alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Rawan Tergusur Pembangunan, 4 Sungai akan Dipasang Patok Beton

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin akan memancang patok-patok beton di sejumlah sungai yang rawan tergerus aktivitas pembangunan.

Kabid Sungai PUPR Banjarmasin Hizbul Wathony menjelaskan, adanya patok itu sebagai tanda bahwa sungai itu merupakan aset pemko. Tak boleh ada pembangunan bangunan apapun di atasnya.

“Memberi tanda bahwa sungai itu milik pemko. Dengan adanya batas itu berarti tidak ada yang boleh membuat bangunan melebihi patok ini dipasang,” ucapnya, kemarin (20/1).

Meski belum disebutkan sungai mana saja, tapi dia memastikan setidaknya ada empat sungai yang dipasangi patok.

“Setiap sungai mungkin akan diberi patok sebanyak 150 titik yang bertuliskan PUPR dan setiap patok diberi jarak 25 meter,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Thony ini menyebutkan, pada tahun 2019 kemarin, pihaknya sudah memasang patok di sejumlah sungai. Antara lain Sungai Parigi dan Sungai Pelambuan.

“Tahun ini dilanjutkan pada empat sungai. Agar tidak ada yang membangun apapun di atas aset ini,” bebernya.

Acuannya, Undang-Undang Sempadan Sungai yang harus ditaati. “Jadi harus tertib sesuai aturan dimana batas-batas yang boleh didirikan bangunan dan dimana yang tidak boleh,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin akan memancang patok-patok beton di sejumlah sungai yang rawan tergerus aktivitas pembangunan.

Kabid Sungai PUPR Banjarmasin Hizbul Wathony menjelaskan, adanya patok itu sebagai tanda bahwa sungai itu merupakan aset pemko. Tak boleh ada pembangunan bangunan apapun di atasnya.

“Memberi tanda bahwa sungai itu milik pemko. Dengan adanya batas itu berarti tidak ada yang boleh membuat bangunan melebihi patok ini dipasang,” ucapnya, kemarin (20/1).

Meski belum disebutkan sungai mana saja, tapi dia memastikan setidaknya ada empat sungai yang dipasangi patok.

“Setiap sungai mungkin akan diberi patok sebanyak 150 titik yang bertuliskan PUPR dan setiap patok diberi jarak 25 meter,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Thony ini menyebutkan, pada tahun 2019 kemarin, pihaknya sudah memasang patok di sejumlah sungai. Antara lain Sungai Parigi dan Sungai Pelambuan.

“Tahun ini dilanjutkan pada empat sungai. Agar tidak ada yang membangun apapun di atas aset ini,” bebernya.

Acuannya, Undang-Undang Sempadan Sungai yang harus ditaati. “Jadi harus tertib sesuai aturan dimana batas-batas yang boleh didirikan bangunan dan dimana yang tidak boleh,” pungkasnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/