alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Gembong Narkotika Lulusan Diploma Perawat, Sabu dan Ekstasi Dipasok dari Malaysia

BANJARMASIN – Gudang penyimpanan sabu dan pil ekstasi di Banjarmasin dibongkar Direktorat Serse Narkoba Polda Kalsel. Jumlah sitaannya fantastis, mencapai puluhan kilogram.

Ada dua lokasi. Jalan Pembangunan I Kelurahan Belitung Darat Kecamatan Banjarmasin Barat dan Jalan Rawa Sari VII Blok D Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Pelaku yang diringkus yakni Said Akhmad alias Habibi. Lelaki 28 tahun itu tercatat sebagai warga Desa Sungai Riam RT 16 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Total barang buktinya adalah sabu 26,3 kilogram, pil sabu 19.900 butir (2,1 kilogram), ekstasi 600 butir, pil ekstasi 9.143 butir, dan serbuk ekstasi 505 gram.

“Barang itu milik Amang Apul, saya hanya menyimpankan,” kata Habibi yang dihadirkan saat rilis kasus, kemarin (20/1) pagi.

Yang mencengangkan, pekerjaan haram ini sudah lama dilakoni Habibi. “Sudah dua tahun ini,” tambahnya.

Lulusan D3 Keperawatan itu sudah lama diburu polisi. Sudah beberapa kali ia berhasil lolos dari penggerebekan. “Dia sangat licin,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani yang didampingi Ditnarkoba Kombes Pol Wisnu Widharto.

Hanya jaringan di bawahnya saya tertangkap. Pada 24 Desember 2018 silam, Polresta Banjarmasin menyita 12 kilogram sabu. Dikirim dari Lampung untuk menyuplai gudang Habibi.

Kali ini, Habibi ditangkap saat bertransaksi di Jalan Pembangunan I. Dari tangannya, polisi cuma mendapati satu bungkus sabu. “Ternyata di rumah itulah gudang penyimpanannya,” tambah Yazid.

Tertangkapnya aksi kriminal pria lulusan D3 perawat ini, kata , bukan kali ini saja bertransaksi, tapi sudah beberapa kali. Namun ketika digerebek selalu berhasil kabur. “Pelaku sangat licin,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, barang itu berasal dari Malaysia. Dibawa ke Banjarmasin melalui jalur laut melalui Sumatera dan Jawa Timur. “Pelaku merupakan jaringan narkotika internasional,” tukasnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut hadir dalam ekspose itu. Dia mengaku merasa miris dengan peredaran narkoba di daerahnya. Bahkan dia tak ragu menyebutnya sudah parah.

Sahbirin mengajak masyarakat turut memerangi peredaran narkoba. “Ayo kita perangi,” serunya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Gudang penyimpanan sabu dan pil ekstasi di Banjarmasin dibongkar Direktorat Serse Narkoba Polda Kalsel. Jumlah sitaannya fantastis, mencapai puluhan kilogram.

Ada dua lokasi. Jalan Pembangunan I Kelurahan Belitung Darat Kecamatan Banjarmasin Barat dan Jalan Rawa Sari VII Blok D Kelurahan Teluk Dalam Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Pelaku yang diringkus yakni Said Akhmad alias Habibi. Lelaki 28 tahun itu tercatat sebagai warga Desa Sungai Riam RT 16 Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.

Total barang buktinya adalah sabu 26,3 kilogram, pil sabu 19.900 butir (2,1 kilogram), ekstasi 600 butir, pil ekstasi 9.143 butir, dan serbuk ekstasi 505 gram.

“Barang itu milik Amang Apul, saya hanya menyimpankan,” kata Habibi yang dihadirkan saat rilis kasus, kemarin (20/1) pagi.

Yang mencengangkan, pekerjaan haram ini sudah lama dilakoni Habibi. “Sudah dua tahun ini,” tambahnya.

Lulusan D3 Keperawatan itu sudah lama diburu polisi. Sudah beberapa kali ia berhasil lolos dari penggerebekan. “Dia sangat licin,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani yang didampingi Ditnarkoba Kombes Pol Wisnu Widharto.

Hanya jaringan di bawahnya saya tertangkap. Pada 24 Desember 2018 silam, Polresta Banjarmasin menyita 12 kilogram sabu. Dikirim dari Lampung untuk menyuplai gudang Habibi.

Kali ini, Habibi ditangkap saat bertransaksi di Jalan Pembangunan I. Dari tangannya, polisi cuma mendapati satu bungkus sabu. “Ternyata di rumah itulah gudang penyimpanannya,” tambah Yazid.

Tertangkapnya aksi kriminal pria lulusan D3 perawat ini, kata , bukan kali ini saja bertransaksi, tapi sudah beberapa kali. Namun ketika digerebek selalu berhasil kabur. “Pelaku sangat licin,” ujarnya.

Dari pengakuan pelaku, barang itu berasal dari Malaysia. Dibawa ke Banjarmasin melalui jalur laut melalui Sumatera dan Jawa Timur. “Pelaku merupakan jaringan narkotika internasional,” tukasnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor turut hadir dalam ekspose itu. Dia mengaku merasa miris dengan peredaran narkoba di daerahnya. Bahkan dia tak ragu menyebutnya sudah parah.

Sahbirin mengajak masyarakat turut memerangi peredaran narkoba. “Ayo kita perangi,” serunya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/