alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Devisa Ekspor Menjadi PR

KEPALA Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, Firman Sane Hanafiah digantikan Kurnia Saktiono. Firman sekarang menjabat KPPBC Balikpapan.

Pada malam pisah sambut di Hotel Rattan Inn, Senin (6/1), Firman membacakan puisi tentang perjalanannya selama bertugas di Banjarmasin. Dia juga melemparkan pantun untuk menyambut kedatangan Kurnia.

Bunyinya seperti ini, “Bekajalan Orang di Taman Kamboja, ramai menyaksikan menyaksikan pertunjukan. Selamat datang Pak Kurnia, semoga diberikan kesehatan dan kesuksesan.”

Tentu pantun itu guna memberikan semangat. Dia berharap, Kurnia bisa menuntaskan pekerjaan rumah yang ia tinggalkan demi kemajuan Banjarmasin. Apalagi sekarang Bandara Internasional Syamsudin Noor telah berdiri.

“Saya kira perlu dibenahi lagi dari sisi pelayanan dan pengawasan,” pesan Firman. Terkait peningkatan devisa ekspor juga menjadi PR besar. “Menurut saya, itulah fokus Bea Cukai Banjarmasin kedepan,” harapnya.

Selama bertugas di Banua, ia mengaku mendapat banyak kesan baik. “Satu kata saja, senang. Oh satu lagi, saya bahagia. Saya takkan bisa melupakan Banjarmasin,” ujarnya tersenyum.

Sementara Kurnia, menyebut Banjarmasin sebagai tempat keduanya sebagai kepala kantor. Sebelumnya ia memimpin kantor di Sibolga.

Dia mengibaratkan tugas di Bea Cukai sebagai berkebun. Tak sekadar memetik buah, tapi juga mencari bibit, menyemai pupuk dan merawat hingga bisa dipanen.

“Seperti itulah. Jadi bea cukai bukan hanya memetik pajak saja, tapi juga harus mencari potensi pemasukan yang dikembangkan. Karena anggaran 2020 semakin berat. Sementara 80 persen penerimaan negara berasal dari pajak,” terangnya.

“Semakin berkembang suatu daerah, semakin banyak pajak terkumpul. Saya berharap, kehadiran saya di Banjarmasin bisa memajukan daerah ini,” harapnya. (lan/fud/ema)

KEPALA Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, Firman Sane Hanafiah digantikan Kurnia Saktiono. Firman sekarang menjabat KPPBC Balikpapan.

Pada malam pisah sambut di Hotel Rattan Inn, Senin (6/1), Firman membacakan puisi tentang perjalanannya selama bertugas di Banjarmasin. Dia juga melemparkan pantun untuk menyambut kedatangan Kurnia.

Bunyinya seperti ini, “Bekajalan Orang di Taman Kamboja, ramai menyaksikan menyaksikan pertunjukan. Selamat datang Pak Kurnia, semoga diberikan kesehatan dan kesuksesan.”

Tentu pantun itu guna memberikan semangat. Dia berharap, Kurnia bisa menuntaskan pekerjaan rumah yang ia tinggalkan demi kemajuan Banjarmasin. Apalagi sekarang Bandara Internasional Syamsudin Noor telah berdiri.

“Saya kira perlu dibenahi lagi dari sisi pelayanan dan pengawasan,” pesan Firman. Terkait peningkatan devisa ekspor juga menjadi PR besar. “Menurut saya, itulah fokus Bea Cukai Banjarmasin kedepan,” harapnya.

Selama bertugas di Banua, ia mengaku mendapat banyak kesan baik. “Satu kata saja, senang. Oh satu lagi, saya bahagia. Saya takkan bisa melupakan Banjarmasin,” ujarnya tersenyum.

Sementara Kurnia, menyebut Banjarmasin sebagai tempat keduanya sebagai kepala kantor. Sebelumnya ia memimpin kantor di Sibolga.

Dia mengibaratkan tugas di Bea Cukai sebagai berkebun. Tak sekadar memetik buah, tapi juga mencari bibit, menyemai pupuk dan merawat hingga bisa dipanen.

“Seperti itulah. Jadi bea cukai bukan hanya memetik pajak saja, tapi juga harus mencari potensi pemasukan yang dikembangkan. Karena anggaran 2020 semakin berat. Sementara 80 persen penerimaan negara berasal dari pajak,” terangnya.

“Semakin berkembang suatu daerah, semakin banyak pajak terkumpul. Saya berharap, kehadiran saya di Banjarmasin bisa memajukan daerah ini,” harapnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/