alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pencuri Spesialis Rumah Kosong Dibekuk, Mengaku 15 Kali, Beralasan Lupa Lokasi

BANJARMASIN – Satreskrim Polresta Banjarmasin membekuk pelaku pencuri spesialis rumah kosong. Salah satu dari dua pelaku adalah residivis dan sudah melangsungkan aksinya di berbagai titik. 

Yang terbaru diungkap pelaku beraksi di rumah kosong di Jalan Dharma Bakti Banjarmasin Timur. Menggondol lapton dan uang tunai Rp5 juta Selasa (14/1) siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Pelaku dua orang. Abdul Sani alias Adul 34 tahun warga Jalan Laksana Intan Gang Nilam RT 36 Banjarmasin Selatan. Ade Novianor Saputra alias Tole 29 warga Jalan RK Ilir RT 2 Banjarmasin Selatan.

Tak lama setelah korban melaporkan kejadian, Tole ditangkap pertama saat berada di Jalan Tembus Mantuil sekitar pukul 18.30 Wita.

Dari keterangan Tole, diketahui jika bekerja sama dengan Adul. Adul pun dijemput tim Gabungan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan di Jalan Kelayan B Gang Gembira Banjarmasin Selatan, beberapa jam kemudian. Penangkapan dipimpin Wakasat Reskrim AKP Gita Suhandi Achmad. Residivis kasus pencurian itu kakinya dihadiahi timah panas karena melawan anggota yang membekuk.

Penangkapan bermula dari laporan Hardiayanti, mahasiswi pemilik rumah. Korban mendapati isi rumahnya dengan kondisi acak-acakan. Engsel pintu rumah rusak. Polisi langsung gelar olah tempat kejadian perkara. Mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya butuh waktu 5 jam setelah kejadian polisi akhirnya berhasil mengungkap pelakunya.

Kasat Reskrim Polresta, Kompol Ade Papa Rihi menjelaskan dari tangan Adul dan Tole disita satu unit laptop. Sedangkan uang Rp5 juta tidak diketahui kabarnya. “Kami juga amankan barang bukti peralatan mereka beraksi. Seperti motor, linggis, obeng, serta songket untuk mencongkel pintu atau jendela,” ujar Ade didampingi Wakasat AKP Gita Suhandi saat rilis perkara, kemarin (16/1).

Sebelum beraksi mereka lebih dulu menggambar lokasi. Demi menguasai kondisi rumah yang akan menjadi sasaran. Setelah merasa aman dan rumah korban sepi, pelaku masuk ke dalam rumah yang ditinggal penghuni. Caranya dengan mencongkel pintu dan jendela.

“Modusnya memastikan penghuni ada atau tidaknya, dia mengetuk pintunya. Jika tak ada menyahut, mereka langsung bekerja. Sebaliknya, jika ada pemiliknya keluar mereka pura-pura menanyakan tempat atau nama seseorang,” jelas Ade.

Ade menambahkan Adul merupakan residivis kambuhan. Sering beraksi lintas pulau. Terdata sementara beberapa bulan di Banjarmasin sudah ada 15 lokasi yang diakuinya telah dicuri. Dia juga pernah beraksi di Pulau Jawa bersama sang kakak. Tapi, saudaranya tewas dihakim massa.

“15 TKP itu paling banyak di Banjarmasin Timur. Sebagiannya di wilayah utara dan selatan. Itupun diakui hanya seingat dia. Masih banyak lupa di mana-mana lokasi kejadian lain,” tambah Ade.

Kawanan pelaku ini memang matang setiap beraksi. Target yang disasar dilakukan siang hari. Tidak memilih malam hari.

“Sasarannya mereka rumah kosong. Jam kerja mereka beraksi dari pukul 9 pagi hingga pukul 11. Barang curian dijual ke Pasar Kasbah, online, dan seseorang penadah. Itu kami temukan orangnya (penadah, Red) diproses di Banjarmasin Tengah,” terang Ade. Saat Adul ditangkap juga ditemukan sabu. Jadi, akan dijerat pasal berlapis.

Disela rilis, Adul mengaku lima bulan di Banjarmasin setelah bebas dari vonis 2,6 bulan di Lapas Mojokerto. “Saya lupa berapa lokasinya (beraksi di Banjarmasin, Red). Yang saya ingat itu saja. Itupun lupa rumah-rumahnya,” akunya.

Datang ke Banjarmasin, pertengahan tahun 2019. Ketika jalan ke Kelayan B bertemu Tole. Mereka berdua lantas mengatur strategi untuk mencari mangsanya. “Kami selalu berdua bekerja. Jalan-jalan dulu pantau lokasi, baru beraksi. Untuk barang bukti di mana saja kami jual. Kalau laptop pasarannya Rp800 ribu, uangnya buat rame-rame saja,” ujarnya.(lan/dye/ema)

BANJARMASIN – Satreskrim Polresta Banjarmasin membekuk pelaku pencuri spesialis rumah kosong. Salah satu dari dua pelaku adalah residivis dan sudah melangsungkan aksinya di berbagai titik. 

