alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Satpol PP Tegur Kandang Babi, Keberadaannya Dikeluhan Warga Guntung Manggis

BANJARBARU – Usai dikeluhkan warga sekitar. Kandang peternakan hewan jenis babi di wilayah Guntung Manggis Banjarbaru disambangi Satpol PP Banjarbaru.

Kedatangan petugas ini sendiri bermaksud memberikan teguran kepada pemilik kandang. Meskipun sebelumnya juga pernah diberikan teguran oleh petugas.

Dari data Satpol PP Banjarbaru, teguran pertama sudah dilakukan pada 26 Desember 2019 lalu. Namun meski sudah ditegur, pemilik disebut tak mengindahkannya. Yakni untuk menutup kandang ternak tersebut.

Adapun, juga turut diketahui bahwa lokasi atau titik kandang ternak berdekatan dengan pondok pesantren. Lebih tepatnya ponpes Yasin Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin.

Melalui Seksi Penyelidikan dan Penyidikan serta Seksi Operasional. Petugas penegak Perda kembali melayangkan surat teguran kedua pada Senin (20/1) lalu.

Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman mengkonfirmasi jika betul pihaknya melakukan teguran kedua kalinya tersebut.

“Teguran pertama sudah dilakukan akhir tahun lalu. Namun pemilik ternak masih belum menutup kandangnya. Makanya, kita lakukan teguran kedua kemarin, tidak menutup kemungkinan sampai teguran ketiga,” jawabnya kemarin.

Apabila usai teguran kedua dilayangkan namun selama tiga hari setelahnya belum dilakukan penutupan oleh pemilik. Maka terang Marhain pihaknya akan melakukan pengecekan dan tindakan berupa teguran terakhir.

“Kalau sampai teguran ketiga masih belum ditutup, maka ada kemungkinan akan ditutup secara paksa. Tetapi kita berharap pemilik kandang bisa berinisiatif menutup sendiri,” ungkapnya.

Ke depannya, Satpol PP Banjarbaru akan menggelar rapat terkait hal ini. Disebut Marhain, rapat tersebut juga akan dipimpin langsung oleh Sekda Banjarbaru, Said Abdullah.

“Insya Allah hari Jumat rapatnya dengan Sekda. Ini juga memutuskan langkah apa yang diambil atas hal ini,” lanjutnya.

Turut diterangkannya, kandang babi tersebut memang sudah ada lebih dulu dibanding dengan pemukiman yang ada saat ini. Bahkan, ada puluhan peternak babi yang beternak babi di sana dengan jumlah mencapai ribuan ekor.

Soal keluhannya, Marhain menerangkan jika keberadaan kandang babi itu dikeluhkan warga terkait dengan aromanya yang kurang enak. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Usai dikeluhkan warga sekitar. Kandang peternakan hewan jenis babi di wilayah Guntung Manggis Banjarbaru disambangi Satpol PP Banjarbaru.

Kedatangan petugas ini sendiri bermaksud memberikan teguran kepada pemilik kandang. Meskipun sebelumnya juga pernah diberikan teguran oleh petugas.

Dari data Satpol PP Banjarbaru, teguran pertama sudah dilakukan pada 26 Desember 2019 lalu. Namun meski sudah ditegur, pemilik disebut tak mengindahkannya. Yakni untuk menutup kandang ternak tersebut.

Adapun, juga turut diketahui bahwa lokasi atau titik kandang ternak berdekatan dengan pondok pesantren. Lebih tepatnya ponpes Yasin Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin.

Melalui Seksi Penyelidikan dan Penyidikan serta Seksi Operasional. Petugas penegak Perda kembali melayangkan surat teguran kedua pada Senin (20/1) lalu.

Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman mengkonfirmasi jika betul pihaknya melakukan teguran kedua kalinya tersebut.

“Teguran pertama sudah dilakukan akhir tahun lalu. Namun pemilik ternak masih belum menutup kandangnya. Makanya, kita lakukan teguran kedua kemarin, tidak menutup kemungkinan sampai teguran ketiga,” jawabnya kemarin.

Apabila usai teguran kedua dilayangkan namun selama tiga hari setelahnya belum dilakukan penutupan oleh pemilik. Maka terang Marhain pihaknya akan melakukan pengecekan dan tindakan berupa teguran terakhir.

“Kalau sampai teguran ketiga masih belum ditutup, maka ada kemungkinan akan ditutup secara paksa. Tetapi kita berharap pemilik kandang bisa berinisiatif menutup sendiri,” ungkapnya.

Ke depannya, Satpol PP Banjarbaru akan menggelar rapat terkait hal ini. Disebut Marhain, rapat tersebut juga akan dipimpin langsung oleh Sekda Banjarbaru, Said Abdullah.

“Insya Allah hari Jumat rapatnya dengan Sekda. Ini juga memutuskan langkah apa yang diambil atas hal ini,” lanjutnya.

Turut diterangkannya, kandang babi tersebut memang sudah ada lebih dulu dibanding dengan pemukiman yang ada saat ini. Bahkan, ada puluhan peternak babi yang beternak babi di sana dengan jumlah mencapai ribuan ekor.

Soal keluhannya, Marhain menerangkan jika keberadaan kandang babi itu dikeluhkan warga terkait dengan aromanya yang kurang enak. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/