alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Pergantian Tahun Diwarnai Lakalantas, Kecepatan Tinggi Banyak Jadi Penyebab

Padatnya lalu lintas jelang pergantian tahun membuat banyak kecelakaan terjadi. Peringatan buat para pengendara.


Seharusnya rombongan dari Banjarmasin itu bisa menikmati malam pergantian tahun di tengah-tengah alam. Nahasnya, saat berangkat Selasa (30/12) tadi, bus yang mereka tumpangi tidak dapat menanjak gunung tinggi di objek wisata Hutan Meranti.

Humas Polres Kotabaru, AKP Gatot kepada wartawan mengatakan, bus itu membawa rombongan wisatawan dari Banjarmasin. “Mereka merupakan karyawan ATK Banjarmasin. Ada puluhan yang berlibur ke Kotabaru,” beber Gatot.

Sampai di Kotabaru, rombongan langsung menuju Hutan Meranti. Sekitar pukul 16.30. Sopir bernama Ardiansyah baru pertama ke sana.
Ketika menanjak, bus tidak kuat naik. Akhirnya tergelincir ke bawah dengan kecepatan tinggi. Dan menabrak pohon meranti.

Akibatnya, 14 orang mengalami luka ringan. Satu orang bernama Junaidi (19) patah kaki sebelah kiri dan retak tulang rahang. Para korban pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Kadis Lingkungan Hidup Kotabaru, Arief Fadillah, sopir awalnya sudah diperingatkan. Bahkan sempat diminta petugas objek wisata agar memantau dulu ketinggian gunung dengan roda dua.

“Tapi rupanya ketua rombongan wisata memaksa sopir segera naik saja. Mungkin takut kesorean,” aku Arief.

Kecelakaan juga terjadi di Desa Muara Asam-Asam Kecamatan Jorong. Seorang pengendara motor tewas pada Selasa (31/12) atau menjelang malam pergantian tahun 2020. Pengendara bernama Yakop, warga Desa Muara Asam – Asam, datang dari arah Pantai Asmara Desa Muara Asam-asam dengan kecepatan tinggi.

Di sebuah tikungan, ia tidak memperhatikan arus lalulintas di depan, sehingga Yakop melambung ke kanan. Tanpa disadari dari arah berlawanan ada mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan Asenn. Tabrakan pun terjadi.

Yakop mengalami patah kaki kanan dan memar dada, dan menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Pelaihari.

Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor juga terjadi di Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS. Rabu (1/1) pagi , M Elmi Rahman (21), yang menggemudikan sepeda motor dan M Fahrurraji (17) bertabrakan dengan dum truk pengakut sampah di Jalan Jenderal A Yani Km 4,8, Desa Bakarung.

Kedua remaja asal Desa Kapar, Kelurahan Batang Alai Selatan, Kabupaten HST ini pun langsung meninggal dunia akibat luka cukup parah. 

Kasat Lantas Polres HSS AKP Apriyansa Sinatra saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan pertama di tahun 2020 ini di Kabupaten HSS berawal saat Elmi membonceng Fahrurraji menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DA 6377 DI dari arah Kandangan menuju arah Barabai dengan kecepatan tinggi.

Namun, saat menikung tiba-tiba ada dum truk pengangkut sampah dengan nomor polisi DA 8160 PN, dari arah Barabai menuju Kandangan.

Saat akan menikung ke kiri yang saat itu jalan dalam keadaan licin karena diguyur hujan diduga sepeda motor dikendarai Elmi oleng dan hilang keseimbangan. Sehingga menabrak bak bagian bawah sebelah kanan dum truk.

Akibat kejadian tersebut Elmi dan Fahrurraji diduga terpental cukup jauh. Korban Elmi mengalami beberapa mata luka diantaranya luka bagian wajah, ketiak sebelah kanan, patah kaki pada bagian sebelah kiri dan luka lecet pada lutut kaki sebelah kanan. Sedangkan Fahrurraji mengalami luka di bagian telinga sebelah kanan mengeluarkan darah, hidung mengeluarkan darah, luka lecet di bagian punggung sebelah kanan, luka lecet pada lutut kaki sebelah kanan, patah tulang hidung dan wajah.

“Untuk korban Elmi meninggal di TKP, sedangkan Fahrurraji meninggal di RSUD Brigjen H Hassan Basry,” ujar Apriyansa. (ard/shn/zal/ran/ema)

Padatnya lalu lintas jelang pergantian tahun membuat banyak kecelakaan terjadi. Peringatan buat para pengendara.


