alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Semua Sekolah Wajib UNBK, Masih Ada yang Pinjam Laptop ke Siswa

BANJARMASIN – Ujian Nasional jenjang SMA digeber bulan Maret mendatang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mengklaim semua sekolah menghelatnya dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau tak lagi berbasis Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

“Mulai tahun tadi (2019), bahkan sejak 2018 sudah mandiri. Dari SMA sampai Paket C tak lagi menggunakan UNKP, sudah UNBK. Tahun ini begitu juga,” terang Kabid Bina SMA Disdikbud Kalsel, Muhammadun, Selasa (21/1).

Dia mengakui, masih ada beberapa sekolah yang “nebeng” dengan sekolah lain karena tak memiliki perangkat yang cukup. Meski demikian, jumlahnya tak sebanyak seperti dua tahun lalu. “Saya lupa berapa sekolah yang nebeng. Tapi tak banyak lagi,” ujarnya.

Tahun ini, pihaknya sendiri sudah menyiapkan angggaran untuk membeli perangkat komputer termasuk laptop. Pasalnya, ada sekitar 15 persen sekolah yang masih pinjam laptop dengan murid. “Yang masih membutuhkan perangkat seperti di daerah jauh dari kota. Kalau Banjarmasin, sudah sangat cukup,” bebernya.

 SMA Negeri 12 Banjarmasin contohnya, meski berada di pinggiran kota, rupanya perangkat penunjang UNBK sejak dua tahun lalu sudah lengkap. Kepala SMAN 12 Banjarmasin Solihin mengungkapkan, dari semua kebutuhan, hanya sekitar 5 unit yang kurang.

 Akan tetapi, jumlah tersebut bisa ditutupi dengan milik sekolah. Yakni berupa laptop maupun komputer. “Tahun ini adalah tahun ketiga kami pelaksanaan UNBK secara mandiri. Ada sebanyak 66 unit perangkat yang siap dipakai,” terang Solihin.

Sekolah yang berada di Kelurahan Alalak Utara tersebut, cukup terbantu ketika pemerintah pusat membantu sebanyak 23 unit komputer pada tahun 2018 lalu.

Hal senada dituturkan Plt Kepala SMA 11 Banjarmasin, Tumiran. Bahkan, SMA yang berada di kawasan Sungai Andai tersebut, tahun ini tak lagi menggelar UNBK tiga sesi. Lantaran bertambahnya perangkat komputer sejak tahun 2019 tadi.

Dia menerangkan, meski sempat kemalingan perangkat komputer, namun datangnya bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov membuat perangkat tersedia sangat cukup. Ketika itu ada bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 23 unit termasuk 15 unit dari pemprov.

Dari jumlah itu pun, Tumiran menegaskan tak lagi memakai atau meminjam milik siswa yang pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. “Kami sangat siap tahun ini. Bahkan sesi pelaksanaan kami hitung-hitung hanya dua sesi saja,” sebutnya.

Sekolah pinggiran di Kelayan Banjarmasin SMAN 9 Banjarmasin, juga optimis tahun ini pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Meski berada di pinggiran, sekolah ini sarana dan prasarana penunjang UNBK sangat lengkap. “Sejak dua tahun lalu kami sudah mandiri tak nebeng dengan sekolah lain. Tahun ini tahun ketiga,” ujar Kepala SMAN 9 Sari Oktarina kemarin. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Ujian Nasional jenjang SMA digeber bulan Maret mendatang. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel mengklaim semua sekolah menghelatnya dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau tak lagi berbasis Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

“Mulai tahun tadi (2019), bahkan sejak 2018 sudah mandiri. Dari SMA sampai Paket C tak lagi menggunakan UNKP, sudah UNBK. Tahun ini begitu juga,” terang Kabid Bina SMA Disdikbud Kalsel, Muhammadun, Selasa (21/1).

Dia mengakui, masih ada beberapa sekolah yang “nebeng” dengan sekolah lain karena tak memiliki perangkat yang cukup. Meski demikian, jumlahnya tak sebanyak seperti dua tahun lalu. “Saya lupa berapa sekolah yang nebeng. Tapi tak banyak lagi,” ujarnya.

Tahun ini, pihaknya sendiri sudah menyiapkan angggaran untuk membeli perangkat komputer termasuk laptop. Pasalnya, ada sekitar 15 persen sekolah yang masih pinjam laptop dengan murid. “Yang masih membutuhkan perangkat seperti di daerah jauh dari kota. Kalau Banjarmasin, sudah sangat cukup,” bebernya.

 SMA Negeri 12 Banjarmasin contohnya, meski berada di pinggiran kota, rupanya perangkat penunjang UNBK sejak dua tahun lalu sudah lengkap. Kepala SMAN 12 Banjarmasin Solihin mengungkapkan, dari semua kebutuhan, hanya sekitar 5 unit yang kurang.

 Akan tetapi, jumlah tersebut bisa ditutupi dengan milik sekolah. Yakni berupa laptop maupun komputer. “Tahun ini adalah tahun ketiga kami pelaksanaan UNBK secara mandiri. Ada sebanyak 66 unit perangkat yang siap dipakai,” terang Solihin.

Sekolah yang berada di Kelurahan Alalak Utara tersebut, cukup terbantu ketika pemerintah pusat membantu sebanyak 23 unit komputer pada tahun 2018 lalu.

Hal senada dituturkan Plt Kepala SMA 11 Banjarmasin, Tumiran. Bahkan, SMA yang berada di kawasan Sungai Andai tersebut, tahun ini tak lagi menggelar UNBK tiga sesi. Lantaran bertambahnya perangkat komputer sejak tahun 2019 tadi.

Dia menerangkan, meski sempat kemalingan perangkat komputer, namun datangnya bantuan dari pemerintah pusat dan pemprov membuat perangkat tersedia sangat cukup. Ketika itu ada bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 23 unit termasuk 15 unit dari pemprov.

Dari jumlah itu pun, Tumiran menegaskan tak lagi memakai atau meminjam milik siswa yang pernah dilakukan tahun-tahun sebelumnya. “Kami sangat siap tahun ini. Bahkan sesi pelaksanaan kami hitung-hitung hanya dua sesi saja,” sebutnya.

Sekolah pinggiran di Kelayan Banjarmasin SMAN 9 Banjarmasin, juga optimis tahun ini pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Meski berada di pinggiran, sekolah ini sarana dan prasarana penunjang UNBK sangat lengkap. “Sejak dua tahun lalu kami sudah mandiri tak nebeng dengan sekolah lain. Tahun ini tahun ketiga,” ujar Kepala SMAN 9 Sari Oktarina kemarin. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/