alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

UEDDANN..! Petani Simpan Sabu 630 Gram

BANJARMASIN – Awal tahun 2020, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berhasil membongkar penyelundupan sabu dengan berat setengah kilogram lebih.

Rabu (8/1) sekitar jam 11 malam, Unit 2 Satresnarkoba menyita 630,41 gram sabu dari dua tersangka.

Mereka adalah Hamsudin, warga Jalan Trans Kalimantan Kompleks Batola Residen Blok F Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Lalu rekannya Husni, warga Jalan Berais RT 08 Kelurahan Sungai Bakut Kabupaten Kapuas yang saat itu berada di rumah Hamsudin.

Hamsudin memang sudah lama menjadi target polisi. Bisnis haramnya sudah lama terendus. Saat melintasi Jalan Kuripan Banjarmasin Timur, polisi pun membuntutinya. Penangkapan dipimpin Kanit 2 Idik Ipda Jody Dharma.

Polisi pun mengetahui tempat tinggalnya. Enggan gegabah, polisi menunggu malam hari. Setelah sekian jam diintai, baru digelar penggerebekan.

Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Wahyu Hidayat menegaskan, Hamsudin dikenal sebagai penyedia narkoba.

“Kami sudah mengenalinya, tapi belum mengetahui di mana rumahnya. Nah, saat ketemu di Jalan Kuripan, anggota melihat dan membuntuti. Hingga dilakukan penggerebekan,” terang Wahyu, kemarin (10/1).

Di rumahnya, awalnya polisi cuma menyita satu ons. Setelah keduanya diinterogasi, diketahui ada tempat persembunyian lain. Tak jauh dari TKP pertama.

“Masih satu kompleks dengan rumah tersangka. Di sana kami dapatkan lima ons sabu lagi. Total barang buktinya berupa 24 paket sabu seberat 630,41 gram,” beber Wahyu.

Dalam kasus ini, peran utama dipegang Hamsudin. Dia sendiri yang mengambil barang tersebut ke luar provinsi melalui jalur darat.

“Dia pengedar lintas provinsi. Barang diambil dari Kalbar untuk diedarkan di Kalsel. Sudah empat bulan dia geluti, awalnya cuma mengambil satu ons. Pasar semakin ramai, lalu dia mengambil hingga lima ons,” bebernya.

Dalam kesehariannya, Hamsudin dikenal sebagai petani. Dia mengaku sudah tujuh kali mengambil sabu ke Pontianak.

Dia mengaku nekat karena tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat. “Biasanya saya pasarkan di Banjarmasin, Barito Kuala, dan Kapus,” akunya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Awal tahun 2020, Satresnarkoba Polresta Banjarmasin berhasil membongkar penyelundupan sabu dengan berat setengah kilogram lebih.

Rabu (8/1) sekitar jam 11 malam, Unit 2 Satresnarkoba menyita 630,41 gram sabu dari dua tersangka.

Mereka adalah Hamsudin, warga Jalan Trans Kalimantan Kompleks Batola Residen Blok F Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Lalu rekannya Husni, warga Jalan Berais RT 08 Kelurahan Sungai Bakut Kabupaten Kapuas yang saat itu berada di rumah Hamsudin.

Hamsudin memang sudah lama menjadi target polisi. Bisnis haramnya sudah lama terendus. Saat melintasi Jalan Kuripan Banjarmasin Timur, polisi pun membuntutinya. Penangkapan dipimpin Kanit 2 Idik Ipda Jody Dharma.

Polisi pun mengetahui tempat tinggalnya. Enggan gegabah, polisi menunggu malam hari. Setelah sekian jam diintai, baru digelar penggerebekan.

Kasat Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Wahyu Hidayat menegaskan, Hamsudin dikenal sebagai penyedia narkoba.

“Kami sudah mengenalinya, tapi belum mengetahui di mana rumahnya. Nah, saat ketemu di Jalan Kuripan, anggota melihat dan membuntuti. Hingga dilakukan penggerebekan,” terang Wahyu, kemarin (10/1).

Di rumahnya, awalnya polisi cuma menyita satu ons. Setelah keduanya diinterogasi, diketahui ada tempat persembunyian lain. Tak jauh dari TKP pertama.

“Masih satu kompleks dengan rumah tersangka. Di sana kami dapatkan lima ons sabu lagi. Total barang buktinya berupa 24 paket sabu seberat 630,41 gram,” beber Wahyu.

Dalam kasus ini, peran utama dipegang Hamsudin. Dia sendiri yang mengambil barang tersebut ke luar provinsi melalui jalur darat.

“Dia pengedar lintas provinsi. Barang diambil dari Kalbar untuk diedarkan di Kalsel. Sudah empat bulan dia geluti, awalnya cuma mengambil satu ons. Pasar semakin ramai, lalu dia mengambil hingga lima ons,” bebernya.

Dalam kesehariannya, Hamsudin dikenal sebagai petani. Dia mengaku sudah tujuh kali mengambil sabu ke Pontianak.

Dia mengaku nekat karena tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat. “Biasanya saya pasarkan di Banjarmasin, Barito Kuala, dan Kapus,” akunya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/