Seharusnya rombongan dari Banjarmasin itu bisa menikmati malam pergantian tahun di tengah-tengah alam. Nahasnya, saat berangkat Selasa (30/12) tadi, bus yang mereka tumpangi tidak dapat menanjak gunung tinggi di objek wisata Hutan Meranti.

Humas Polres Kotabaru, AKP Gatot kepada wartawan mengatakan, bus itu membawa rombongan wisatawan dari Banjarmasin. “Mereka merupakan karyawan ATK Banjarmasin. Ada puluhan yang berlibur ke Kotabaru,” beber Gatot.

Sampai di Kotabaru, rombongan langsung menuju Hutan Meranti. Sekitar pukul 16.30. Sopir bernama Ardiansyah baru pertama ke sana.
Ketika menanjak, bus tidak kuat naik. Akhirnya tergelincir ke bawah dengan kecepatan tinggi. Dan menabrak pohon meranti.

Akibatnya, 14 orang mengalami luka ringan. Satu orang bernama Junaidi (19) patah kaki sebelah kiri dan retak tulang rahang. Para korban pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Kadis Lingkungan Hidup Kotabaru, Arief Fadillah, sopir awalnya sudah diperingatkan. Bahkan sempat diminta petugas objek wisata agar memantau dulu ketinggian gunung dengan roda dua.

“Tapi rupanya ketua rombongan wisata memaksa sopir segera naik saja. Mungkin takut kesorean,” aku Arief.

Kecelakaan juga terjadi di Desa Muara Asam-Asam Kecamatan Jorong. Seorang pengendara motor tewas pada Selasa (31/12) atau menjelang malam pergantian tahun 2020. Pengendara bernama Yakop, warga Desa Muara Asam – Asam, datang dari arah Pantai Asmara Desa Muara Asam-asam dengan kecepatan tinggi.

Di sebuah tikungan, ia tidak memperhatikan arus lalulintas di depan, sehingga Yakop melambung ke kanan. Tanpa disadari dari arah berlawanan ada mobil Daihatsu Ayla yang dikemudikan Asenn. Tabrakan pun terjadi.

Yakop mengalami patah kaki kanan dan memar dada, dan menghembuskan nafas terakhir setelah mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Pelaihari.

Kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor juga terjadi di Kecamatan Angkinang, Kabupaten HSS. Rabu (1/1) pagi , M Elmi Rahman (21), yang menggemudikan sepeda motor dan M Fahrurraji (17) bertabrakan dengan dum truk pengakut sampah di Jalan Jenderal A Yani Km 4,8, Desa Bakarung.

Kedua remaja asal Desa Kapar, Kelurahan Batang Alai Selatan, Kabupaten HST ini pun langsung meninggal dunia akibat luka cukup parah. 

Kasat Lantas Polres HSS AKP Apriyansa Sinatra saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa kecelakaan pertama di tahun 2020 ini di Kabupaten HSS berawal saat Elmi membonceng Fahrurraji menggunakan sepeda motor dengan nomor polisi DA 6377 DI dari arah Kandangan menuju arah Barabai dengan kecepatan tinggi.

Namun, saat menikung tiba-tiba ada dum truk pengangkut sampah dengan nomor polisi DA 8160 PN, dari arah Barabai menuju Kandangan.

Saat akan menikung ke kiri yang saat itu jalan dalam keadaan licin karena diguyur hujan diduga sepeda motor dikendarai Elmi oleng dan hilang keseimbangan. Sehingga menabrak bak bagian bawah sebelah kanan dum truk.

Akibat kejadian tersebut Elmi dan Fahrurraji diduga terpental cukup jauh. Korban Elmi mengalami beberapa mata luka diantaranya luka bagian wajah, ketiak sebelah kanan, patah kaki pada bagian sebelah kiri dan luka lecet pada lutut kaki sebelah kanan. Sedangkan Fahrurraji mengalami luka di bagian telinga sebelah kanan mengeluarkan darah, hidung mengeluarkan darah, luka lecet di bagian punggung sebelah kanan, luka lecet pada lutut kaki sebelah kanan, patah tulang hidung dan wajah.

“Untuk korban Elmi meninggal di TKP, sedangkan Fahrurraji meninggal di RSUD Brigjen H Hassan Basry,” ujar Apriyansa. (ard/shn/zal/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/