alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Pilwali Banjarbaru Diprediksi Aman dari Konflik

BANJARBARU – Kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) di Kota Banjarbaru tahun 2020 tak lama lagi akan bergulir. Meski masih belum masuk ke tahapan penetapan calon oleh KPU Banjarbaru. Atmosfer politik sudah mulai terasa dari sekarang. Salah satunya ditandai dengan tersebarnya banner promosi oleh para kandidat bakal calon di beberapa titik.

Melihat kondisi ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarbaru, Abdul Malik menilai, di Banjarbaru cenderung lebih minim potensi konflik. “Masih adem ayem. Karena kan Banjarbaru ini masyarakatnya heterogen, jadi memang tidak begitu bergejolak,” pandang Malik.

Kemudian, masyarakat Banjarbaru nilainya juga tak mudah terpapar isu sensitif menyangkut SARA. Mengingat keberagaman masyarakat di Banjarbaru sebutnya sudah tentram sejak lama.

“Kalau isu SARA (suku, agama ras dan antargolongan, Red). Insya Allah tidak ada. Kita juga selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan agama melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat,” ucapnya.

Meski begitu, upaya pencegahan potensi konflik di momen Pilkada tegas Malik terus digalakkan. Selain bekerja sama dengan lembaga seperti KPU, Bawaslu maupun unsur pengamanan TNI dan Polri. Dari unsur Kecamatan, Kelurahan hingga RT dan RW klaim Malik juga terus diinstruksikan.

Ketika nanti sudah memasuki penetapan peserta Pilwali. Malik menyebut kalau dari Kesbangpol juga akan mengadakan pertemuan dengan para paslon termasuk timnya.

“Sifatnya nanti imbauan dan sosialisasi agar menjaga kondusifitas pelaksanaan, baik menjelang maupun saat hari H. Kita programkan juga ada komitmen bersama untuk Pilwali damai,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Kontestasi Pemilihan Walikota (Pilwali) di Kota Banjarbaru tahun 2020 tak lama lagi akan bergulir. Meski masih belum masuk ke tahapan penetapan calon oleh KPU Banjarbaru. Atmosfer politik sudah mulai terasa dari sekarang. Salah satunya ditandai dengan tersebarnya banner promosi oleh para kandidat bakal calon di beberapa titik.

Melihat kondisi ini, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banjarbaru, Abdul Malik menilai, di Banjarbaru cenderung lebih minim potensi konflik. “Masih adem ayem. Karena kan Banjarbaru ini masyarakatnya heterogen, jadi memang tidak begitu bergejolak,” pandang Malik.

Kemudian, masyarakat Banjarbaru nilainya juga tak mudah terpapar isu sensitif menyangkut SARA. Mengingat keberagaman masyarakat di Banjarbaru sebutnya sudah tentram sejak lama.

“Kalau isu SARA (suku, agama ras dan antargolongan, Red). Insya Allah tidak ada. Kita juga selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan agama melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat,” ucapnya.

Meski begitu, upaya pencegahan potensi konflik di momen Pilkada tegas Malik terus digalakkan. Selain bekerja sama dengan lembaga seperti KPU, Bawaslu maupun unsur pengamanan TNI dan Polri. Dari unsur Kecamatan, Kelurahan hingga RT dan RW klaim Malik juga terus diinstruksikan.

Ketika nanti sudah memasuki penetapan peserta Pilwali. Malik menyebut kalau dari Kesbangpol juga akan mengadakan pertemuan dengan para paslon termasuk timnya.

“Sifatnya nanti imbauan dan sosialisasi agar menjaga kondusifitas pelaksanaan, baik menjelang maupun saat hari H. Kita programkan juga ada komitmen bersama untuk Pilwali damai,” pungkasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/