alexametrics
34.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Piton Tertangkap, Plafon Hancur

BANJARMASIN – Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2 meter masuk ke rumah warga di Jalan Sutoyo S Gang Nuri RT 27, Banjarmasin Tengah.

Piton sebesar itu menyusup masuk rumah Ima Isnaini. Lalu bersembunyi di plafon dapur.

Ima mengaku sudah curiga sejak Jumat (17/1) malam. Dia mendengar suara-suara berisik. Dari sana ia telusuri, ternyata ada ular di rumahnya.

Warga datang ramai-ramai untuk memburu piton tersebut. Plafon rumah pun dijebol. Hingga tampak bolong-bolong besar menganga. Pencarian sempat dihentikan karena hasilnya nihil.

Tapi kemarin (18/1) pagi, piton itu kembali nongol. Upaya perburuan kembali dimulai. “Mencari ularnya sejak tadi malam, tapi enggak ketemu-ketemu. Baru tadi pagi muncul lagi,” kata Ima.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, piton yang meresahkan keluarganya itu berhasil ditangkap pada jam 12 siang.

Tapi keberhasilan itu harus dibayar mahal. Plafon dari bahan kalsiboard itu hancur. “Mau bagaimana lagi, kalau tidak dibolongin, tak bisa ditangkap,” tambahnya pasrah.

Ular itu kemudian dibawa pergi paman Ima. Entah mau diapakan. Ima menduga, ular itu datang dari tempat pembuangan sampah, tak jauh dari permukiman warga. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Teluk Dalam geger. Ular piton sepanjang 3,2 meter masuk ke rumah warga di Jalan Sutoyo S Gang Nuri RT 27, Banjarmasin Tengah.

Piton sebesar itu menyusup masuk rumah Ima Isnaini. Lalu bersembunyi di plafon dapur.

Ima mengaku sudah curiga sejak Jumat (17/1) malam. Dia mendengar suara-suara berisik. Dari sana ia telusuri, ternyata ada ular di rumahnya.

Warga datang ramai-ramai untuk memburu piton tersebut. Plafon rumah pun dijebol. Hingga tampak bolong-bolong besar menganga. Pencarian sempat dihentikan karena hasilnya nihil.

Tapi kemarin (18/1) pagi, piton itu kembali nongol. Upaya perburuan kembali dimulai. “Mencari ularnya sejak tadi malam, tapi enggak ketemu-ketemu. Baru tadi pagi muncul lagi,” kata Ima.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, piton yang meresahkan keluarganya itu berhasil ditangkap pada jam 12 siang.

Tapi keberhasilan itu harus dibayar mahal. Plafon dari bahan kalsiboard itu hancur. “Mau bagaimana lagi, kalau tidak dibolongin, tak bisa ditangkap,” tambahnya pasrah.

Ular itu kemudian dibawa pergi paman Ima. Entah mau diapakan. Ima menduga, ular itu datang dari tempat pembuangan sampah, tak jauh dari permukiman warga. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/