alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Dana Desa Naik, Triwulan Pertama Cair 40%

BANJARBARU – Kabar gembira bagi para warga desa yang ada di Kalsel. Pasalnya, dana desa yang akan diterima tahun ini naik dibandingkan 2019 lalu. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, dana desa yang diterima Kalsel tahun ini mencapai Rp1,5 triliun lebih. Naik Rp1 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp1,4 triliun.

Kepala Dinas PMD Kalsel Zulkifli mengatakan, sama dengan tahun lalu dana desa yang diterima bakal dibagi ke 1.863 desa yang ada di Kalsel. “Harusnya 1.864 desa. Tapi Desa Wonorejo di Balangan tidak berhak menerima lantaran ditinggalkan penghuninya, maka jadinya 1.863 desa,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, dari jumlah desa di Kalsel, paling banyak berada di Kabupaten Banjar. Yakni sebanyak 277 desa.

“Dana desa untuk Banjar lebih banyak. Mencapai Rp200 miliar,” ungkapnya. Sedangkan yang paling sedikit menerima dana desa, Zulkifli menyebut Kabupaten Tabalong. Sebab, jumlah desa di daerah ini juga paling sedikit, yakni 121 desa. “Dana desa yang diterima Tabalong sekitar Rp108 miliar,” sebutnya.

Lanjutnya, saat ini semua desa sedang melengkapi persyaratan untuk pencairan dana desa. Kemungkinan dana sudah mulai dicairkan ke desa-desa pada Maret atau April. “Biasanya dana desa di Kalsel lebih cepat cair dibandingkan provinsi lain,” ujarnya.

Sistem pencairan tahun ini sendiri menurutnya berbeda dengan 2019. Meski sama-sama dicairkan bertahap per triwulan. “Tahun lalu dana desa cair 20 persen dulu pada triwulan pertama. Kalau tahun ini langsung 40 persen,” ujarnya.

Ditambahkannya, setelah cair 40 persen di triwulan pertama, dilanjutkan pada triwulan II cair lagi 40 persen. Lalu, di triwulan akhir sebesar 20 persen. “Kalau tahun lalu 20 persen dulu. Baru 40 persen di triwulan II, terus 40 persen lagi,” tambahnya.

Dilanjutkannya, dengan alokasi dana desa yang ada, maka setiap desa di Kalsel tahun ini akan menerima Rp600 juta sampai Rp700 juta per tahun. “Dana yang diterima tergantung kriteria desa. Desa sangat tertinggal mendapatkan dana paling besar, karena daerah mereka terisolir,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

BANJARBARU – Kabar gembira bagi para warga desa yang ada di Kalsel. Pasalnya, dana desa yang akan diterima tahun ini naik dibandingkan 2019 lalu. Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kalsel, dana desa yang diterima Kalsel tahun ini mencapai Rp1,5 triliun lebih. Naik Rp1 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp1,4 triliun.

Kepala Dinas PMD Kalsel Zulkifli mengatakan, sama dengan tahun lalu dana desa yang diterima bakal dibagi ke 1.863 desa yang ada di Kalsel. “Harusnya 1.864 desa. Tapi Desa Wonorejo di Balangan tidak berhak menerima lantaran ditinggalkan penghuninya, maka jadinya 1.863 desa,” katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, dari jumlah desa di Kalsel, paling banyak berada di Kabupaten Banjar. Yakni sebanyak 277 desa.

“Dana desa untuk Banjar lebih banyak. Mencapai Rp200 miliar,” ungkapnya. Sedangkan yang paling sedikit menerima dana desa, Zulkifli menyebut Kabupaten Tabalong. Sebab, jumlah desa di daerah ini juga paling sedikit, yakni 121 desa. “Dana desa yang diterima Tabalong sekitar Rp108 miliar,” sebutnya.

Lanjutnya, saat ini semua desa sedang melengkapi persyaratan untuk pencairan dana desa. Kemungkinan dana sudah mulai dicairkan ke desa-desa pada Maret atau April. “Biasanya dana desa di Kalsel lebih cepat cair dibandingkan provinsi lain,” ujarnya.

Sistem pencairan tahun ini sendiri menurutnya berbeda dengan 2019. Meski sama-sama dicairkan bertahap per triwulan. “Tahun lalu dana desa cair 20 persen dulu pada triwulan pertama. Kalau tahun ini langsung 40 persen,” ujarnya.

Ditambahkannya, setelah cair 40 persen di triwulan pertama, dilanjutkan pada triwulan II cair lagi 40 persen. Lalu, di triwulan akhir sebesar 20 persen. “Kalau tahun lalu 20 persen dulu. Baru 40 persen di triwulan II, terus 40 persen lagi,” tambahnya.

Dilanjutkannya, dengan alokasi dana desa yang ada, maka setiap desa di Kalsel tahun ini akan menerima Rp600 juta sampai Rp700 juta per tahun. “Dana yang diterima tergantung kriteria desa. Desa sangat tertinggal mendapatkan dana paling besar, karena daerah mereka terisolir,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/