alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

GELAP..! Warga Tuntut Lampu Jalan Gubernur Subarjo

BANJARMASIN – Warga Jalan Gubernur Subarjo RT 13 Banjarmasin Selatan mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Kondisi jalan rusak dan gelap menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan.

Salah seorang warga, Syaifullah mengaku heran mengapa sarana putar balik (u-turn) di jalan itu tidak diberi lampu jalan.

“Cuma di sini yang tidak dipasangi lampu jalan, di putaran lainnya ada, padahal sering terjadi kecelakaan dekat RT 13 sini,” ujarnya, Selasa (14/1).

Pria yang sudah puluhan tahun menetap di Lingkar Selatan itu mengaku bukan hanya dirinya yang mengeluh, tapi juga warga lainnya. Sebagai wong cilik, dirinya tidak tahu kemana harus mengadu.

“Kami tidak tahu kemana mau mengadu, makanya saya sebar di media sosial agar publik tahu,” tambahnya.

Dikonfirmasi Radar Banjarmasin kepada Kepala Bidang LLAJ Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalsel, Ade mengatakan sebenarnya kecelakaan bukan hanya lantaran tidak adanya penerangan jalan.

“Lebih dominan akibat faktor lain. Misalnya perlunya rambu peringatan kurangi kecepatan atau hati-hati jalan berlubang,” terang Ade.

Tapi, keluhan masyarakat tetap menjadi masukan berharga. Ade berjanji akan menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisinya.

“Segera ke lapangan, apa saja yang yang diperlukan untuk meminimalir kecelakaan di kawasan tersebut,” cetusnya.

Soal penerangan jalan, dia tak menjanjikan. Setidaknya tidak pada tahun anggaran. “Ada program-program lain yang diusulkan dan mendesak,” pungkasnya. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Warga Jalan Gubernur Subarjo RT 13 Banjarmasin Selatan mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Kondisi jalan rusak dan gelap menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan.

Salah seorang warga, Syaifullah mengaku heran mengapa sarana putar balik (u-turn) di jalan itu tidak diberi lampu jalan.

“Cuma di sini yang tidak dipasangi lampu jalan, di putaran lainnya ada, padahal sering terjadi kecelakaan dekat RT 13 sini,” ujarnya, Selasa (14/1).

Pria yang sudah puluhan tahun menetap di Lingkar Selatan itu mengaku bukan hanya dirinya yang mengeluh, tapi juga warga lainnya. Sebagai wong cilik, dirinya tidak tahu kemana harus mengadu.

“Kami tidak tahu kemana mau mengadu, makanya saya sebar di media sosial agar publik tahu,” tambahnya.

Dikonfirmasi Radar Banjarmasin kepada Kepala Bidang LLAJ Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XV Kalsel, Ade mengatakan sebenarnya kecelakaan bukan hanya lantaran tidak adanya penerangan jalan.

“Lebih dominan akibat faktor lain. Misalnya perlunya rambu peringatan kurangi kecepatan atau hati-hati jalan berlubang,” terang Ade.

Tapi, keluhan masyarakat tetap menjadi masukan berharga. Ade berjanji akan menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek kondisinya.

“Segera ke lapangan, apa saja yang yang diperlukan untuk meminimalir kecelakaan di kawasan tersebut,” cetusnya.

Soal penerangan jalan, dia tak menjanjikan. Setidaknya tidak pada tahun anggaran. “Ada program-program lain yang diusulkan dan mendesak,” pungkasnya. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/