alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Ditabrak CBR 250, Kakek Tewas

MARABAHAN – Tabrak lari berujung hilangnya nyawa seseorang terjadi di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, Kamis (23/1) pagi. Peristiwa itu membuat geger warga sekitar. Darliansyah (75) yang menjadi korban, meregang nyawa di tepi jalan.

Kakek ini mengalami beberapa luka pada bagian tubuh dan patah kaki. Ia sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum.

“Dugaan sementara, korban meninggal akibat tabrak lari,” ungkap Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno melalui Kasubbag Humas, Iptu Abdul Malik, kemarin.

Dugaan tersebut, lanjut Abdul Malik, bukan tanpa alasan. Korban ditemukan dengan beberapa keping pecahan rangka motor di sekitarnya. Selain itu, berdasarkan identifikasi aparat, ditemukan goresan pada aspal.

“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti, diperkirakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 Wita,” jelasnya.

Malik membeberkan kronologis berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan saksi-saksi. Diperkirakan korban hendak melintas menyeberangi jalan menuju sungai. Saat itu, muncul pengendara motor dari arah Banjarmasin menuju Marabahan dengan kecepatan tinggi.

Posisi korban yang berada di jalan yang gelap karena tak ada penerangan, membuat pengendara tak mampu mengendalikan motor. Tabrakan terjadi. Kakek Darliansyah terpental ke tepi jalan.

“Pengendara itu diperkirakan juga jatuh. Tetapi ia masih bisa bangun dan melarikan diri, tanpa melihat korban,” cerita Abdul Malik.

Berdasarkan kesimpulan aparat kepolisian, motor yang dikendarai pelaku adalah Honda CBR 250 warna merah. Beberapa serpihan dan pecahan motor tersebut ditemukan polisi di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menemukan pecahan box motor merek Honda CBR 250 di semak-semak. Sepertinya sengaja dibuang oleh pelaku tabrak lari. Kasus ini akan diselidiki. Semoga cepat terungkap,” ucapnya. (bar/ema)

MARABAHAN – Tabrak lari berujung hilangnya nyawa seseorang terjadi di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Desa Puntik Tengah, Kecamatan Mandastana, Kamis (23/1) pagi. Peristiwa itu membuat geger warga sekitar. Darliansyah (75) yang menjadi korban, meregang nyawa di tepi jalan.

Kakek ini mengalami beberapa luka pada bagian tubuh dan patah kaki. Ia sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum.

“Dugaan sementara, korban meninggal akibat tabrak lari,” ungkap Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno melalui Kasubbag Humas, Iptu Abdul Malik, kemarin.

Dugaan tersebut, lanjut Abdul Malik, bukan tanpa alasan. Korban ditemukan dengan beberapa keping pecahan rangka motor di sekitarnya. Selain itu, berdasarkan identifikasi aparat, ditemukan goresan pada aspal.

“Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan barang bukti, diperkirakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 Wita,” jelasnya.

Malik membeberkan kronologis berdasarkan hasil identifikasi dan keterangan saksi-saksi. Diperkirakan korban hendak melintas menyeberangi jalan menuju sungai. Saat itu, muncul pengendara motor dari arah Banjarmasin menuju Marabahan dengan kecepatan tinggi.

Posisi korban yang berada di jalan yang gelap karena tak ada penerangan, membuat pengendara tak mampu mengendalikan motor. Tabrakan terjadi. Kakek Darliansyah terpental ke tepi jalan.

“Pengendara itu diperkirakan juga jatuh. Tetapi ia masih bisa bangun dan melarikan diri, tanpa melihat korban,” cerita Abdul Malik.

Berdasarkan kesimpulan aparat kepolisian, motor yang dikendarai pelaku adalah Honda CBR 250 warna merah. Beberapa serpihan dan pecahan motor tersebut ditemukan polisi di sekitar lokasi kejadian.

“Kami menemukan pecahan box motor merek Honda CBR 250 di semak-semak. Sepertinya sengaja dibuang oleh pelaku tabrak lari. Kasus ini akan diselidiki. Semoga cepat terungkap,” ucapnya. (bar/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/