alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Soal Penghapusan Ujian Nasional, Disdik: Daerah Ikuti Arahan Pusat

BANJARBARU – Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana akan menghapus Ujian Nasional (UN) kedepannya. Disebut, UN akan digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Hal ini terang Nadiem didasarkan pada tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Artinya, UN akan diterapkan untuk terakhir kalinya di tahun 2020.

Terkait wacana ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarbaru, M Aswan memberikan responsnya. Menurutnya, pada prinsipnya daerah otonomi di bawah pemerintahan akan melaksanakan arahan pusat. “Jadi kalau misalkan ada perubahan kita akan melaksanakan. Tidak mungkin kita menolak, daerah akan ikuti arahan pusat,” ucap Aswan.

Dijelaskannya, bahwa pihaknya telah mengetahui soal konsep dari kebijakan ini. Makanya, Disdik sendiri saat ini sebut Aswan juga dalam proses pengumpulan data serta tahapan penyesuaian di tingkat daerah.

“Jadi di tahun 2020 ini UN tetap diberlakukan. Karena kan dimulai dari tahun 2021 menyesuaikan anggaran. Tapi soal detilnya seperti apa di 2021 itu kita belum mendapat informasinya,” terangnya.

Memang konsep asesmen kompetensi dasar yang ditawarkan nilai Aswan juga sangat positif. Karena dapat meningkatkan kemampuan dasar siswa beserta karakternya. Hal ini katanya sesuai dengan visi Kota Banjarbaru sebagai Kota yang berkarakter.

Ditanya apa langkah ke depan terkait wacana ini? Aswan menjawab jika saat ini ia akan menunggu instruksi pusat lebih jauh. “Yang jelas kita menunggu seperti apa nantinya. Kalau ditanya kesiapan, kita tentu siap akan hal ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa di salah satu SMAN di Banjarbaru, Purwanto turut menanggapi hal ini. Menurutnya apabila memang UN bakal dihapus, maka di tingkat daerah harus menyiapkannya secara matang.

“Harapannya jangan sampai tergesa-gesa. Semisal di pusat maupun di ibu kota maupun kota besar digelar, daerah juga harus menyiapkannya jauh-jauh hari. Saya sebagai orang tua tentu berharap bahwa anak kami tidak terkejut dengan kebijakan ini,” pandangnya.

Ia sendiri berharap bahwa segala kebutuhan, baik sosialisasi atau perlengkapan penunjang dapat disiapkan tidak mepet. Lantaran perubahan kebijakan ujarnya pasti akan berdampak terhadap pelajar.

“Memang saya lihat selama ini UN bagi sebagian orang dianggap jadi beban. Saya pada prinsipnya sepakat saja, asal sistemnya jelas dan malah tidak menyusahkan. Dan juga harus dibarengi kesiapan sekolah masing-masing,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

BANJARBARU – Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim berencana akan menghapus Ujian Nasional (UN) kedepannya. Disebut, UN akan digantikan dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Hal ini terang Nadiem didasarkan pada tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Artinya, UN akan diterapkan untuk terakhir kalinya di tahun 2020.

Terkait wacana ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarbaru, M Aswan memberikan responsnya. Menurutnya, pada prinsipnya daerah otonomi di bawah pemerintahan akan melaksanakan arahan pusat. “Jadi kalau misalkan ada perubahan kita akan melaksanakan. Tidak mungkin kita menolak, daerah akan ikuti arahan pusat,” ucap Aswan.

Dijelaskannya, bahwa pihaknya telah mengetahui soal konsep dari kebijakan ini. Makanya, Disdik sendiri saat ini sebut Aswan juga dalam proses pengumpulan data serta tahapan penyesuaian di tingkat daerah.

“Jadi di tahun 2020 ini UN tetap diberlakukan. Karena kan dimulai dari tahun 2021 menyesuaikan anggaran. Tapi soal detilnya seperti apa di 2021 itu kita belum mendapat informasinya,” terangnya.

Memang konsep asesmen kompetensi dasar yang ditawarkan nilai Aswan juga sangat positif. Karena dapat meningkatkan kemampuan dasar siswa beserta karakternya. Hal ini katanya sesuai dengan visi Kota Banjarbaru sebagai Kota yang berkarakter.

Ditanya apa langkah ke depan terkait wacana ini? Aswan menjawab jika saat ini ia akan menunggu instruksi pusat lebih jauh. “Yang jelas kita menunggu seperti apa nantinya. Kalau ditanya kesiapan, kita tentu siap akan hal ini,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang orang tua siswa di salah satu SMAN di Banjarbaru, Purwanto turut menanggapi hal ini. Menurutnya apabila memang UN bakal dihapus, maka di tingkat daerah harus menyiapkannya secara matang.

“Harapannya jangan sampai tergesa-gesa. Semisal di pusat maupun di ibu kota maupun kota besar digelar, daerah juga harus menyiapkannya jauh-jauh hari. Saya sebagai orang tua tentu berharap bahwa anak kami tidak terkejut dengan kebijakan ini,” pandangnya.

Ia sendiri berharap bahwa segala kebutuhan, baik sosialisasi atau perlengkapan penunjang dapat disiapkan tidak mepet. Lantaran perubahan kebijakan ujarnya pasti akan berdampak terhadap pelajar.

“Memang saya lihat selama ini UN bagi sebagian orang dianggap jadi beban. Saya pada prinsipnya sepakat saja, asal sistemnya jelas dan malah tidak menyusahkan. Dan juga harus dibarengi kesiapan sekolah masing-masing,” pungkasnya. (rvn/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/