alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Inilah Denah dan Akses Jalan Menuju Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor

BANJARBARU – Seharian kemarin, beredar pengumuman tentang terminal baru Bandara Syamsudin Noor yang akan dioperasikan pada 10 Desember 2019. Informasi itu viral dan dibagikan banyak orang ke sejumlah media sosial. Seperti grup WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Selain berisikan informasi tanggal pengoperasian terminal baru, pengumuman itu juga menyertakan denah menuju jalan akses bandara. Baik dari arah Banjarmasin, maupun dari arah Banjarbaru dan Martapura. Tetapi, tidak ada sumber resmi dalam informasi itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria juga tidak tahu sumbernya. “Kami tidak tahu. Dan (pengumuman) itu bukan kami yang membuat,” katanya kemarin.

Ketika membaca isi pengumumannya, dia tidak menyalahkan informasi yang ada di dalamnya. “Iya, rencananya memang 10 Desember 2019 (terminal baru dioperasikan),” ungkap pria yang akrab disapa Adit ini.

Termasuk denah jalan menuju akses bandara yang tersebar bersamaan dengan pengumuman tersebut, dia juga membenarkannya. “Kalau denah itu memang kami yang membuatnya untuk disosialisasikan ke masyarakat. Jadi benar saja itu,” ucapnya.

Dalam denah itu sendiri tergambar, bagi masyarakat dari arah Banjarmasin yang ingin menuju terminal baru Bandara Syamsudin Noor bisa lewat dari beberapa jalan yang tembus langsung ke akses bandara. Yakni, dapat melalui Jalan Gubernur Syarkawi, Jalan Sukamara, Jalan Kurnia atau Jalan Golf.

Sedangkan, dari arah Banjarbaru dan Martapura, untuk bisa tembus ke jalan akses bandara atau Jalan Lingkar Utara, masyarakat bisa lewat Jalan Karang Anyar 1, Jalan Kebun Karet, Jalan Sapta Marga dan Jalan Bina Putra.

Karena kurang dari dua pekan terminal baru akan dioperasikan, Adit menyampaikan bahwa pihaknya sejak beberapa waktu lalu sudah mulai memasang sejumlah fasilitas di dalam gedung anyar tersebut.  “Sambil berjalan sebagian fasilitas sedang kami lengkapi. Yang sudah terpasang sementara ini, counter check in,” ucapnya.

Selain sudah mulai melengkapi sejumlah fasilitas, dia mengungkapkan, beberapa unit bagian dari Bandara Syamsudin Noor juga mulai menempati terminal baru. “Saat ini teman-teman pemadam kebakaran yang sudah menempati stasiun baru,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan sejumlah fasilitas yang ada di terminal lama? Adit memaparkan, fasilitas pelayanan yang tidak melekat ke bangunan terminal yang lama. Seperti fids, x-ray, giant wall, digital signage dan lain-lain akan dipindahkan ke terminal baru.

“Pemindahan nanti dilaksanakan setelah jadwal penerbangan akhir pada hari terakhir operasi terminal lama, jadi tidak mengganggu aktivitas penumpang,” paparnya.

Mereka menargetkan proses pemindahan fasilitas dari terminal lama ke terminal baru selesai dalam satu malam. Agar keesokan harinya, sudah bisa digunakan. “Dengan begitu pemindahan terminal tidak harus menghentikan opersional bandara,” ucap Adit.

Sementara untuk jalan akses bandara, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel terus menggenjot proses pembangunannya.

Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan bahwa saat ini progres perkerasan dan pengaspalan jalan akses bandara dari Jalan Kasturi hingga gerbang bandara sepanjang 3 kilometer cukup positif. “Pekan lalu perkerasan sudah selesai dan mulai dilakukan pengaspalan,” katanya.

Lanjutnya, hingga kemarin jalan yang sudah teraspal sudah mencapai 400 meter lebih. “Berdasarkan hitung-hitungan kami, sekitar tanggal 1 atau 2 Desember proyek akan selesai. Dan jalan sudah nyaman untuk dilintasi,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

BANJARBARU – Seharian kemarin, beredar pengumuman tentang terminal baru Bandara Syamsudin Noor yang akan dioperasikan pada 10 Desember 2019. Informasi itu viral dan dibagikan banyak orang ke sejumlah media sosial. Seperti grup WhatsApp, Facebook dan Instagram.

