alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Baru Diresmikan, Plafon Bandara Sudah Jebol, Segera Evaluasi Standarisasi Kontruksi

BANJARMASIN – Jebolnya plafon di terminal Bandara Syamsuddin Noor, beberapa waktu lalu sangat disayangkan Yayasan Perlindungan Konsumen (YLK) Kalsel. Padahal baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Lembaga ini mendesak agar PT Angkasa Pura melakukan evaluasi terhadap bangunan. 

“Pihak pengelola harus segera evaluasi standarisasi konstruksi bangunan bandara,” desak Ketua YLK Kalsel, Ahmad Murjani, Kamis (2/1) sore.

Karena baru saja rampung pembangunannya, tentu proyek bandara ini masih ada tanggungjawab kontraktor. Pria yang juga mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cahaya Bangsa ini memahami, peristiwa itu lantaran saluran air  yang tersumbat. Akibatnya air meluap dan mengenai langit-langit hingga akhirnya membuat plafon jebol.

Meski begitu, jangan sampai persoalan ini terulang kembali terhadap bangunan lainnya. Sebab ini berkaitan dengan pelayanan terhadap konsumen yang menggunakan jasa penerbangan. “Untung saja peristiwa ambrolnya plafon itu tidak sampai memakan korban,” ucapnya.

Dalam pemberitaan koran ini sebelumnya, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menyampaikan kerusakan plafon terjadi diduga lantaran air berlebihan yang masuk ke area pembuangan air saat hujan deras mengguyur kawasan Banjarbaru. Akibatnya, air meluap dan mengenai plafon.

“Selain itu, saat kami periksa ternyata ada banyak sisa-sisa material proyek yang menyumbat alur pembuangan air. Itu juga salah satu penyebab air meluap,” katanya.

Dia mengungkapkan, bagian yang mengalami kerusakan hanya plafon dan sama sekali tidak mengganggu jadwal penerbangan, baik malam hari maupun sepanjang hari ini (29/12). “Semua aman dan ini akan kami evaluasi,” ungkapnya. (gmp/ema)

BANJARMASIN – Jebolnya plafon di terminal Bandara Syamsuddin Noor, beberapa waktu lalu sangat disayangkan Yayasan Perlindungan Konsumen (YLK) Kalsel. Padahal baru saja diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Lembaga ini mendesak agar PT Angkasa Pura melakukan evaluasi terhadap bangunan. 

“Pihak pengelola harus segera evaluasi standarisasi konstruksi bangunan bandara,” desak Ketua YLK Kalsel, Ahmad Murjani, Kamis (2/1) sore.

Karena baru saja rampung pembangunannya, tentu proyek bandara ini masih ada tanggungjawab kontraktor. Pria yang juga mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Cahaya Bangsa ini memahami, peristiwa itu lantaran saluran air  yang tersumbat. Akibatnya air meluap dan mengenai langit-langit hingga akhirnya membuat plafon jebol.

Meski begitu, jangan sampai persoalan ini terulang kembali terhadap bangunan lainnya. Sebab ini berkaitan dengan pelayanan terhadap konsumen yang menggunakan jasa penerbangan. “Untung saja peristiwa ambrolnya plafon itu tidak sampai memakan korban,” ucapnya.

Dalam pemberitaan koran ini sebelumnya, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria menyampaikan kerusakan plafon terjadi diduga lantaran air berlebihan yang masuk ke area pembuangan air saat hujan deras mengguyur kawasan Banjarbaru. Akibatnya, air meluap dan mengenai plafon.

“Selain itu, saat kami periksa ternyata ada banyak sisa-sisa material proyek yang menyumbat alur pembuangan air. Itu juga salah satu penyebab air meluap,” katanya.

Dia mengungkapkan, bagian yang mengalami kerusakan hanya plafon dan sama sekali tidak mengganggu jadwal penerbangan, baik malam hari maupun sepanjang hari ini (29/12). “Semua aman dan ini akan kami evaluasi,” ungkapnya. (gmp/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/