alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Dihantam Banjir, Siring Kemuning Jebol

BANJARBARU – Guyuran hujan deras yang turun pada Kamis (9/1) petang di kawasan Banjarbaru berdampak luas. Tidak hanya membuat terjadi genangan di beberapa akses jalan dan pemukiman, namun juga berimbas pada jebolnya bangunan infrastruktur milik Pemko Banjarbaru.

Salah satu titik di bangunan siring di bantaran Sungai Kemuning jebol. Tepatnya di dekat menara Pandang Jalan A Yani Km 33,5 Loktabat Utara. Hal ini, lantaran dihantam luapan air yang meluap dan deras. Debut air yang tinggi juga menjadi pemicu runtuhnya pondasi siring tersebut.

Dari informasi di lapangan, jebolnya siring yang juga menggerus pedesterian serta membuat pagar putus ini terjadi dari sekitaran pukul 16.15 Wita. Saat itu kondisi debit sungai Kemuning memang telah meluap.

Dari penuturan Ripi, ketua RT 03 RW 01 Loktabat Selatan. Puncak jebolnya siring terjadi menjelang azan Magrib. “Runtuhnya seingat saya sekitar jam 6 (pukul 18.00 Wita),” katanya.

Diceritakannya, bahwa sebelum runtuh. Kondisi dinding siring ini memang sudah berlubang sebelumnya. Ditengarai karena arus sungai yang deras dengan debit air yang tinggi yang pernah melanda pada Minggu (5/1) lalu.

“Kejadian ini saat arusnya sedang deras dan air tinggi sekali saat itu. Bagi kami, ini merupakan musibah, semua tidak ada yang menginginkannya,” ungkapnya.

Diketahui, bahwa ketinggian siring berkisar 3-4 meter dari dasar Sungai Kemuning. Beruntung dalam insiden ini tidak ada pengunjung atau warga yang berada di lokasi kejadian. “Saat itu tengah sepi, tidak ada pengunjung. Kalau warga juga berada di rumah, karena memang kondisi cuaca hujan deras,” katanya.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Subrianto saat dikonfirmasi telah mengetahui insiden ini. Saat ini pihaknya katanya sudah melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Ini sudah mulai dilakukan perbaikan. Petugas sudah di lokasi pasca kejadian. Kita akan melakukan perbaikan di titik yang jebol tersebut,” ucapnya.

Diakuinya, bahwa luapan air sungai yang deras menjadi pemicu jebolnya siring tersebut. Namun ia cukup memastikan bahwa sejauh ini tidak ada potensi jebol di titik lainnya.

“Penyebab tergerusnya pondasi siring karena adanya dorongan limpasan (luapan) air dari Jalan A Yani, karena gorong-gorongnya tersumbat atau rusak,” informasinya.

Adapun bentuk penanganan yang dilakukan. Subrianto merinci bahwa pihaknya akan menyediakan 30 beronjong. Yakni anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Hal ini dimaksudkan untuk penanganan sementara pasca kejadian.

“Kedepannya kita akan membuat perbaikan siringnya. Untuk kerusakan pagar dan PJU, kami akan berkoordinasi lintas SKPD. Dimana nanti Dinas Perkim yang akan memperbaikinya. Untuk penanganan sementara ini, kami melakukan perbaikan siring dan mengamankan badan jalan dulu,” paparnya.

Untuk lama perbaikan, Subrianto mengatakan bahwa hal ini tidak bisa divonis secara pasti. Namun secara estimasi, ia mengatakan jika kemungkinan berkisar dari satu pekan hingga satu bulan.

“Untuk yang parah kalau tidak hujan pasang Bronjong sekitar satu minggu. Untuk siringnya satu bulan. Kita akan fokus menangani sesuai tingkat kerusakan dulu, yang diutamakan yang paling parah,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

BANJARBARU – Guyuran hujan deras yang turun pada Kamis (9/1) petang di kawasan Banjarbaru berdampak luas. Tidak hanya membuat terjadi genangan di beberapa akses jalan dan pemukiman, namun juga berimbas pada jebolnya bangunan infrastruktur milik Pemko Banjarbaru.

Salah satu titik di bangunan siring di bantaran Sungai Kemuning jebol. Tepatnya di dekat menara Pandang Jalan A Yani Km 33,5 Loktabat Utara. Hal ini, lantaran dihantam luapan air yang meluap dan deras. Debut air yang tinggi juga menjadi pemicu runtuhnya pondasi siring tersebut.

Dari informasi di lapangan, jebolnya siring yang juga menggerus pedesterian serta membuat pagar putus ini terjadi dari sekitaran pukul 16.15 Wita. Saat itu kondisi debit sungai Kemuning memang telah meluap.

Dari penuturan Ripi, ketua RT 03 RW 01 Loktabat Selatan. Puncak jebolnya siring terjadi menjelang azan Magrib. “Runtuhnya seingat saya sekitar jam 6 (pukul 18.00 Wita),” katanya.

Diceritakannya, bahwa sebelum runtuh. Kondisi dinding siring ini memang sudah berlubang sebelumnya. Ditengarai karena arus sungai yang deras dengan debit air yang tinggi yang pernah melanda pada Minggu (5/1) lalu.

“Kejadian ini saat arusnya sedang deras dan air tinggi sekali saat itu. Bagi kami, ini merupakan musibah, semua tidak ada yang menginginkannya,” ungkapnya.

Diketahui, bahwa ketinggian siring berkisar 3-4 meter dari dasar Sungai Kemuning. Beruntung dalam insiden ini tidak ada pengunjung atau warga yang berada di lokasi kejadian. “Saat itu tengah sepi, tidak ada pengunjung. Kalau warga juga berada di rumah, karena memang kondisi cuaca hujan deras,” katanya.

Terpisah, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru, Subrianto saat dikonfirmasi telah mengetahui insiden ini. Saat ini pihaknya katanya sudah melakukan penanganan di lokasi kejadian.

“Ini sudah mulai dilakukan perbaikan. Petugas sudah di lokasi pasca kejadian. Kita akan melakukan perbaikan di titik yang jebol tersebut,” ucapnya.

Diakuinya, bahwa luapan air sungai yang deras menjadi pemicu jebolnya siring tersebut. Namun ia cukup memastikan bahwa sejauh ini tidak ada potensi jebol di titik lainnya.

“Penyebab tergerusnya pondasi siring karena adanya dorongan limpasan (luapan) air dari Jalan A Yani, karena gorong-gorongnya tersumbat atau rusak,” informasinya.

Adapun bentuk penanganan yang dilakukan. Subrianto merinci bahwa pihaknya akan menyediakan 30 beronjong. Yakni anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Hal ini dimaksudkan untuk penanganan sementara pasca kejadian.

“Kedepannya kita akan membuat perbaikan siringnya. Untuk kerusakan pagar dan PJU, kami akan berkoordinasi lintas SKPD. Dimana nanti Dinas Perkim yang akan memperbaikinya. Untuk penanganan sementara ini, kami melakukan perbaikan siring dan mengamankan badan jalan dulu,” paparnya.

Untuk lama perbaikan, Subrianto mengatakan bahwa hal ini tidak bisa divonis secara pasti. Namun secara estimasi, ia mengatakan jika kemungkinan berkisar dari satu pekan hingga satu bulan.

“Untuk yang parah kalau tidak hujan pasang Bronjong sekitar satu minggu. Untuk siringnya satu bulan. Kita akan fokus menangani sesuai tingkat kerusakan dulu, yang diutamakan yang paling parah,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/