alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Tahun ini PUPR Gelontor Rp761 Miliar untuk Jalan Kalsel

BANJARMASIN – Tahun ini Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran tak sedikit ke Kalsel. Nilainya mencapai Rp761 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai tersebut sedikit berkurang. Tahun 2019 lalu, suntikan APBN ke Kalsel nilainya mencapai Rp848 miliar.

Dari anggaran sebanyak itu, terbagi diberbagai pekerjaan, meliputi pemeliharaan jalan sepanjang 1,196.77 km dengan pagu anggaran Rp388 miliar. Pembangunan jalan sepanjang 4,27 km dengan pagu anggaran mencapai Rp79 miliar.

Selain itu, termasuk juga untuk pemeliharaan jembatan di jalan nasional sepanjang 17,584,86 km dengan pagu anggaran mencapai Rp277 miliar. Tak hanya untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan dan jembatan, dianggarkan pula untuk penanganan longsor di empat lokasi dengan pagu Rp16 miliar.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Kalimantan, Budi Herimau Semiharjo mengungkapkan, jika ditotal ruas jalan nasional di Kalsel yang dilakukan pemeliharaan tahun ini sepanjang 1204.3 km. “Tahun ini suntikan dana dari pemerintah pusat ke Kalsel melalui BBPJN XI Kalimantan untuk pemeliharaan jalan, jembatan dan penanganan longsor mencapai Rp761 miliar,” beber Budi.

Khusus ruas jalan nasional yang rawan atau berpotensi longsor dan terpapar banjir, pihaknya sudah memetakan lokasinya. Untuk ruas jalan nasional yang berpotensi banjir berada di ruas jalan Pantai Hambawang-Lingkar Walangsi, Desa Sungai Cuka-Sebamban, Asam-Asam-Kintap, Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin termasuk ruas dalam kota. “Termasuk ruas Jalan Ahmad Yani-Batas Kota Banjarmasin, dan Jalan Lambung Mangkurat. Kawasan ini yang sangat rawan terpapar air pasang hingga kebanjiran,” paparnya.

Sementara, untuk ruas jalan yang berpotensi longsor, BBPJN XI Kalimantan mencatat di ruas Jalan Batas Kota Amuntai-Desa Tabur, Kabupaten Tabalong, ruas Jalan Simpang Empat Haruai-Batu Babi, Tabalong, termasuk di ruas Jalan Kabupaten Tanah Bumbu-Mentewe dan Lumpangi-Batas Kabupaten Tanah Bumbu. “Khusus penanganan longsor tahun ini ada di empat lokasi dengan pagu Rp16 miliar,” beber Budi.

Jika suntikan dana dari pemerintah pusat ke Kalsel melalui BBPJN XI Kalimantan untuk pemeliharaan jalan, jembatan dan penanganan longsor mencapai Rp761 miliar, sementara pemprov menggelontorkan ruas jalan provinsi untuk pemeliharaan hanya Rp2 miliar. “Lokasi ruas jalan provinsi yang rawan longsor ada di kawasan Tahura-Kiram,” sebut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib. (mof/by/bin)

 

BANJARMASIN – Tahun ini Kementerian PUPR menggelontorkan anggaran tak sedikit ke Kalsel. Nilainya mencapai Rp761 miliar. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai tersebut sedikit berkurang. Tahun 2019 lalu, suntikan APBN ke Kalsel nilainya mencapai Rp848 miliar.

Dari anggaran sebanyak itu, terbagi diberbagai pekerjaan, meliputi pemeliharaan jalan sepanjang 1,196.77 km dengan pagu anggaran Rp388 miliar. Pembangunan jalan sepanjang 4,27 km dengan pagu anggaran mencapai Rp79 miliar.

Selain itu, termasuk juga untuk pemeliharaan jembatan di jalan nasional sepanjang 17,584,86 km dengan pagu anggaran mencapai Rp277 miliar. Tak hanya untuk pemeliharaan dan pembangunan jalan dan jembatan, dianggarkan pula untuk penanganan longsor di empat lokasi dengan pagu Rp16 miliar.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XI Kalimantan, Budi Herimau Semiharjo mengungkapkan, jika ditotal ruas jalan nasional di Kalsel yang dilakukan pemeliharaan tahun ini sepanjang 1204.3 km. “Tahun ini suntikan dana dari pemerintah pusat ke Kalsel melalui BBPJN XI Kalimantan untuk pemeliharaan jalan, jembatan dan penanganan longsor mencapai Rp761 miliar,” beber Budi.

Khusus ruas jalan nasional yang rawan atau berpotensi longsor dan terpapar banjir, pihaknya sudah memetakan lokasinya. Untuk ruas jalan nasional yang berpotensi banjir berada di ruas jalan Pantai Hambawang-Lingkar Walangsi, Desa Sungai Cuka-Sebamban, Asam-Asam-Kintap, Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin termasuk ruas dalam kota. “Termasuk ruas Jalan Ahmad Yani-Batas Kota Banjarmasin, dan Jalan Lambung Mangkurat. Kawasan ini yang sangat rawan terpapar air pasang hingga kebanjiran,” paparnya.

Sementara, untuk ruas jalan yang berpotensi longsor, BBPJN XI Kalimantan mencatat di ruas Jalan Batas Kota Amuntai-Desa Tabur, Kabupaten Tabalong, ruas Jalan Simpang Empat Haruai-Batu Babi, Tabalong, termasuk di ruas Jalan Kabupaten Tanah Bumbu-Mentewe dan Lumpangi-Batas Kabupaten Tanah Bumbu. “Khusus penanganan longsor tahun ini ada di empat lokasi dengan pagu Rp16 miliar,” beber Budi.

Jika suntikan dana dari pemerintah pusat ke Kalsel melalui BBPJN XI Kalimantan untuk pemeliharaan jalan, jembatan dan penanganan longsor mencapai Rp761 miliar, sementara pemprov menggelontorkan ruas jalan provinsi untuk pemeliharaan hanya Rp2 miliar. “Lokasi ruas jalan provinsi yang rawan longsor ada di kawasan Tahura-Kiram,” sebut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Yasin Toyib. (mof/by/bin)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/