alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pengusaha Wrapping Dukung Erick Tohir

BANJARMASIN – Baru-baru ini, Menteri BUMN, Erick Tohir telah menerbitkan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019. Dalam SK yang diterbitkan 12 Desember lalu tersebut berisi Kementerian BUMN memperketat pembentukan anak, cucu sampai cicit perusahaan plat merah. Pasalnya, hal tersebut dilakukan untuk efektivitas iklim bisnis yang dikembangkan BUMN serta tidak menghambat perkembangan usaha swasta hingga UMKM.

Sejumlah pengusaha swasta pun menyatakan dukungan tersebut. Salah satunya, pernyataan yang dilontarkan CEO Securitech Indonesia Achmad Fauzi MM. Sebagai pelaku usaha UMKM di bidang wrapping bagasi di bandara, Fauzi menyatakan dukungan terhadap keputusan Menteri BUMN yang telah diberlakukan sejak tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

“Sangat mendukung 100 persen keputusan Menteri BUMN pak Erick Tohir dalam menertibkan anak perusahaan BUMN,” tuturnya Jumat (4/1) kemarin.

Dengan aturan itu kata dia peluang perkembangan usaha dari pihak swasta terutama UMKM bisa lebih terbuka dan bertumbuh menjadi usaha yang sehat sehingga berdampak pada perkembangan sektor ekonomi di Indonesia.

“Agar tidak tercipta lagi usaha monopoli atau tangan besi, kita bisa ambil contoh, usaha wrapping yang hanya satu pemain dan banyak pemain, omzetnya lebih besar mana. Silahkan ambil kalkulator dan kita hitung bersama,” ungkap pengusaha yang tinggal di Kaki Gunung Agung ini.

Seharusnya kata Uji, negara memberikan kemudahan bagi pelaku-pelaku usaha kecil untuk bisa bertumbuh. Misalnya dengan beberapa kebijakan yang membuat pelaku usaha tidak merasa diberarkan.

Karena selama ini, ia sangat merasakan kesulitan untuk bisa lebih berkembang ketika perusahaan BUMN ini mendominasi, seperti di bandara yang dikelola BUMN tempat usahanya selama ini beroperasi.

“Pesan moral saya, jangan mengarahkan kami untuk angkat kaki dari bandara dengan cara menaikan sewa atau konsesi diatas rata-rata. Contoh kasus di beberapa bandara, 100 persen omzet kami dibawa semua oleh pengelola bandara. Biarkan kami tetap berkarya, tetap hidup kami dukung BUMN menjadi kaya tanpa menyingkirkan atau menzolimi pelaku usaha swasta yang kecil-kecil seperti kami ini,” tandasnya. (ist/ij/mat)

BANJARMASIN – Baru-baru ini, Menteri BUMN, Erick Tohir telah menerbitkan Keputusan Menteri (Permen) BUMN Nomor SK-315/MBU/12/2019. Dalam SK yang diterbitkan 12 Desember lalu tersebut berisi Kementerian BUMN memperketat pembentukan anak, cucu sampai cicit perusahaan plat merah. Pasalnya, hal tersebut dilakukan untuk efektivitas iklim bisnis yang dikembangkan BUMN serta tidak menghambat perkembangan usaha swasta hingga UMKM.

Sejumlah pengusaha swasta pun menyatakan dukungan tersebut. Salah satunya, pernyataan yang dilontarkan CEO Securitech Indonesia Achmad Fauzi MM. Sebagai pelaku usaha UMKM di bidang wrapping bagasi di bandara, Fauzi menyatakan dukungan terhadap keputusan Menteri BUMN yang telah diberlakukan sejak tanggal diterbitkannya aturan tersebut.

“Sangat mendukung 100 persen keputusan Menteri BUMN pak Erick Tohir dalam menertibkan anak perusahaan BUMN,” tuturnya Jumat (4/1) kemarin.

Dengan aturan itu kata dia peluang perkembangan usaha dari pihak swasta terutama UMKM bisa lebih terbuka dan bertumbuh menjadi usaha yang sehat sehingga berdampak pada perkembangan sektor ekonomi di Indonesia.

“Agar tidak tercipta lagi usaha monopoli atau tangan besi, kita bisa ambil contoh, usaha wrapping yang hanya satu pemain dan banyak pemain, omzetnya lebih besar mana. Silahkan ambil kalkulator dan kita hitung bersama,” ungkap pengusaha yang tinggal di Kaki Gunung Agung ini.

Seharusnya kata Uji, negara memberikan kemudahan bagi pelaku-pelaku usaha kecil untuk bisa bertumbuh. Misalnya dengan beberapa kebijakan yang membuat pelaku usaha tidak merasa diberarkan.

Karena selama ini, ia sangat merasakan kesulitan untuk bisa lebih berkembang ketika perusahaan BUMN ini mendominasi, seperti di bandara yang dikelola BUMN tempat usahanya selama ini beroperasi.

“Pesan moral saya, jangan mengarahkan kami untuk angkat kaki dari bandara dengan cara menaikan sewa atau konsesi diatas rata-rata. Contoh kasus di beberapa bandara, 100 persen omzet kami dibawa semua oleh pengelola bandara. Biarkan kami tetap berkarya, tetap hidup kami dukung BUMN menjadi kaya tanpa menyingkirkan atau menzolimi pelaku usaha swasta yang kecil-kecil seperti kami ini,” tandasnya. (ist/ij/mat)

Most Read

Artikel Terbaru

/