Selain berisikan informasi tanggal pengoperasian terminal baru, pengumuman itu juga menyertakan denah menuju jalan akses bandara. Baik dari arah Banjarmasin, maupun dari arah Banjarbaru dan Martapura. Tetapi, tidak ada sumber resmi dalam informasi itu.

Saat dikonfirmasi, Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra Patria juga tidak tahu sumbernya. “Kami tidak tahu. Dan (pengumuman) itu bukan kami yang membuat,” katanya kemarin.

Ketika membaca isi pengumumannya, dia tidak menyalahkan informasi yang ada di dalamnya. “Iya, rencananya memang 10 Desember 2019 (terminal baru dioperasikan),” ungkap pria yang akrab disapa Adit ini.

Termasuk denah jalan menuju akses bandara yang tersebar bersamaan dengan pengumuman tersebut, dia juga membenarkannya. “Kalau denah itu memang kami yang membuatnya untuk disosialisasikan ke masyarakat. Jadi benar saja itu,” ucapnya.

Dalam denah itu sendiri tergambar, bagi masyarakat dari arah Banjarmasin yang ingin menuju terminal baru Bandara Syamsudin Noor bisa lewat dari beberapa jalan yang tembus langsung ke akses bandara. Yakni, dapat melalui Jalan Gubernur Syarkawi, Jalan Sukamara, Jalan Kurnia atau Jalan Golf.

Sedangkan, dari arah Banjarbaru dan Martapura, untuk bisa tembus ke jalan akses bandara atau Jalan Lingkar Utara, masyarakat bisa lewat Jalan Karang Anyar 1, Jalan Kebun Karet, Jalan Sapta Marga dan Jalan Bina Putra.

Karena kurang dari dua pekan terminal baru akan dioperasikan, Adit menyampaikan bahwa pihaknya sejak beberapa waktu lalu sudah mulai memasang sejumlah fasilitas di dalam gedung anyar tersebut.  “Sambil berjalan sebagian fasilitas sedang kami lengkapi. Yang sudah terpasang sementara ini, counter check in,” ucapnya.

Selain sudah mulai melengkapi sejumlah fasilitas, dia mengungkapkan, beberapa unit bagian dari Bandara Syamsudin Noor juga mulai menempati terminal baru. “Saat ini teman-teman pemadam kebakaran yang sudah menempati stasiun baru,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan sejumlah fasilitas yang ada di terminal lama? Adit memaparkan, fasilitas pelayanan yang tidak melekat ke bangunan terminal yang lama. Seperti fids, x-ray, giant wall, digital signage dan lain-lain akan dipindahkan ke terminal baru.

“Pemindahan nanti dilaksanakan setelah jadwal penerbangan akhir pada hari terakhir operasi terminal lama, jadi tidak mengganggu aktivitas penumpang,” paparnya.

Mereka menargetkan proses pemindahan fasilitas dari terminal lama ke terminal baru selesai dalam satu malam. Agar keesokan harinya, sudah bisa digunakan. “Dengan begitu pemindahan terminal tidak harus menghentikan opersional bandara,” ucap Adit.

Sementara untuk jalan akses bandara, Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel terus menggenjot proses pembangunannya.

Kabid Bina Marga PUPR Kalsel Yasin Toyib mengatakan bahwa saat ini progres perkerasan dan pengaspalan jalan akses bandara dari Jalan Kasturi hingga gerbang bandara sepanjang 3 kilometer cukup positif. “Pekan lalu perkerasan sudah selesai dan mulai dilakukan pengaspalan,” katanya.

Lanjutnya, hingga kemarin jalan yang sudah teraspal sudah mencapai 400 meter lebih. “Berdasarkan hitung-hitungan kami, sekitar tanggal 1 atau 2 Desember proyek akan selesai. Dan jalan sudah nyaman untuk dilintasi,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/