alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Relokasi Pasar Bauntung, Disdag Klaim 1.100 Pedagang Setuju Dipindah

BANJARBARU – Meski awalnya menuai penolakan, kabarnya saat ini mulai banyak yang sepakat mengenai rencana relokasi Pasar Bauntung ke eks Stadion Mini Haji Idak. Bahkan, Dinas Perdagangan Banjarbaru mengklaim hingga kini sudah ada seribu lebih pedagang yang setuju untuk dipindah.

“Iya, dari data kami sudah ada sekitar 1.100 pedagang yang mendaftarkan diri untuk siap di relokasi ke Stadion Mini Haji Idak,” kata Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru, Abdul Basit.

Dia mengungkapkan, dengan jumlah tersebut maka mayoritas pedagang saat ini setuju atas rencana relokasi. “Jadi, kalau ada penolakan, wajar saja. Mungkin ada beberapa dari mereka belum paham atau perlu pembuktian, dan sekarang kita beri bukti bahwa pembangunan fisik Pasar Bauntung yang baru telah berlangsung,” terangnya.

Lanjutnya, sembari menunggu pembangunan pasar rampung, hingga awal 2020 ini rencana relokasi pasar masuk dalam tahapan verifikasi. Untuk mengetahui berapa jumlah pedagang yang akan dipindahkan ke pasar baru. “Tahapannya cukup panjang mengingat program ini melibatkan orang banyak. Setelah sebelumnya, pada 2019 lalu kita lakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan fisik pasar di eks Stadiun Mini H Idak sudah berlangsung sejak Desember 2019. Dalam papan proyek yang terpasang, kontraktor pelaksananya ialah PT Nindya Karya (Persero) Wilayah III.

Sedangkan, nilai kontrak tertulis sebesar Rp86.283.736.000 yang bersumber dari APBD Kota Banjarbaru. Tanggal kontrak sendiri pada 6 Desember 2019 dengan waktu pelaksanaan 390 hari.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyampaikan, proyek dengan kontrak tahun jamak tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2020. “Ini merupakan kesepakatan yang kita buat untuk merelokasi pedagang yang ada di Pasar Bauntung,” ucapnya.

Meski begitu, dia mengakui hingga kini pemindahan pasar masih ada penolakan. Menurutnya, sebagai negara demokrasi ada yang suka dan tidak suka merupakan hal yang wajar. “Yang penting secara umum kita sudah melalui proses yang benar,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemindahan pasar dilakukan lantaran Pemko Banjarbaru tidak ingin daerah ini punya bangunan pasar seperti Pasar Bauntung yang sudah tidak bisa ditata. “Didata sudah tidak bisa karena kapasitasnya sangat terbatas,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

BANJARBARU – Meski awalnya menuai penolakan, kabarnya saat ini mulai banyak yang sepakat mengenai rencana relokasi Pasar Bauntung ke eks Stadion Mini Haji Idak. Bahkan, Dinas Perdagangan Banjarbaru mengklaim hingga kini sudah ada seribu lebih pedagang yang setuju untuk dipindah.

“Iya, dari data kami sudah ada sekitar 1.100 pedagang yang mendaftarkan diri untuk siap di relokasi ke Stadion Mini Haji Idak,” kata Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru, Abdul Basit.

Dia mengungkapkan, dengan jumlah tersebut maka mayoritas pedagang saat ini setuju atas rencana relokasi. “Jadi, kalau ada penolakan, wajar saja. Mungkin ada beberapa dari mereka belum paham atau perlu pembuktian, dan sekarang kita beri bukti bahwa pembangunan fisik Pasar Bauntung yang baru telah berlangsung,” terangnya.

Lanjutnya, sembari menunggu pembangunan pasar rampung, hingga awal 2020 ini rencana relokasi pasar masuk dalam tahapan verifikasi. Untuk mengetahui berapa jumlah pedagang yang akan dipindahkan ke pasar baru. “Tahapannya cukup panjang mengingat program ini melibatkan orang banyak. Setelah sebelumnya, pada 2019 lalu kita lakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara itu, pembangunan fisik pasar di eks Stadiun Mini H Idak sudah berlangsung sejak Desember 2019. Dalam papan proyek yang terpasang, kontraktor pelaksananya ialah PT Nindya Karya (Persero) Wilayah III.

Sedangkan, nilai kontrak tertulis sebesar Rp86.283.736.000 yang bersumber dari APBD Kota Banjarbaru. Tanggal kontrak sendiri pada 6 Desember 2019 dengan waktu pelaksanaan 390 hari.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyampaikan, proyek dengan kontrak tahun jamak tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2020. “Ini merupakan kesepakatan yang kita buat untuk merelokasi pedagang yang ada di Pasar Bauntung,” ucapnya.

Meski begitu, dia mengakui hingga kini pemindahan pasar masih ada penolakan. Menurutnya, sebagai negara demokrasi ada yang suka dan tidak suka merupakan hal yang wajar. “Yang penting secara umum kita sudah melalui proses yang benar,” ujarnya.

Dijelaskannya, pemindahan pasar dilakukan lantaran Pemko Banjarbaru tidak ingin daerah ini punya bangunan pasar seperti Pasar Bauntung yang sudah tidak bisa ditata. “Didata sudah tidak bisa karena kapasitasnya sangat terbatas,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/