alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Jembatan Bromo Dibangun Tahun Ini, Pemko Siapkan Rp66 Miliar

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin menyiapkan anggaran sebesar Rp114 miliar. Dikhususkan untuk membangun empat jembatan pada tahun ini.

Salah satu di antaranya adalah jembatan penghubung untuk Pulau Bromo di Banjarmasin Selatan. “Anggarannya sebesar Rp47 miliar,” sebut Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor.

Dari perencanaan, Pulau Bromo nantinya bakal dibangunkan jembatan gantung. Bentang panjangnya sekitar 168 meter dengan lebar dua meter.

Meski hanya jembatan gantung. Bukan berarti tak bisa dilewati roda empat. Dalam kondisi darudat, konstruksinya dijamin mampu menahan beban mobil. “Misal untuk ambulans. Bisa saja lewat, tapi hanya untuk keperluan darurat,” kata Arifin.

Arifin menyebut, ada ribuan warga di pulau itu. Mereka tak punya akses jalur darat. Bertahun-tahun untuk masuk kota mesti menggunakan transportasi sungai. Yang sangat tergantung pada arus pasang dan surut sungai.

Pemko sebenarnya sudah lama lama ingin membangun jembatan di sana. Ibnu Sina dan wakilnya Hermansyah bahkan menjadikannya sebagai janji politik saat kampanye Pilkada 2015 lalu.

Awalnya, Pulau Bromo hendak dibangunkan jembatan beton. Hanya saja pemko tak sanggup. Lantaran biayanya terlampau mahal. Mengingat lebar Sungai Barito mencapai 200 meter.

“Jarak sungai yang dibentangi jembatan itu cukup luas. Jadi hanya dibangunkan jembatan gantung,” jelasnya.

Selain jembatan di Pulau Bromo, PUPR juga akan mengganti konstruksi jembatan di Kuin. Tepatnya di dekat Makam Sultan Suriansyah. Anggarannya sedikit lebih kecil, yakni Rp42 miliar.

“Pagu pembangunan jembatan itu sebesar Rp66 miliar. Tapi akan dikerjakan bertahap,” sebutnya.

Jembatan ketiga yang akan dibangun letaknya di Banjarmasin Utara. Tepatnya di Jalan Sulawesi. Anggarannya sebesar Rp15 miliar.

Yang terakhir adalah pembangunan jembatan di Teluk Kelayan. Di sini ongkosnya paling kecil. “Kami menganggarkan sebesar Rp12 miliar,” bebernya.

Arifin menyebut, keempat jembatan itu memang jadi prioritas tahun ini. Semuanya ditargetkan bisa beroperasi pada 2021.

“Sebagai upaya pemko agar akses lalul intas terpenuhi dengan baik. Terutama untuk pembangunan jembatan di Pulau Bromo,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin menyiapkan anggaran sebesar Rp114 miliar. Dikhususkan untuk membangun empat jembatan pada tahun ini.

Salah satu di antaranya adalah jembatan penghubung untuk Pulau Bromo di Banjarmasin Selatan. “Anggarannya sebesar Rp47 miliar,” sebut Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor.

Dari perencanaan, Pulau Bromo nantinya bakal dibangunkan jembatan gantung. Bentang panjangnya sekitar 168 meter dengan lebar dua meter.

Meski hanya jembatan gantung. Bukan berarti tak bisa dilewati roda empat. Dalam kondisi darudat, konstruksinya dijamin mampu menahan beban mobil. “Misal untuk ambulans. Bisa saja lewat, tapi hanya untuk keperluan darurat,” kata Arifin.

Arifin menyebut, ada ribuan warga di pulau itu. Mereka tak punya akses jalur darat. Bertahun-tahun untuk masuk kota mesti menggunakan transportasi sungai. Yang sangat tergantung pada arus pasang dan surut sungai.

Pemko sebenarnya sudah lama lama ingin membangun jembatan di sana. Ibnu Sina dan wakilnya Hermansyah bahkan menjadikannya sebagai janji politik saat kampanye Pilkada 2015 lalu.

Awalnya, Pulau Bromo hendak dibangunkan jembatan beton. Hanya saja pemko tak sanggup. Lantaran biayanya terlampau mahal. Mengingat lebar Sungai Barito mencapai 200 meter.

“Jarak sungai yang dibentangi jembatan itu cukup luas. Jadi hanya dibangunkan jembatan gantung,” jelasnya.

Selain jembatan di Pulau Bromo, PUPR juga akan mengganti konstruksi jembatan di Kuin. Tepatnya di dekat Makam Sultan Suriansyah. Anggarannya sedikit lebih kecil, yakni Rp42 miliar.

“Pagu pembangunan jembatan itu sebesar Rp66 miliar. Tapi akan dikerjakan bertahap,” sebutnya.

Jembatan ketiga yang akan dibangun letaknya di Banjarmasin Utara. Tepatnya di Jalan Sulawesi. Anggarannya sebesar Rp15 miliar.

Yang terakhir adalah pembangunan jembatan di Teluk Kelayan. Di sini ongkosnya paling kecil. “Kami menganggarkan sebesar Rp12 miliar,” bebernya.

Arifin menyebut, keempat jembatan itu memang jadi prioritas tahun ini. Semuanya ditargetkan bisa beroperasi pada 2021.

“Sebagai upaya pemko agar akses lalul intas terpenuhi dengan baik. Terutama untuk pembangunan jembatan di Pulau Bromo,” pungkasnya. (nur/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/