alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Sudimampir Ingin Direvitalisasi, Tapi Pedagang Kompak Menolak

BANJARMASIN – Keinginan pemko memodernkan Pasar Sudimampir bak bertepuk sebelah tangan. Sejumlah pedagang kompak menolak rencana pemko dengan berbagai alasan.

Sudah berkali-kali pertemuan digelar. Pemko berupaya membujuk pemilik toko dan pedagang, tapi hasilnya masih nihil.

Seperti kemarin (14/1) di Balai Kota, pedagang kembali dikumpulkan. Pertemuan itu dipimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, tapi kembali berakhir buntu.

Menurut Ketua Paguyuban Pasar Sudimampir, H Fauzi, pedagang menolak tawaran revitalisasi. Lantaran mereka mengantongi HGB (Hak Guna Bangunan) yang berlaku sampai tahun 2025.

“Intinya semua menolak. Karena HGB kami masih panjang, waktunya masih lima tahun lagi,” ujarnya seusai pertemuan.

Bagi mereka, bangunan pasar di Banjarmasin Tengah itu masih layak ditempati. Bahkan sampai 10 tahun kedepan.

Sementara pedagang lain, Sitompul menegaskan, penolakan itu bukan berarti mereka anti pembangunan. Mereka menghormati keinginan pemko. Tapi mereka meminta pemko bersabar sampai tahun 2025.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperindag Banjarmasin, Ichrom M Tesar mengatakan, sekalipun ditolak pemko belum menyerah.

Menurutnya, ini proses yang wajar. Dia berharap, pendekatan demi pendekatan akan membuahkan hasil. Hingga rencana revitalisasi pasar bisa diwujudkan.

“Kami hanya tinggal menunggu persetujuan dari pemilik toko di blok Sudimampir Baru,” ujarnya.

Disebutkannya, ada sekitar 400 pedagang yang bernaung di sana. “Bisa mereka setuju, maka segera dibangun. Karena investornya sudah siap,” pungkas Tesar. (hid/fud/ema)

BANJARMASIN – Keinginan pemko memodernkan Pasar Sudimampir bak bertepuk sebelah tangan. Sejumlah pedagang kompak menolak rencana pemko dengan berbagai alasan.

Sudah berkali-kali pertemuan digelar. Pemko berupaya membujuk pemilik toko dan pedagang, tapi hasilnya masih nihil.

Seperti kemarin (14/1) di Balai Kota, pedagang kembali dikumpulkan. Pertemuan itu dipimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian Banjarmasin, tapi kembali berakhir buntu.

Menurut Ketua Paguyuban Pasar Sudimampir, H Fauzi, pedagang menolak tawaran revitalisasi. Lantaran mereka mengantongi HGB (Hak Guna Bangunan) yang berlaku sampai tahun 2025.

“Intinya semua menolak. Karena HGB kami masih panjang, waktunya masih lima tahun lagi,” ujarnya seusai pertemuan.

Bagi mereka, bangunan pasar di Banjarmasin Tengah itu masih layak ditempati. Bahkan sampai 10 tahun kedepan.

Sementara pedagang lain, Sitompul menegaskan, penolakan itu bukan berarti mereka anti pembangunan. Mereka menghormati keinginan pemko. Tapi mereka meminta pemko bersabar sampai tahun 2025.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperindag Banjarmasin, Ichrom M Tesar mengatakan, sekalipun ditolak pemko belum menyerah.

Menurutnya, ini proses yang wajar. Dia berharap, pendekatan demi pendekatan akan membuahkan hasil. Hingga rencana revitalisasi pasar bisa diwujudkan.

“Kami hanya tinggal menunggu persetujuan dari pemilik toko di blok Sudimampir Baru,” ujarnya.

Disebutkannya, ada sekitar 400 pedagang yang bernaung di sana. “Bisa mereka setuju, maka segera dibangun. Karena investornya sudah siap,” pungkas Tesar. (hid/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/