soeji Hendra bahkan sempat membentak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Arif Fadillah. Ia marah, karena menilai Arif banyak bercanda saat rapat itu. “Maksud bapak tertawa-tawa begitu apa? Tolong fokus pak,” ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, Arif terlihat beberapa kali tertawa. Juga acap menjelaskan sesuatu yang bukan menjadi fokus masalah. Termasuk menyinggung anggaran Pokran (pokok pikiran dewan).

Menurut Putra, mestinya Arif menanggapi secara jelas mengapa perizinan lingkungan SPBU yang sudah lama berdiri itu belum ke luar. Sementara, dari data yang ia dapat, banyak SPBU baru berdiri namun sudah mendapatkan izin lingkungan. “Jangan sampai pemerintah dibilang menghambat investasi,” cecarnya.

Arif sendiri setelah menjelaskan panjang lebar, di akhir rapat akhirnya mengakui bahwa dirinya memang belum meneken izin milik Sinar Pamukan Permai. Alasannya, dia harus hati-hati. “Izin lingkungan tidak bisa sembarangan. Harus hati-hati. Kalau ada apa-apa saya yang tanggung,” ujarnya.

Terkait bentakan Soeji, Arif mengatakan dirinya tertawa agar suasana cair. “Biasa kan kita orang timur begitu,” ucapnya.

Terpisah, salah satu pengusaha Fuad kepada Radar Banjarmasin bercerita panjang. Ia mengaku diacuhkan pemerintah. “Didiamkan. Padahal semua berkas sudah kami penuhi. Setahun tidak ada perkembangan,” ujarnya.

Dampaknya, SPBU miliknya dibekukan Pertamina. “Kami sudah lama di sini melayani masyarakat. Yang jadi soal, SPBU yang lain-lain, bahkan yang baru sudah terbit izinnya. Kenapa kami belum,” tekannya.

Data yang diperoleh wartawan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotabaru, tahun ini baru ada delapan SPBU yang ada izin lingkungannya. (zal/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/