alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Intensitas Hujan Meningkat, Cegah DBD Sedini Mungkin

BANJARMASIN – Intensitas hujan kian meningkat. Yang juga diiringi berbagai ancaman penyakit. Terutama demam berdarah dengue (DBD).

Potensi itulah yang dikhawatirkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin. “Kami sudah melaksanakan sosialisasi terkait hal itu. Sehingga warga dapat waspada dan melaksanakan 3M di tempat tinggal masing-masing,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi.

Menurut Machli, sejauh ini memang belum ada informasi resmi adanya peningkatan kasus DBD. Tapi tetap saja, masyarakat harus waspada.

“Harus melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yakni menguras, menutup dan mengubur (3M) untuk memberantas sarang jentik nyamuk,” pesannya.

Selain di lingkungan, rumah atau tempat bekerja, langkah pemberantasan sarang nyamuk juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Terutama pada bagian bak penampungan air di kamar kecil.

“Di sekolah juga sangat rawan. Karena terdapat bak penampungan air. Bahkan bisa saja jarang dibersihkan atau di kuras,” ucapnya.

Apalagi di lingkungan sekolah banyak anak-anak yang rentan terjangkit DBD. Jadi butuh kewaspadaan lebih. “Terutama sekolah dasar, karena banyak anak-anak yang rentan terjangkit penyakit ini,” pesannya.

Dengan imbauan ini, setidaknya menurunkan potensi meningkatnya kasus DBD. Karena menurut Machli, pencegahan dini bisa dilakukan dari lingkungan masing-masing.

Machli berjanji Dinkes akan meningkatkan upaya sosialisasi. Termasuk langkah pengasapan alias fogging. Khususnya di kawasan yang rawan penyebaran penyakit.

“Musim hujan seperti ini memang akan diiringi dengan meningkatnya pertumbuhan jentik nyamuk. Termasuk Aedes Aegypti. Penyebab utama DBD,” tuturnya.

Intinya, pemberantasan sarang nyamuk sangat perlu dilakukan. Agar tidak terserang DBD, terutama anak-anak. “Kita harus waspada,” katanya.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Banjarmasin, Istiqomah meminta Dinkes untuk benar-benar aktif. Mencegah sedini mungkin munculnya kasus DBD di kora ini.

“Pemko dalam hal ini Dinkes harus siaga. Termasuk juga masyarakat. Karena musim hujan begini rawan penyebaran DBD,” pungkasnya. (nur/at/fud)

BANJARMASIN – Intensitas hujan kian meningkat. Yang juga diiringi berbagai ancaman penyakit. Terutama demam berdarah dengue (DBD).

Potensi itulah yang dikhawatirkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin. “Kami sudah melaksanakan sosialisasi terkait hal itu. Sehingga warga dapat waspada dan melaksanakan 3M di tempat tinggal masing-masing,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi.

Menurut Machli, sejauh ini memang belum ada informasi resmi adanya peningkatan kasus DBD. Tapi tetap saja, masyarakat harus waspada.

“Harus melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yakni menguras, menutup dan mengubur (3M) untuk memberantas sarang jentik nyamuk,” pesannya.

Selain di lingkungan, rumah atau tempat bekerja, langkah pemberantasan sarang nyamuk juga harus dilakukan di lingkungan sekolah. Terutama pada bagian bak penampungan air di kamar kecil.

“Di sekolah juga sangat rawan. Karena terdapat bak penampungan air. Bahkan bisa saja jarang dibersihkan atau di kuras,” ucapnya.

Apalagi di lingkungan sekolah banyak anak-anak yang rentan terjangkit DBD. Jadi butuh kewaspadaan lebih. “Terutama sekolah dasar, karena banyak anak-anak yang rentan terjangkit penyakit ini,” pesannya.

Dengan imbauan ini, setidaknya menurunkan potensi meningkatnya kasus DBD. Karena menurut Machli, pencegahan dini bisa dilakukan dari lingkungan masing-masing.

Machli berjanji Dinkes akan meningkatkan upaya sosialisasi. Termasuk langkah pengasapan alias fogging. Khususnya di kawasan yang rawan penyebaran penyakit.

“Musim hujan seperti ini memang akan diiringi dengan meningkatnya pertumbuhan jentik nyamuk. Termasuk Aedes Aegypti. Penyebab utama DBD,” tuturnya.

Intinya, pemberantasan sarang nyamuk sangat perlu dilakukan. Agar tidak terserang DBD, terutama anak-anak. “Kita harus waspada,” katanya.

Terkait hal itu, Anggota DPRD Banjarmasin, Istiqomah meminta Dinkes untuk benar-benar aktif. Mencegah sedini mungkin munculnya kasus DBD di kora ini.

“Pemko dalam hal ini Dinkes harus siaga. Termasuk juga masyarakat. Karena musim hujan begini rawan penyebaran DBD,” pungkasnya. (nur/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/