alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

BAU..! Sampah Menggunung di Parkiran Pasar Telawang, Pas Disidak: Bersih

BANJARMASIN – Terkait ramainya keluhan pembeli dan pedagang di Pasar Telawang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin terjun ke lokasi, kemarin (14/1) sore.

Biang keroknya adalah tumpukan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang meluber ke halaman parkir pasar. Tapi informasi sidak pemko itu tampaknya bocor. Karena gunungan sampah di pasar tradisional di Jalan Simpang Telawang tersebut tampak sudah dibersihkan.

“Ini tindak lanjut dari rapat kemarin di Balai Kota, terkait aduan banyak warga yang membuang sampah ke area parkir Pasar Telawang,” kata Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperindag Banjarmasin, Ichrom M Tesar.

Banyak yang membuang sampah di luar waktu yang dibolehkan. Keluhan terutama datang dari pedagang makanan di pasar. Mereka merasa dirugikan, karena bau tak sedap sering mengusir calon pembeli.

“Makanya kami datang bersama DLH. Guna memberikan sosialisasi kepada warga terkait ketentuan jam membuang sampah,” tambahnya.

Jam pembuangan sampah ke TPS berlaku dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Bagi pembuang sampah siang hari bisa dikenai sanksi tipiring (tindak pidana ringan).

Sementara di sini, banyak yang membuang sampah antara jam 3 petang sampai jam 6 sore. Dampaknya, banyak sampah menumpuk tak terangkut armada DLH.

Tesar berjanji akan menaruh petugas pengawas di Pasar Telawang selama. “Akan kami jaga selama sepekan kedepan. Terutama pada jam-jam rawan. Agar tak ada lagi yang membuang di luar jam ketentuan,” tegasnya.

Apalagi TPS Pasar Telawang digunakan lima kelurahan. “Sebenarnya ini TPS khusus pasar. Tapi digunakan Kelurahan Telawang, Teluk Tiram, Kertak Baru Ulu, Kertak Baru Ilir, dan Kelurahan Mawar,” sebutnya.

Pantauan Radar Banjarmasin, tampak deretan gerobak sampah di tepi jalan. Rupanya, melihat ada petugas, mereka tak berani masuk. Selain jam pembuangan sampah yang berantakan, pemulung juga turut menjadi masalah. Mereka kerap menghamburkan tumpukan sampah di sana.

Menanggapi masalah ini, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengakui pemko kekurangan lahan untuk memperbanyak jumlah TPS.

Menanggapi hal ini, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki memang mengakui, Pemko Banjarmasin saat ini sedang kekurangan lahan untuk membuat TPS.

“Kemarin sempat ada lahan di daerah Kampung Gedang, tapi setelah disurvei, warga sekitar banyak yang menolak jika di sana dibangunkan TPS,” ujarnya.

Salah seorang pedagang yang enggan namanya dikorankan, menyebut sampah itu mulai berdatangan pada siang hari. “Saya jualan makanan bakar-bakaran. Banyak yang tak mau mampir karena berbau sampah. Semoga setelah ditertibkan, pasar jadi lebih bersih,” ujarnya. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Terkait ramainya keluhan pembeli dan pedagang di Pasar Telawang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin terjun ke lokasi, kemarin (14/1) sore.

Biang keroknya adalah tumpukan sampah di TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang meluber ke halaman parkir pasar. Tapi informasi sidak pemko itu tampaknya bocor. Karena gunungan sampah di pasar tradisional di Jalan Simpang Telawang tersebut tampak sudah dibersihkan.

“Ini tindak lanjut dari rapat kemarin di Balai Kota, terkait aduan banyak warga yang membuang sampah ke area parkir Pasar Telawang,” kata Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperindag Banjarmasin, Ichrom M Tesar.

Banyak yang membuang sampah di luar waktu yang dibolehkan. Keluhan terutama datang dari pedagang makanan di pasar. Mereka merasa dirugikan, karena bau tak sedap sering mengusir calon pembeli.

“Makanya kami datang bersama DLH. Guna memberikan sosialisasi kepada warga terkait ketentuan jam membuang sampah,” tambahnya.

Jam pembuangan sampah ke TPS berlaku dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi. Bagi pembuang sampah siang hari bisa dikenai sanksi tipiring (tindak pidana ringan).

Sementara di sini, banyak yang membuang sampah antara jam 3 petang sampai jam 6 sore. Dampaknya, banyak sampah menumpuk tak terangkut armada DLH.

Tesar berjanji akan menaruh petugas pengawas di Pasar Telawang selama. “Akan kami jaga selama sepekan kedepan. Terutama pada jam-jam rawan. Agar tak ada lagi yang membuang di luar jam ketentuan,” tegasnya.

Apalagi TPS Pasar Telawang digunakan lima kelurahan. “Sebenarnya ini TPS khusus pasar. Tapi digunakan Kelurahan Telawang, Teluk Tiram, Kertak Baru Ulu, Kertak Baru Ilir, dan Kelurahan Mawar,” sebutnya.

Pantauan Radar Banjarmasin, tampak deretan gerobak sampah di tepi jalan. Rupanya, melihat ada petugas, mereka tak berani masuk. Selain jam pembuangan sampah yang berantakan, pemulung juga turut menjadi masalah. Mereka kerap menghamburkan tumpukan sampah di sana.

Menanggapi masalah ini, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki mengakui pemko kekurangan lahan untuk memperbanyak jumlah TPS.

Menanggapi hal ini, Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah, Marzuki memang mengakui, Pemko Banjarmasin saat ini sedang kekurangan lahan untuk membuat TPS.

“Kemarin sempat ada lahan di daerah Kampung Gedang, tapi setelah disurvei, warga sekitar banyak yang menolak jika di sana dibangunkan TPS,” ujarnya.

Salah seorang pedagang yang enggan namanya dikorankan, menyebut sampah itu mulai berdatangan pada siang hari. “Saya jualan makanan bakar-bakaran. Banyak yang tak mau mampir karena berbau sampah. Semoga setelah ditertibkan, pasar jadi lebih bersih,” ujarnya. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/