Yang terbaru diungkap pelaku beraksi di rumah kosong di Jalan Dharma Bakti Banjarmasin Timur. Menggondol lapton dan uang tunai Rp5 juta Selasa (14/1) siang sekitar pukul 12.30 Wita.

Pelaku dua orang. Abdul Sani alias Adul 34 tahun warga Jalan Laksana Intan Gang Nilam RT 36 Banjarmasin Selatan. Ade Novianor Saputra alias Tole 29 warga Jalan RK Ilir RT 2 Banjarmasin Selatan.

Tak lama setelah korban melaporkan kejadian, Tole ditangkap pertama saat berada di Jalan Tembus Mantuil sekitar pukul 18.30 Wita.

Dari keterangan Tole, diketahui jika bekerja sama dengan Adul. Adul pun dijemput tim Gabungan Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin dan Polsek Banjarmasin Selatan di Jalan Kelayan B Gang Gembira Banjarmasin Selatan, beberapa jam kemudian. Penangkapan dipimpin Wakasat Reskrim AKP Gita Suhandi Achmad. Residivis kasus pencurian itu kakinya dihadiahi timah panas karena melawan anggota yang membekuk.

Penangkapan bermula dari laporan Hardiayanti, mahasiswi pemilik rumah. Korban mendapati isi rumahnya dengan kondisi acak-acakan. Engsel pintu rumah rusak. Polisi langsung gelar olah tempat kejadian perkara. Mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hanya butuh waktu 5 jam setelah kejadian polisi akhirnya berhasil mengungkap pelakunya.

Kasat Reskrim Polresta, Kompol Ade Papa Rihi menjelaskan dari tangan Adul dan Tole disita satu unit laptop. Sedangkan uang Rp5 juta tidak diketahui kabarnya. “Kami juga amankan barang bukti peralatan mereka beraksi. Seperti motor, linggis, obeng, serta songket untuk mencongkel pintu atau jendela,” ujar Ade didampingi Wakasat AKP Gita Suhandi saat rilis perkara, kemarin (16/1).

Sebelum beraksi mereka lebih dulu menggambar lokasi. Demi menguasai kondisi rumah yang akan menjadi sasaran. Setelah merasa aman dan rumah korban sepi, pelaku masuk ke dalam rumah yang ditinggal penghuni. Caranya dengan mencongkel pintu dan jendela.

“Modusnya memastikan penghuni ada atau tidaknya, dia mengetuk pintunya. Jika tak ada menyahut, mereka langsung bekerja. Sebaliknya, jika ada pemiliknya keluar mereka pura-pura menanyakan tempat atau nama seseorang,” jelas Ade.

Ade menambahkan Adul merupakan residivis kambuhan. Sering beraksi lintas pulau. Terdata sementara beberapa bulan di Banjarmasin sudah ada 15 lokasi yang diakuinya telah dicuri. Dia juga pernah beraksi di Pulau Jawa bersama sang kakak. Tapi, saudaranya tewas dihakim massa.

“15 TKP itu paling banyak di Banjarmasin Timur. Sebagiannya di wilayah utara dan selatan. Itupun diakui hanya seingat dia. Masih banyak lupa di mana-mana lokasi kejadian lain,” tambah Ade.

Kawanan pelaku ini memang matang setiap beraksi. Target yang disasar dilakukan siang hari. Tidak memilih malam hari.

“Sasarannya mereka rumah kosong. Jam kerja mereka beraksi dari pukul 9 pagi hingga pukul 11. Barang curian dijual ke Pasar Kasbah, online, dan seseorang penadah. Itu kami temukan orangnya (penadah, Red) diproses di Banjarmasin Tengah,” terang Ade. Saat Adul ditangkap juga ditemukan sabu. Jadi, akan dijerat pasal berlapis.

Disela rilis, Adul mengaku lima bulan di Banjarmasin setelah bebas dari vonis 2,6 bulan di Lapas Mojokerto. “Saya lupa berapa lokasinya (beraksi di Banjarmasin, Red). Yang saya ingat itu saja. Itupun lupa rumah-rumahnya,” akunya.

Datang ke Banjarmasin, pertengahan tahun 2019. Ketika jalan ke Kelayan B bertemu Tole. Mereka berdua lantas mengatur strategi untuk mencari mangsanya. “Kami selalu berdua bekerja. Jalan-jalan dulu pantau lokasi, baru beraksi. Untuk barang bukti di mana saja kami jual. Kalau laptop pasarannya Rp800 ribu, uangnya buat rame-rame saja,” ujarnya.(lan/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/