alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Terjerat Dugaan Kasus Asusila, Ketua KPU Banjarmasin Makmur Tunjuk Pengacara

BANJARMASIN – Wajah Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur terlihat lelah begitu keluar dari ruang rapat KPU Kalsel, Selasa (21/1) siang. Kurang lebih lima jam, dia dikonfrontasi oleh tiga orang Komisioner KPU Kalsel, atas dugaan asusila yang saat ini tengah membelitnya.

Gusti Makmur tak sendiri. Dia datang bersama tiga orang Komisioner KPU Banjarmasin, minus Khairun Nizam yang berhalangan karena sedang sakit. Makmur datang sejak pukul 10.00 Wita. Sementara, komisioner KPU Kalsel baru mengklarifikasi dirinya sekitar pukul 10.45 Wita. 

Tiga orang Komisioner KPU Banjarmasin yang datang langsung ditanyai secara bergantian. Namun, Gusti Makmur durasinya paling lama. Sementara yang lain, durasinya rata-rata 30-45 menit.

Begitu keluar ruang rapat, Gusti Makmur langsung mengungkapkan dirinya sudah menyiapkan pengacara untuk menindaklanjuti laporan yang dialamatkan kepadanya. “Semuanya sudah saya serahkan kepada pengacara. Biar pengacara saya yang nantinya memberikan informasinya,” ujar Makmur. 

Dia menerangkan KPU Kalsel hanya mempertanyakan kabar yang beredar selama ini dan sampai sejauh mana tahapannya. Makmur sendiri mengaku sudah diperiksa oleh Polres Banjarbaru sebagai saksi.

Sebagai pembelaan, dia menyampaikan bahwa kabar yang beredar tentang dirinya selama ini, tak seperti apa yang tersiar selama ini.

Sementara, KPU Kalsel tak mau sedikit pun menyampaikan hasil klarifikasi pihaknya kepada Gusti Makmur. Mereka berjanji 7 hari kedepan hasilnya akan disampaikan ke publik. “Kami tak ingin mendahului proses hukum. Tunggu saja proses selanjutnya,” ujar Plh Ketua KPU Kalsel, Siswandi Reya’an kemarin.

Klarifikasi yang dilakukan KPU Kalsel ini sebutnya adalah, agar tak menimbulkan fitnah atas kabar yang saat ini beredar. “Berita yang beredar di media saat ini adalah salah satu keluhan publik ke jajaran KPU, makanya kami perlu melakukan klarifikasi,” tambahnya.

Yang pasti, KPU sebutnya tak mencampuri urusan hukum. Namun lebih ke arah pelanggaran etik. Nah, jika nantinya ada unsur pelanggaran etik yang dilakukan, maka akan dilaporkan ke DKPP sebagai lembaga yang menangani persoalan etik. “Belum sampai kesana, tunggu saja,” tandasnya.

Dari salah seorang sumber Radar Banjarmasin di KPU Kalsel, selama klarifikasi, Gusti Makmur tak mengakui dugaan asusila yang diperbuatnya. “Dia mengaku tak melakukan seperti pemberitaan selama ini,” tutur sumber. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Wajah Ketua KPU Banjarmasin Gusti Makmur terlihat lelah begitu keluar dari ruang rapat KPU Kalsel, Selasa (21/1) siang. Kurang lebih lima jam, dia dikonfrontasi oleh tiga orang Komisioner KPU Kalsel, atas dugaan asusila yang saat ini tengah membelitnya.

Gusti Makmur tak sendiri. Dia datang bersama tiga orang Komisioner KPU Banjarmasin, minus Khairun Nizam yang berhalangan karena sedang sakit. Makmur datang sejak pukul 10.00 Wita. Sementara, komisioner KPU Kalsel baru mengklarifikasi dirinya sekitar pukul 10.45 Wita. 

Tiga orang Komisioner KPU Banjarmasin yang datang langsung ditanyai secara bergantian. Namun, Gusti Makmur durasinya paling lama. Sementara yang lain, durasinya rata-rata 30-45 menit.

Begitu keluar ruang rapat, Gusti Makmur langsung mengungkapkan dirinya sudah menyiapkan pengacara untuk menindaklanjuti laporan yang dialamatkan kepadanya. “Semuanya sudah saya serahkan kepada pengacara. Biar pengacara saya yang nantinya memberikan informasinya,” ujar Makmur. 

Dia menerangkan KPU Kalsel hanya mempertanyakan kabar yang beredar selama ini dan sampai sejauh mana tahapannya. Makmur sendiri mengaku sudah diperiksa oleh Polres Banjarbaru sebagai saksi.

Sebagai pembelaan, dia menyampaikan bahwa kabar yang beredar tentang dirinya selama ini, tak seperti apa yang tersiar selama ini.

Sementara, KPU Kalsel tak mau sedikit pun menyampaikan hasil klarifikasi pihaknya kepada Gusti Makmur. Mereka berjanji 7 hari kedepan hasilnya akan disampaikan ke publik. “Kami tak ingin mendahului proses hukum. Tunggu saja proses selanjutnya,” ujar Plh Ketua KPU Kalsel, Siswandi Reya’an kemarin.

Klarifikasi yang dilakukan KPU Kalsel ini sebutnya adalah, agar tak menimbulkan fitnah atas kabar yang saat ini beredar. “Berita yang beredar di media saat ini adalah salah satu keluhan publik ke jajaran KPU, makanya kami perlu melakukan klarifikasi,” tambahnya.

Yang pasti, KPU sebutnya tak mencampuri urusan hukum. Namun lebih ke arah pelanggaran etik. Nah, jika nantinya ada unsur pelanggaran etik yang dilakukan, maka akan dilaporkan ke DKPP sebagai lembaga yang menangani persoalan etik. “Belum sampai kesana, tunggu saja,” tandasnya.

Dari salah seorang sumber Radar Banjarmasin di KPU Kalsel, selama klarifikasi, Gusti Makmur tak mengakui dugaan asusila yang diperbuatnya. “Dia mengaku tak melakukan seperti pemberitaan selama ini,” tutur sumber. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/