alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Gelombang Perairan Kalsel Capai 4 Meter, Nelayan Dilarang Melaut..!

BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, kemarin (4/1) mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi cuaca kelautan di Kalimantan Selatan.

Dalam peringatan itu, mereka menyampaikan agar kapal nelayan, tongkang, fery dan kapal berukuran besar supaya waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di Laut Jawa bagian tengah dan timur, serta perairan Kalsel.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra mengatakan, dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter sangat tidak aman bagi para nelayan untuk melaut. “Kami imbau supaya nelayan libur melaut,” katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, gelombang tinggi diprediksi terjadi hingga Kamis (9/1) mendatang. Maka dari itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini. “Gelombang tinggi terjadi akibat pengaruh kececepatan angin pada cuaca ekstrem belakangan ini,” ungkapnya.

Selain di laut, Bayu juga mewanti-wanti agar masyarakat di daratan tetap waspada. Pasalnya, ada sembilan daerah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. 

Sembilan daerah yang dia maksud yakni Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, Balangan, Tabalong, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Sembilan daerah yang berada di wilayah Kalsel bagian utara dan barat ini berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat sampai 1 atau 2 hari ke depan,” paparnya.

Dia menjelaskan, hujan lebat masih berpotensi turun lantaran adanya dampak dari angin konvergensi yang bertiup dari belahan bumi utara yang membawa massa udara basah. “Hal itu juga didukung dengan kelembaban yang tinggi di lapisan udara atas,” jelasnya. 

Ia mengingatkan perlu diwaspadai adanya perubahan cuaca signifikan pada siang atau sore hingga malam dan dini hari di wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat. “Kami sudah bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memberikan warning kepada masyarakat, terkait adanya perubahan cuaca,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana alam terjadi pada musim hujan, Kamis (2/1) tadi BPBD Kalsel telah membentuk Satgas Banjir. “Meski dinamai Satgas Banjir, tapi satgas ini fokusnya mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni, banjir, longsor dan puting beliung,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Pihaknya juga membuat surat edaran untuk bupati dan wali kota agar melakukan antisipasi bencana. “Antisipasi yang dimaksud, yaitu mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, kemarin (4/1) mengeluarkan peringatan dini mengenai kondisi cuaca kelautan di Kalimantan Selatan.

Dalam peringatan itu, mereka menyampaikan agar kapal nelayan, tongkang, fery dan kapal berukuran besar supaya waspada terhadap potensi gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter di Laut Jawa bagian tengah dan timur, serta perairan Kalsel.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra mengatakan, dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter sangat tidak aman bagi para nelayan untuk melaut. “Kami imbau supaya nelayan libur melaut,” katanya, kemarin.

Dia mengungkapkan, gelombang tinggi diprediksi terjadi hingga Kamis (9/1) mendatang. Maka dari itu, pihaknya mengeluarkan peringatan dini. “Gelombang tinggi terjadi akibat pengaruh kececepatan angin pada cuaca ekstrem belakangan ini,” ungkapnya.

Selain di laut, Bayu juga mewanti-wanti agar masyarakat di daratan tetap waspada. Pasalnya, ada sembilan daerah masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan. 

Sembilan daerah yang dia maksud yakni Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, Balangan, Tabalong, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Hulu Sungai Tengah. “Sembilan daerah yang berada di wilayah Kalsel bagian utara dan barat ini berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat sampai 1 atau 2 hari ke depan,” paparnya.

Dia menjelaskan, hujan lebat masih berpotensi turun lantaran adanya dampak dari angin konvergensi yang bertiup dari belahan bumi utara yang membawa massa udara basah. “Hal itu juga didukung dengan kelembaban yang tinggi di lapisan udara atas,” jelasnya. 

Ia mengingatkan perlu diwaspadai adanya perubahan cuaca signifikan pada siang atau sore hingga malam dan dini hari di wilayah-wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat. “Kami sudah bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk memberikan warning kepada masyarakat, terkait adanya perubahan cuaca,” ujarnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bencana alam terjadi pada musim hujan, Kamis (2/1) tadi BPBD Kalsel telah membentuk Satgas Banjir. “Meski dinamai Satgas Banjir, tapi satgas ini fokusnya mengantisipasi tiga jenis bencana. Yakni, banjir, longsor dan puting beliung,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin.

Pihaknya juga membuat surat edaran untuk bupati dan wali kota agar melakukan antisipasi bencana. “Antisipasi yang dimaksud, yaitu mengerahkan personel dan peralatan dari SKPD terkait masing-masing daerah untuk membantu masyarakat yang terkena musibah,” pungkasnya. (ris/tof/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/