alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Tanpa Ramp, Rawat Inap RS Sultan Suriansyah Tak Maksimal

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyelesaikan pembangunan ramp. Agar fasilitas rawat inap di Rumah Sakit Sutan Suriansyah bisa segera difungsikan.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menyebut, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan rumah sakit. Karena merupakan bagian penting dari pelayanan.

“Sangat mendesak. Semoga ini dapat segera difungsikan. Nanti kami koordinasikan ke PUPR,” ucapnya. Ramp adalah jalur landai dengan kemiringan tertentu. Biasa dipakai pengguna kursi roda.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, jika ramp berfungsi, rumkit bisa menggunakan tempat tidur sebanyak 100 unit di ruang rawat inap. Tak seperti sekarang yang hanya bisa memakai 30 unit.

“Ramp ini kan jalur alternatif untuk membawa pasien yang tidak bisa menggunakan tangga. Kalau tidak difungsikan, pasien tidak bisa rawat inap di lantai atas,” tuturnya.

Selain itu, Matnor juga menyoroti soal fasilitas lift. Di mana masih belum bisa difungsikan lantaran daya listrik yang kurang. “Tapi sudah proses penambahan. Sehingga nantinya lift juga bisa segera difungsikan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi sepakat, ramp memang harus segera difungsikan. Mengingat, rumkit di Jalan Rantauan Darat itu sudah memiliki ruang rawat inap dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 130 unit.

“Jika ramp sudah digunakan, pasien bisa menggunakan rawat inap di lantai atas,” katanya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Arifin Noor memberi jawaban tegas. Bahwa pihaknya sudah menyelesaikan sebagian pembangunan ramp.

“Tahapan pembangunan rumah sakit ini kan banyak. Tidak cuma ramp saja. Kami PUPR hanya melaksanakan pembangunannya saja,” ucapnya.

Arifin menyarankan agar pihak rumah sakit mengadu ke Balai Kota. Jika memang ingin agar ramp bisa digunakan. “Kalau ingin menggunakan ramp, silakan minta ke pemko,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menyelesaikan pembangunan ramp. Agar fasilitas rawat inap di Rumah Sakit Sutan Suriansyah bisa segera difungsikan.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Matnor Ali menyebut, fasilitas tersebut sangat dibutuhkan rumah sakit. Karena merupakan bagian penting dari pelayanan.

“Sangat mendesak. Semoga ini dapat segera difungsikan. Nanti kami koordinasikan ke PUPR,” ucapnya. Ramp adalah jalur landai dengan kemiringan tertentu. Biasa dipakai pengguna kursi roda.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, jika ramp berfungsi, rumkit bisa menggunakan tempat tidur sebanyak 100 unit di ruang rawat inap. Tak seperti sekarang yang hanya bisa memakai 30 unit.

“Ramp ini kan jalur alternatif untuk membawa pasien yang tidak bisa menggunakan tangga. Kalau tidak difungsikan, pasien tidak bisa rawat inap di lantai atas,” tuturnya.

Selain itu, Matnor juga menyoroti soal fasilitas lift. Di mana masih belum bisa difungsikan lantaran daya listrik yang kurang. “Tapi sudah proses penambahan. Sehingga nantinya lift juga bisa segera difungsikan,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin Machli Riyadi sepakat, ramp memang harus segera difungsikan. Mengingat, rumkit di Jalan Rantauan Darat itu sudah memiliki ruang rawat inap dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 130 unit.

“Jika ramp sudah digunakan, pasien bisa menggunakan rawat inap di lantai atas,” katanya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Banjarmasin Arifin Noor memberi jawaban tegas. Bahwa pihaknya sudah menyelesaikan sebagian pembangunan ramp.

“Tahapan pembangunan rumah sakit ini kan banyak. Tidak cuma ramp saja. Kami PUPR hanya melaksanakan pembangunannya saja,” ucapnya.

Arifin menyarankan agar pihak rumah sakit mengadu ke Balai Kota. Jika memang ingin agar ramp bisa digunakan. “Kalau ingin menggunakan ramp, silakan minta ke pemko,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/