alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Demam Berdarah Serbu HSS, Sudah 60 Kasus di Minggu Ketiga Awal Tahun ini

KANDANGAN – Teror demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim hujan di wilayah Kabupaten HSS, mulai bermunculan. Memasuki minggu ketiga di awal tahun ini sudah ada puluhan kasus warga terserang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Dinkes Kabupaten HSS merinci sampai minggu ketiga bulan Januari ini terdata sudah ada 60 kasus DBD. Angka ini jika dikomparasikan dengan awal bulan tahun 2019 memang mengalami penurunan. Rinciannya selama bulan Januari tahun 2019 lalu ada 92 kasus DBD di Kabupaten HSS.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih menjelaskan bahwa dari 60 kasus DBD di Kabupaten HSS sampai minggu ketiga di bulan Januari ini tidak sampai ada korban jiwa.

“Tidak ada laporan yang meninggal dunia akibat DBD,” ujarnya, Selasa (21/1) kemarin.

Dari 60 kasus DBD diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti di awal tahun ini menyerang hampir separuh Kecamatan di Kabupaten HSS.

“Kecamatan Simpur, Angkinang, Kandangan, Daha Utara, Padang Batung dan Daha Selatan,” sebut Hanti.

Berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD.

Dari melakukan gerakan masal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memutus mata rantai tumbuh kembangnya nyamuk DBD. Serta 3M Plus, yaitu menguras/membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kemudian menggerakkan masyarakat dengan bergotong royong di desa/kelurahan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah. kegiatan ini dikoordinir camat dan kepala desa /lurah.

Selain itu, ada pemeriksaan rutin jentik berkala hingga penyuluhan ke desa dan sekolah. Selain itu, Dinkes HSS melakukan siaran keliling oleh petugas promosi kesehatan pukesmas dan pengasapan di rumah warga.

“Serta harus terapkan pola hidup bersih,” pungkas Hanti.

Sementara bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa pencegahan harus dikedepankan dalam menangani serangan penyakit yang biasa datang  di saat musim penghujan ini. Supaya mencegah masyarakat menjadi korban.

“Yang penting upaya pencegahan dulu. Jika terjadi juga kawan-kawan di Puskesmas dan Poskesdes untuk mengawal warga terserang DBD, supaya segera dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Fikry meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan, supaya tidak ada ruang bagi nyamuk nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

“Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan perlu penanggulangan dan pencegahan sejak dini,” ucap bupati dua periode ini. (shn/ema)

KANDANGAN – Teror demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim hujan di wilayah Kabupaten HSS, mulai bermunculan. Memasuki minggu ketiga di awal tahun ini sudah ada puluhan kasus warga terserang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Dinkes Kabupaten HSS merinci sampai minggu ketiga bulan Januari ini terdata sudah ada 60 kasus DBD. Angka ini jika dikomparasikan dengan awal bulan tahun 2019 memang mengalami penurunan. Rinciannya selama bulan Januari tahun 2019 lalu ada 92 kasus DBD di Kabupaten HSS.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih menjelaskan bahwa dari 60 kasus DBD di Kabupaten HSS sampai minggu ketiga di bulan Januari ini tidak sampai ada korban jiwa.

“Tidak ada laporan yang meninggal dunia akibat DBD,” ujarnya, Selasa (21/1) kemarin.

Dari 60 kasus DBD diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti di awal tahun ini menyerang hampir separuh Kecamatan di Kabupaten HSS.

“Kecamatan Simpur, Angkinang, Kandangan, Daha Utara, Padang Batung dan Daha Selatan,” sebut Hanti.

Berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD.

Dari melakukan gerakan masal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memutus mata rantai tumbuh kembangnya nyamuk DBD. Serta 3M Plus, yaitu menguras/membersihkan tempat penampungan air, menutup rapat tempat-tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Kemudian menggerakkan masyarakat dengan bergotong royong di desa/kelurahan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah. kegiatan ini dikoordinir camat dan kepala desa /lurah.

Selain itu, ada pemeriksaan rutin jentik berkala hingga penyuluhan ke desa dan sekolah. Selain itu, Dinkes HSS melakukan siaran keliling oleh petugas promosi kesehatan pukesmas dan pengasapan di rumah warga.

“Serta harus terapkan pola hidup bersih,” pungkas Hanti.

Sementara bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa pencegahan harus dikedepankan dalam menangani serangan penyakit yang biasa datang  di saat musim penghujan ini. Supaya mencegah masyarakat menjadi korban.

“Yang penting upaya pencegahan dulu. Jika terjadi juga kawan-kawan di Puskesmas dan Poskesdes untuk mengawal warga terserang DBD, supaya segera dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya.

Fikry meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan, supaya tidak ada ruang bagi nyamuk nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

“Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan perlu penanggulangan dan pencegahan sejak dini,” ucap bupati dua periode ini. (shn/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/