alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Masuk Final, Pebiliar Banua Bertanding Ketat di Palangka Raya

BANJARMASIN – Dua pebiliar Kalsel mampu menunjukkan tajinya di ajang DB Asia Krakatau Billiard Tournament 2019 di Palangka Raya, Kalteng, akhir Desember tadi. Adalah Noor Hidayatullah dan Jendi Apriadana yang tampil di babak final nomor pertandingan bola sepuluh pada turnamen tahunan bergengsi di Kalteng tersebut. Keduanyapun bersaing ketat untuk menentukan siapa yang paling layak jadi juaranya. 

“Pertandingan di partai final sangat seru dan berlangsung ketat. Di babak awal, keduanya sempat saling kejar-kejaran skor,” ungkap Noor Fathuliansyah, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Kalsel.

Diungkapkan pria yang akrab disapa Fathul ini, persaingan kedua pebiliar Kalsel tersebut mencapai puncaknya ketika Dayat (sapaan Noor Hidayatullah) bisa unggul dengan skor 6-5 atas Jendi. Di partai penentuan, Dayat akhirnya mampu memastikan gelar juara dengan mengakhiri pertandingan tersebut dengan skor 7-5.

“Gelar juara tersebut tentunya untuk menambah motivasi Dayat yang bakal tampil di PON XX 2020 Papua. Demikian pula dengan Jendi, yang juga akan ke Papua. Keduanya harus banyak melakukan latih tanding,” sebutnya.

Fathul menambahkan turnamen tersebut juga sebagai wadah kompetisi tutup tahun. “Sebagaimana biasa, ada tradisi menutup tahun dengan mengikuti kejuaraan di luar Kalsel. Dan turnamen di Kalteng ini jadi pilihan tepat, lantaran banyak pebiliar andal yang juga berpartisipasi di ajang ini,” sambungnya.

Di partai semifinal, Jendi mengalahkan pebiliar Yogyakarta, Deny S dengan skor 7-5. Sementara, Dayat menekuk pebiliar asal Kabupaten Tapin, Akbar dengan kedudukan 7-1.

“Semoga gelar juara di turnamen ini bisa menjadi penutup yang manis di tahun 2019. Tahun 2020, kami harus berjuang lebih keras untuk meraih medali emas buat Kalsel di PON XX 2020 Papua,” ujar Dayat.(oza/ema)

BANJARMASIN – Dua pebiliar Kalsel mampu menunjukkan tajinya di ajang DB Asia Krakatau Billiard Tournament 2019 di Palangka Raya, Kalteng, akhir Desember tadi. Adalah Noor Hidayatullah dan Jendi Apriadana yang tampil di babak final nomor pertandingan bola sepuluh pada turnamen tahunan bergengsi di Kalteng tersebut. Keduanyapun bersaing ketat untuk menentukan siapa yang paling layak jadi juaranya. 

“Pertandingan di partai final sangat seru dan berlangsung ketat. Di babak awal, keduanya sempat saling kejar-kejaran skor,” ungkap Noor Fathuliansyah, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengprov POBSI) Kalsel.

Diungkapkan pria yang akrab disapa Fathul ini, persaingan kedua pebiliar Kalsel tersebut mencapai puncaknya ketika Dayat (sapaan Noor Hidayatullah) bisa unggul dengan skor 6-5 atas Jendi. Di partai penentuan, Dayat akhirnya mampu memastikan gelar juara dengan mengakhiri pertandingan tersebut dengan skor 7-5.

“Gelar juara tersebut tentunya untuk menambah motivasi Dayat yang bakal tampil di PON XX 2020 Papua. Demikian pula dengan Jendi, yang juga akan ke Papua. Keduanya harus banyak melakukan latih tanding,” sebutnya.

Fathul menambahkan turnamen tersebut juga sebagai wadah kompetisi tutup tahun. “Sebagaimana biasa, ada tradisi menutup tahun dengan mengikuti kejuaraan di luar Kalsel. Dan turnamen di Kalteng ini jadi pilihan tepat, lantaran banyak pebiliar andal yang juga berpartisipasi di ajang ini,” sambungnya.

Di partai semifinal, Jendi mengalahkan pebiliar Yogyakarta, Deny S dengan skor 7-5. Sementara, Dayat menekuk pebiliar asal Kabupaten Tapin, Akbar dengan kedudukan 7-1.

“Semoga gelar juara di turnamen ini bisa menjadi penutup yang manis di tahun 2019. Tahun 2020, kami harus berjuang lebih keras untuk meraih medali emas buat Kalsel di PON XX 2020 Papua,” ujar Dayat.(oza/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/