alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Simpang Pengembangan Segera Diperbaiki

BANJARMASIN – Warga Jalan Simpang Pengembangan di Banjarmasin Timur mengeluh. Jalan satu-satunya yang mereka miliki kembali terendam air sungai. Mengingat siring di sana sudah lama rusak.

Jika air sungai sedang pasang, jalan terendam sepanjang 100 meter. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin Arifin Noor berjanji akan segera mencari solusi.

“Ya, kami sudah melihat kondisi jalan tersebut. Harus segera ditangani. Insyaallah tidak lama lagi diperbaiki. Mungkin perbaikan siring atau peninggian jalan,” ujarnya, kemarin (21/1).

Ditambahkannya, jalan itu sudah pernah disiring. Tapi jebol hingga air sungai tak lagi ada yang menahan.

“Karena siringnya jebol, air dari Sungai Martapura langsung masuk dan menyebabkan banjir. Secepatnya akan diatasi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin Ahmad Fanani Syaifudin menjelaskan, sebelumnya di sana permukiman. Tapi rumah-rumah itu ambrol dan hanyut terbawa sungai. Sekarang berubah menjadi jalan.

Sebagian warga sudah direlokasi. Sebagian lagi lebih suka bertahan. Pemko lalu memulai penataan kawasan tersebut.

Tahun ini, diusulkan penataan siring dengan pembangunan pile sleb. Penataan yang lebih kompleks.

Usulan itu dilayangkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan direspons dengan baik. Dia berharap, proses lelangnya tak terhambat. Sehingga bisa dikerjakan tahun ini juga.

Ditanya berapa anggaran yang dikucurkan pusat, Fanani memastikan tidak sedikit. “Tahap pertama pembangunan yang bekerjasama dengan pemko itu sepanjang 200 meter. Pembangunan pile sleb sebesar Rp40 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua RT 09 Pengambangan, Halim Ahmad mengatakan, warga sangat berharap perbaikan jalan itu segera dilaksanakan. Mereka sudah menunggu selama beberapa tahun.

Halim juga sudah melihat desainnya. Dia tak sabar lagi. “Mohon kepada pemko agar dipercepat. Karena warga terus bertanya-tanya. Kapan jalan ini bisa diperbaiki,” harapnya.

Diceritakannya, pada musim hujan, debit air sungai terus meninggi. Anak-anak yang hendak pergi ke sekolah harus digendong. “Atau melipat celana dan melepas sepatu,” kisahnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Jalan Simpang Pengembangan di Banjarmasin Timur mengeluh. Jalan satu-satunya yang mereka miliki kembali terendam air sungai. Mengingat siring di sana sudah lama rusak.

Jika air sungai sedang pasang, jalan terendam sepanjang 100 meter. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin Arifin Noor berjanji akan segera mencari solusi.

“Ya, kami sudah melihat kondisi jalan tersebut. Harus segera ditangani. Insyaallah tidak lama lagi diperbaiki. Mungkin perbaikan siring atau peninggian jalan,” ujarnya, kemarin (21/1).

Ditambahkannya, jalan itu sudah pernah disiring. Tapi jebol hingga air sungai tak lagi ada yang menahan.

“Karena siringnya jebol, air dari Sungai Martapura langsung masuk dan menyebabkan banjir. Secepatnya akan diatasi,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Banjarmasin Ahmad Fanani Syaifudin menjelaskan, sebelumnya di sana permukiman. Tapi rumah-rumah itu ambrol dan hanyut terbawa sungai. Sekarang berubah menjadi jalan.

Sebagian warga sudah direlokasi. Sebagian lagi lebih suka bertahan. Pemko lalu memulai penataan kawasan tersebut.

Tahun ini, diusulkan penataan siring dengan pembangunan pile sleb. Penataan yang lebih kompleks.

Usulan itu dilayangkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan direspons dengan baik. Dia berharap, proses lelangnya tak terhambat. Sehingga bisa dikerjakan tahun ini juga.

Ditanya berapa anggaran yang dikucurkan pusat, Fanani memastikan tidak sedikit. “Tahap pertama pembangunan yang bekerjasama dengan pemko itu sepanjang 200 meter. Pembangunan pile sleb sebesar Rp40 miliar,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua RT 09 Pengambangan, Halim Ahmad mengatakan, warga sangat berharap perbaikan jalan itu segera dilaksanakan. Mereka sudah menunggu selama beberapa tahun.

Halim juga sudah melihat desainnya. Dia tak sabar lagi. “Mohon kepada pemko agar dipercepat. Karena warga terus bertanya-tanya. Kapan jalan ini bisa diperbaiki,” harapnya.

Diceritakannya, pada musim hujan, debit air sungai terus meninggi. Anak-anak yang hendak pergi ke sekolah harus digendong. “Atau melipat celana dan melepas sepatu,” kisahnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/