alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Gara-gara ini, Kalsel-Teng Gelap-gelapan

BANJARBARU – Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel, kemarin (19/1) sore membuat jaringan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terganggu. Akibatnya pemadaman terjadi di seluruh wilayah Kalsel.

Indikasi awal gangguan sendiri disebabkan oleh sambaran petir yang mengenai jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) di jalur antara Gardu Induk (GI) Rantau, Tapin dan GI Barikin, Hulu Sungai Tengah.

Asisten Manajer Komunikasi PLN UIW Kalselteng Bayu Aswenda mengatakan, terganggunya jalur transmisi SUTT tersebut menyebabkan delapan Gardu Induk (GI) yang ada di Kalsel dan Kalteng suplai listriknya terhenti. “Karena itu, listrik padam di beberapa wilayah di Kalsel dan Kalteng,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia merincikan, delapan Gardu Induk yang suplai listriknya terhenti yakni GI Bandara Banjarbaru, GI Cempaka, GI Mantuil (Banjarmasin), GI Satui (Tanbu), GI Batulicin (Tanbu), GI Sampit, GI Bagendang (Kotim), dan GI Pangkalan Bun. “Suplai listrik pada pelanggan yang berada di sekitar GI tersebut lah yang terhenti,” ujarnya.

Karena gangguan itu, Bayu menyampaikan bahwa tim langsung turun melakukan perbaikan. “Ini proses penormalan secara bertahap Mas. Mulai menormalkan Gardu Induk, terus bertahap ke jaringan distribusinya,” katanya.

Namun, dia tidak memastikan kapan jaringan listrik kembali normal. “Kami upayakan secepatnya Mas,” ucapnya.

Di Banjarbaru sendiri listrik mulai padam sekitar pukul 17.00 Wita, ketika hujan deras disertai petir mengguyur sejumlah wilayah di Banua. Hingga, berita ini ditulis pada pukul 20.00 Wita listrik belum menyala.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Jumat (17/1) kemarin kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Banua.

Dalam rilis mereka, masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Senin (20/1) hingga Selasa (21/1) di tiga daerah. Yaitu, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra menyampaikan, cuaca ekstrem terjadi memang dikarenakan wilayah Kalsel saat ini sudah memasuki musim hujan. “Setiap memasuki musim hujan memang potensi hujan di hampir seluruh daerah di Kalsel besar,” jelasnya.

Selain lantaran musim hujan, Bayu menyampaikan, cuaca ekstrem juga dipengaruhi oleh pertemuan arus udara atau konvergensi angin. “Konvergensi angin menyebabkan potensi curah hujan tinggi,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Hujan deras disertai petir dan angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalsel, kemarin (19/1) sore membuat jaringan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah terganggu. Akibatnya pemadaman terjadi di seluruh wilayah Kalsel.

Indikasi awal gangguan sendiri disebabkan oleh sambaran petir yang mengenai jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) di jalur antara Gardu Induk (GI) Rantau, Tapin dan GI Barikin, Hulu Sungai Tengah.

Asisten Manajer Komunikasi PLN UIW Kalselteng Bayu Aswenda mengatakan, terganggunya jalur transmisi SUTT tersebut menyebabkan delapan Gardu Induk (GI) yang ada di Kalsel dan Kalteng suplai listriknya terhenti. “Karena itu, listrik padam di beberapa wilayah di Kalsel dan Kalteng,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia merincikan, delapan Gardu Induk yang suplai listriknya terhenti yakni GI Bandara Banjarbaru, GI Cempaka, GI Mantuil (Banjarmasin), GI Satui (Tanbu), GI Batulicin (Tanbu), GI Sampit, GI Bagendang (Kotim), dan GI Pangkalan Bun. “Suplai listrik pada pelanggan yang berada di sekitar GI tersebut lah yang terhenti,” ujarnya.

Karena gangguan itu, Bayu menyampaikan bahwa tim langsung turun melakukan perbaikan. “Ini proses penormalan secara bertahap Mas. Mulai menormalkan Gardu Induk, terus bertahap ke jaringan distribusinya,” katanya.

Namun, dia tidak memastikan kapan jaringan listrik kembali normal. “Kami upayakan secepatnya Mas,” ucapnya.

Di Banjarbaru sendiri listrik mulai padam sekitar pukul 17.00 Wita, ketika hujan deras disertai petir mengguyur sejumlah wilayah di Banua. Hingga, berita ini ditulis pada pukul 20.00 Wita listrik belum menyala.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor Jumat (17/1) kemarin kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem di Banua.

Dalam rilis mereka, masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada Senin (20/1) hingga Selasa (21/1) di tiga daerah. Yaitu, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra menyampaikan, cuaca ekstrem terjadi memang dikarenakan wilayah Kalsel saat ini sudah memasuki musim hujan. “Setiap memasuki musim hujan memang potensi hujan di hampir seluruh daerah di Kalsel besar,” jelasnya.

Selain lantaran musim hujan, Bayu menyampaikan, cuaca ekstrem juga dipengaruhi oleh pertemuan arus udara atau konvergensi angin. “Konvergensi angin menyebabkan potensi curah hujan tinggi,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/