alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Taman Kamboja Tak Bakal Ditarik Retribusi

BANJARMASIN – 2020 ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja bakal dipercantik. Dilengkapi dengan kolam, perpustakaan, serta jalan paving blok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar menyebut taman ini akan dibuat lebih nyaman. Supaya warga kota bisa benar-benar menikmati suasana santai. “Tidak hanya untuk warga Banjarmasin, tapi juga dari luar kota,” ucapnya.

Pada tahun ini, sebesar Rp4,5 miliar disiapkan. Dialokasikan khusus untuk membenahi infrastruktur taman tersebut. Anggarannya sudah dimasukkan dalam APBD 2020.

Jika taman itu sudah benar-benar rampung, Mukhyar memastikan tak akan ada pungutan retribusi. Seperti yang sempat dikabarkan beberapa waktu lalu. “Karena ini ruang publik,” tegasnya.

Bagaimana dengan pertunjukkan air mancur? Menurut Mukhyar, atraksi itu akan tetap rutin digelar. Sebab, ini sudah menjadi bagian penghibur di taman tersebut.

Terkait pertunjukan, Mukhyar membantah jika disebut memakan biaya jutaan rupiah sekali tayang. Ongkos operasional memang ada, tapi tidak mahal. Nominalnya hanya ratusan ribu rupiah. Jadi tak butuh retribusi.

“Jika dibandingkan dengan kepuasan warga yang menikmati, tidak pas jika ada pungutan retribusi di taman tersebut. Semoga tidak adanya penarikan ini sejalan dengan keputusan wali kota,” tuturnya.

Kalaupun ada peluang retribusi, hanya untuk hal yang bersifat komersil. Seperti kerja sama dengan pihak ketiga. Contohnya pemasangan atau penayangan iklan.

“Kalau bekerja sama dengan pihak ketiga, berupa retribusi iklan, bisa saja untuk menutupi kebutuhan operasional taman,” jelasnya. Intinya, tak akan ada retribusi di Taman Kamboja.

Beberapa waktu lalu, Taman Kamboja sempat disoroti Komisi III DPRD Banjarmasin. Soal lampu penerangan yang dianggap terlalu gelap.

DLH sudah menanggapinya. Mereka berkomitmen akan membehani segala fasilitas di sana. Termasuk lampu.(nur/dye/ema)

BANJARMASIN – 2020 ini, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja bakal dipercantik. Dilengkapi dengan kolam, perpustakaan, serta jalan paving blok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Mukhyar menyebut taman ini akan dibuat lebih nyaman. Supaya warga kota bisa benar-benar menikmati suasana santai. “Tidak hanya untuk warga Banjarmasin, tapi juga dari luar kota,” ucapnya.

Pada tahun ini, sebesar Rp4,5 miliar disiapkan. Dialokasikan khusus untuk membenahi infrastruktur taman tersebut. Anggarannya sudah dimasukkan dalam APBD 2020.

Jika taman itu sudah benar-benar rampung, Mukhyar memastikan tak akan ada pungutan retribusi. Seperti yang sempat dikabarkan beberapa waktu lalu. “Karena ini ruang publik,” tegasnya.

Bagaimana dengan pertunjukkan air mancur? Menurut Mukhyar, atraksi itu akan tetap rutin digelar. Sebab, ini sudah menjadi bagian penghibur di taman tersebut.

Terkait pertunjukan, Mukhyar membantah jika disebut memakan biaya jutaan rupiah sekali tayang. Ongkos operasional memang ada, tapi tidak mahal. Nominalnya hanya ratusan ribu rupiah. Jadi tak butuh retribusi.

“Jika dibandingkan dengan kepuasan warga yang menikmati, tidak pas jika ada pungutan retribusi di taman tersebut. Semoga tidak adanya penarikan ini sejalan dengan keputusan wali kota,” tuturnya.

Kalaupun ada peluang retribusi, hanya untuk hal yang bersifat komersil. Seperti kerja sama dengan pihak ketiga. Contohnya pemasangan atau penayangan iklan.

“Kalau bekerja sama dengan pihak ketiga, berupa retribusi iklan, bisa saja untuk menutupi kebutuhan operasional taman,” jelasnya. Intinya, tak akan ada retribusi di Taman Kamboja.

Beberapa waktu lalu, Taman Kamboja sempat disoroti Komisi III DPRD Banjarmasin. Soal lampu penerangan yang dianggap terlalu gelap.

DLH sudah menanggapinya. Mereka berkomitmen akan membehani segala fasilitas di sana. Termasuk lampu.(nur/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/